CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 84


__ADS_3

Saat adzan subuh berkumandang, mata Irsyad terbuka, sayup-sayup mata Irsyad menerima pencahayaan lampu, Irsyad, Irsyad terkejut saat ia membuka mata, Irsyad melihat lengannya yang kekar di jadikan bantal oleh istri nya tidur, nampak wajah cantik istri nya masih terlelap dengan berbantalan tangan nya, mereka tertidur dengan posisi saling berhadapan, tangan Irsyad pun melingkar di pinggang ramping milik istrinya


Setelah benar-benar sadar dari tidur nya. Irsyad menggoyang-goyangkan bahu Sindi untuk membangunkannya, karena sudah masuk waktu subuh


" Abang sudah bangun,." Sindi segera bangun dan duduk untuk mengumpulkan tenaga


" Ayo bangun sudah masuk subuh, nanti kita kesiangan." Ucap Irsyad


" Iya bang,." Sindi segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil ari wudhu


Setelah selesai mengambil wudhu Irsyad memimpin sholat subuh berjamaah dengan Sindi menjadi makmum, nampak seperti pasangan suami istri dari keluarga sangat harmonis, selesai sholat Sindi tidak lupa untuk mencium punggung tangan suami nya.


" Bang, abang mau sarapan apa?." Tanya Sindi pada suami nya setelah selesai membereskan perlengkapan sholat pada tempat nya


" Terserah kamu Sin, mau masak apa, aku pemakan segalanya kok jadi tenang saja." Jawab Irsyad

__ADS_1


" Waduh, bahaya itu, berarti abang makan meja dan pintu gitu." Ucap Sindi yang mengejek abang suami nya


" Wah kamu ngatain abang ya Sin, kalau abang bisa makan meja dan pintu berarti abang bisa makan kamu Sin." Jawab Irsyad yang berjalan mendekat lalu berbisik tepat di telinga Sindi, dari tadi Irsyad sedang memikirkan wajah polos Sindi saat tidur


Gleg


Sindi menelan savila nya dengan susah payah, " Apa coba maksud bang Irsyad bisa memakan aku, apa abang Sumanto ya, aduh kok bisa bang, abang kan tampan, kenapa abang tega mau makan Sindi." Tanya Sindi pada Irsyad, dan Irsyad tertawa terbahak-bahak


Irsyad langsung meraih pinggang Sindi lalu menggelitiknya, sampai-sampai mereka berdua terjatuh di atas tempat tidur


" Bang sudah, ampun bang, jangan begini, Sindi nyerah." Ucap Sindi yang sudah tidak kuat terima gelitikan dari suami nya


" Lha tadi abang bilang mau makan Sindi, kan Sindi manusia bang, terus Sumanto kan juga pemakan manusia, mana coba kesalahan Sindi." Jawab Sindi jujur


" Aduh bang sakit, sakit bang." Lanjut Sindi yang merasa perutnya kram

__ADS_1


Irsyad menghentikan tangan nya yang dari tadi menggelitik perut Sindi." Mana yang sakit Sin, maaf abang minta maaf, abang tidak bermaksud bikin perut kamu sakit." Tanya Irsyad


" Perut bang." Sindi merasakan sakit banget di perut nya


Irsyad yang bingung langsung memegang perut Sindi dan membelai nya


" Anak papi, papi minta maaf ya kalau sudah bikin anak papi sakit, sudah jangan bikin mami kesakitan ya sayang, lihat mami sakit ini, papi janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Sindi tepat di perut Sindi yang sudah mulai membuncit meskipun sedikit


Sindi yang mendengar ucapan suami pada anak nya merasa sangat terharu, meskipun bukan ayah biologis nya, suami nya memperhatikan kondisi nya serta anak nya


" Apa masih sakit Sin? abang minta maaf ya, tadi abang tidak bermaksud membuat kamu kesakitan." Ucap Irsyad yang memegang tangannya


" Tidak kok bang, sudah tidak sakit, Sindi juga minta maaf ya bang, Sindi juga salah kok." Jawab Sindi dengan tersenyum


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


__ADS_2