
Dio sangat berterima kasih karena sudah di angkat menjadi anak oleh papi Arman dan mami Vika, Dio berjanji akan membahagiakan kedua orang tua angkat nya serta keluarga di saat dia dewasa nanti, dan Dio sudah mulai membuktikan ucapan nya saat di lulus dari SMA.
Dio pindah ke kota lain karena Dio mendapatkan beasiswa, Dio tergolong siswa beprestasi, saat Dio sekolah, Dio berfikir untuk menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua serta opa angkat nya, akhir nya dengan jerih payah Dio bisa mendapatkan beasiswa itu, teman-teman Dik tidak ada yang tahu, Sindi pun juga tidak tahu.
Di kota perantauan Dio tidak pernah sekali pun memakai uang kiriman dari mami dan papi nya, meskipun setiap bulan mami selalu mentranfer uang tersebut tapi Dio lebih suka memakai uang hasil kerja nya sendiri, tanpa sepengetahuan mami dan papi nya, Dio bekerja sebagai OB di perusahaan di saat pagi dam sore hari, untung saja kuliah Dio saat jam siang hari jadi pagi dan sore Dio bisa bekerja, sedangkan malam hari nya Dio bekerja sebagai pelayan kafe, tapi Dio bekerja hanya 1 tahun saja, setelah itu Dio membuka usaha sendiri, akhir nya Dio memakai uang pemberian mami dan papi nya di tambah dengan gaji nya selama bekerja untuk membuka sebuah cafe, Dio yang bermodal pengetahuan dari tempat bekerja sebelum nya, selama 2 tahun setengah Dio berhasil membuka beberapa cabang di kota tersebut, bahkan di saat Dio kembali ke kota kelahiran nya, Dio juga sudah membuka cafe nya. mami, papi dan oppa serta saudara-saudara nya kaget setengah mati, di saat mereka semua siapa pemilik cafe dimana cafe tersebut adalah cafe kaula muda, banyak muda mudi setiap hari nya menjadi topik pembicaraan di mana-mana, selain cafe Arjuna ternyata cafe Dio juga menjadi topik hangat bagi dimana-mana.
...🌷Kembali ke Sindi, Irsyad dan Dio ya🌷...
__ADS_1
" Maaf Dio, maaf kan aku." satu kalimat yang terucap dari bibir Sindi
" Kenapa kamu yang minta maaf Sin, bukan kamu yang salah, tapi aku yang salah karena sudah tinggalin kamu, kita cari duduk dulu ya." Ucap Dio sambil mengajak Sindi duduk saat melihat Sindi menangis, sedangkan Irsyad duduk yang tidak jauh dari tempat duduk Dio dan Sindi, Iremyad berfikir memberi ruang pada Sindi dan Dio, mungkin mereka berdua masih ada masalah yang belum terselesaikan di masa lalu
" Dio, aku sudah MENIKAH." Ucap Sindi dengan suara lirih yang menekan kata menikah
" Apa kamu tidak tahu Dio, aku sedang hamil sekarang, buat apa aku berbohong sama kamu Dio." Jawan Sindi
__ADS_1
" Kenapa Sin, kenapa kamu tinggalin aku, di saat aku mencari uang agar aku sepadan dengan kamu Sin, apa gara-gara aku hanya anak angkat dari mami Vika dan papi Arman kamu tinggalin aku Sin." Tanya Dio pada Sindi, karena Dio masih belum percaya atas ucapan Sindi tapi setelah melihat kalau perut Sindi membuncit jadi Dio percaya dan Dio menunggu penjelasan dari Sindi, Sedangkan Sindi hanya diam membisu tidak ada niatan untuk menjawab atau memberi penjelasan pada Dik, Sindi hanya bisa menangis saja, Dio masih setia menunggu jawaban dari Sindi
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1