
Setelah Devi berhenti, siswa yang berada di tengah-tengah siswa lainnya berdiri
Setiap pagi kau susuri jalan berdebu
Berpacu waktu demi waktu
Tak hirau deru kendaraan lengkingan knalpot
Tak hirau dingin memagut
Kala sang penguasa langit tuangkan cawannya
Wajah-wajah lugu haus kan ilmu
Menari-nari di pelupuk mata menunggu
Untaian kata demi kata terucap seribu makna
Untaian kata demi kata terucap penyejuk jiwa
Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu
Menyaksikan tingkah polah sang penerus
Canda tawa penghangat suasana
Hening sepi berkutat dengan soal
Lengking suara kala adu argumen
Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu
Entah berapa tinta tergores di papan putih
Entah berapa lisan terucap sarat makna
Entah berapa lembaran tumpahan ilmu terkoreksi
Entah berapa ajaran budi kau tanamkan
Waktu demi waktu dijalani hanya demi mengabdi
Berserah diri mengharap kasih Ilahi
Ilmu kau beri harap kan berarti
Satu persatu sang penerus silih berganti
Tumbuh menjadi tunas-tunas negeri
Kau tetap di sini setia mengabdi
__ADS_1
Sampai masa kan berakhir nanti.
Siswa lainnya juga berdiri
Yang dulunya ku tak mengerti akan angka dan huruf
Yang dulunya ku tak mengerti akan warna dunia
Dan kini setelah ku mengenalmu, kau mengajarkan akan semua itu
Kau memberi makna mana yang ku garis secara lurus
Kau memberikan warna cerah di dalam kehidupanku
Sehingga ku mengerti makna sebenarnya dari pendidikan
Wahai guru
Dari niat ku berdoa
Tuhan, maafkan akan semua perbuatan yang telah ku lakukan kepadanya
Yang dulunya mengajariku apa itu angka, huruf
Yang dulunya ia juga mengajariku akan adanya engkau
Tuhan,
Hapuskan air piluh di mukanya
Berikan keteguhan kepadanya
Agar aku selalu bisa mencium punggung tangannya
Sembari mengingat tentang masa lalu yang ada
Seperti ibarat bait puisi guru yang ada di dalamnya
Di ikuti siswa lagi
Semua ilmu yang kau miliki telah kau berikan padaku
Dengan sabar engkau mengajarkanku banyak hal
Sedari pagi hingga sore engkau membimbingku
Kau tinggalkan keluarga untuk mengajarkan ilmu
Wajahmu selalu memancarkan keceriaan
Belajar dengan hati riang gembira
__ADS_1
Guruku, jangan pernah menyerah
Semangatmu tidak akan pernah padam
Kami akan selalu mendokanmu
Kelak ilmumu akan menjadi pelitaku
Semoga kau selalu diberikan kesabaran
Jasamu akan ku ingat selalu
Setiap detik waktumu mengajarkanku semoga menjadi ibadah
Rasa bahagia kami tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata
Kami sangat bangga memiliki guru yang luar biasa
Kaulah pahlawan bangsa guruku
Guruku, kami selalu menantimu setiap pagi
Saat kegelapan akan ilmu mendatangiku kaulah penerang
Kau membuatku beranjak dari kebutaan ilmu
Dengan sabar dan senang kau mengajar kami setiap hari
Masa depan kami terlihat karenamu
Guruku, kau tidak pernah merasa takut
Kau membuat kami menjadi berani maju mengalahkan rasa malas
Rasa kantuk dan lelah kami menjadi hilang karenamu
Kau selalu memberikan kejutan untukku
Ku selalu senang dan riang gembira karena bertemu denganmu
Sekolah adalah tempat belajar yang indah dengan kau wahai guruku
Kenangan di sekolah tidak akan pernah terlupakan selamanya
Semua orang disana berlinangan air mata setelah mendengar puisi yang di ucapkan oleh ke 6 siswa dan siswi. ke 6 siswa itu masih berada di atas panggung, semua guru langsung berdiri dan menuju panggung,
__ADS_1
🌷🌷🌷
Happy Reading dan Happy Weekand ❤😘 Jangan lupa tinggalin jejek ya kak