
" Mama bisa cerita!!!."
Citra masih diam, dia bingung harus memulai dari mana
" Ma....mama...mama masih mendengar papa."
Citra masih dengan diamnya
" Ma... apa papa ada salah sama mama, maafkan papa ya ma kalau sudah bikin mama sedih, papa pergi tanpa menunggu mama pulang, papa mendapat kabar dadakan ma. mama mau memaafkan papa." Ucap Angga sambil berlutut di depan istrinya yang sedang dudu di sofa dan memegang tangan Citra
Citra yang mendengar permintaan maaf dari suaminya langsung menangis dan memeluj suaminya, Citra menangis di dada Angga, Citra merasa dia sudah gagal menjadi ibu buat Sindi, dia sudah gagal mengemban amanah dari suaminya untuk mendidik, merawat, menjaga dan menjadikan putrinya menjadi seorang yang sholehah, rasa bersalah terus-terusan menderai hati Citra
Angga yang melihat istrinya menangis hanya diam saja dengan membelai rambutnya yang di lapisi Hijab, Angga membiarkan istrinya menagis sepuasnya dulu baru nanti akan mengajaknya berbicara
Angga yang melihat istrinya sudah mulai reda tangisannya langsung mengangkat tubuh Citra untuk duduk kembali di sofa
__ADS_1
" Maafkan papa ya ma, papa tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Angga sambil membersihkan air mata Citra dengan Tisu
" Pa, maafkan mama, mama sudah gagal, sudah gagah menjalankan amanah dari papa." Ucap Citra dan sukses membuat Angga bingung
" Maksud mama?."
" Mama mau bercerita tapi jangan potong pembicaraan mama ya pa, dengarkan baik-baik, dan mama tidak mau kalau papa nanti jatuh sakit, kita hadapi bersama ya pa."
Angga yang masih bingung dengan ucapan istrinya hanya menganggukan kepalanya saja
" Apa ini ulah kekasih Sindi ma?." Tanya Angga setelah Citra selesai dengan ceritanya, Tika benar kalau Angga tidak akan emosi, Angga suaminya adalah sosok suami yang bisa mengayomi keluarganya
" Iya pa, tapi Ikbal sudah meninggal pa, kita harus ambil langkah apa?."
" Kita datangi keluarga Ikbal." Ucap Angga
__ADS_1
" Mama tidak mau pa, mereka sudah merendahkan harga diri kita," Jawab Citra sambil menceritakan kembali langkah apa saja yang sudah dia ambil dalam menghadapi ini semua, Citra juga menceritakan semua cacian yang dia dan putrinya terima,
Angga yang mendengar cerita dari istrinya merasa geram, kenapa istrinya tidak cerita saat dia masih di Jakarta dan bertemu dengan ke dua sahabatnya Bagas dan Arman, sekarang Angga membutuhkan mereka berdua, tidak mungkin Angga bercerita akan membalas semuanya pada keluarga Abraham
" Ma, dengerin papa, untuk saat ini papa tidak menyalahkan mama yang gagal atau mendatangi keluarga Ikbal, papa mau sekarang mama harus sehat, papa tidak mau melihat mama seperti ini, sekarang mama sangat kurus, papa tidak mau mama sakit, dampingi papa untuk menyelesaikan ini semua, kalau mama sakit siapa nanti yang akan menjaga Sindi,."
" Sekarang Sindi lagi butuh kita ma, jangan sampai Sindi sedih dan merasa bersalahnya begitu besar kepada kita setelah melihat mama seperti ini, kita harus bisa kuatkan Sindi dan menjaga anak yang di kandung Sindi agar mereka berdua sehat selalu, ingat dia adalah cucu kita ma, kita harus bahagia menerima dia ma, dia terlahir karena kesalahan kedua orang tuanya bukan dia sendiri, kalau dia tahu akan terlahir dari hasil di luar nikah pasti dia akan menolaknya ma, kita saling menguatkan ya." Ucap Angga
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1