CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 164


__ADS_3

Dita menarik nafas nya." Dita sekarang sadar tante om, kalau cinta tidak bisa di paksakan, jadi saya secara pribadi meminta maaf kepada om dan tante." Ucap Dita sambil menggenggam tangan sang papa, papa Danu yang merasakan tangan dingin Dita langsung membelai tangan Dita, papa Danu secara tidak langsung memberi ketenangan dan kekuatan untuk menghadapi dan mempertanggung jawab kan apa yang telah ia perbuat pada keluarga pamungkas


"Dita, dari tante secara pribadi tante sudah memaafkan kamu nak, sebelum kamu meminta maaf terhadap tante, hanya 1 pesan tante nak, setelah kejadian ini, kamu harus bisa melihat mana yang baik buat kamu dan mana yang buruk kamu, jangan sekali-kali kamu salah langkah lagi, karena bagaimana pun juga nanti papa kamu lah yang akan menanggung semua dosa anak-anak nya, tante juga minta maaf atas ucapan tante kemarin, tante mencari keadalian buat putra tante, karena tante yakin kalau Irsyad tidam bersalah." Ucap Tika


"Kalau dari om Dita, om juga sudah memaafkan kamu,." Ucap Bagas


"Terima kasih tante om sudah mau memaafkan Dita, apa Sindi ada di sini ya tante?." Tanya Dita


"Ada, sebentar ya tante panggilkan." Jawab Tika setelah itu masuk ke dalam, Tika keluar tidak hanya dengan Sindi saja, melainkan dengan Irsyad, Juna Lian dan Sandi.

__ADS_1


Saat di dalam tadi Tika memberitahukan kalau Dita datang bersama dengan papa nya, jadi Irsyad, Lian, Juna dan Sandi ikut ke ruang tamu untuk menemui mereka


"Sin, kak Irsyad, Dita minta maaf ya, atas semua yang telah Dita lakukan terhadap Sindi dn kak Irsyad, maaf juga karena Dita ingin memiliki kakak jadi Dita berbuat dan menyebabkan kakak di pecat dari RS, apa besok Dita kesana untuk menyampaikan kepada pihak RS tentang kesalahpaham ini kak?." Tanya Dita


"Sudah tidak usah Dit, sudah cukup bahagia kakak keluar dari sana, berarti untuk selanjut nya kakak bisa bekerja di RS sendiri." Ucap Irsyad dingin.


"Maaf Dit, saya tidak bisa, selama ini saya dekat dengan kamu karena Ikbal adalah sahabat saya, berhubung Ikbal sudah tiada dan kejadian kemarim telah memberi kan cambuk yang hebat buat saya, agar saya tidak berteman dengan lawan jenis, meskipun dia adalah adik dari teman saya, karena sekarang ada hati yang harus saya jaga, saya tidak mau terjadi kesalahpahaman lagi." Lagi lagi Irsyad menjawab dengan nada dingin, Sindi yang berada di sebelah Irsyad mengusap punggung Irsyad agar suami nya itu bisa meredam emosi nya, karena bagaimana pun juga suami nya berbicara dengan seorang wanita serta ada orang tua di ruangan ini


"Dit, saya di sini berbicara sebagai sesama perempuan ya, bukan saya untuk menggurui kamu, bahkan bisa di katakan saya lebih hina di banding kamu, tapi setiap hari saya mencoba untuk menjadi manusia lebih baik lagi, mencoba untuk membuat orang yang di sekitar kita senang karena di masa lalu telah saya kecewakan, kita sebagai perempuan sungguh ingin meminta balasan cinta dari orang yang kita cintai, rasa ingin di sayang dan di rindukan sungguh itu hanya mimpi Dit

__ADS_1


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2