CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 37


__ADS_3

" Apa kamu tidak malu Syad dengan putri mama dan papa, apalagi kamu laki-laki yang baik dan masih banyak perempuan di luar sana yang bersedia menjadi pendamping kamu, jangan punya fikiran kamu mendapat amanah dari Ikbal, papa dan mama tidak apa-apa nak, jangan korbankan masa depan kamu untuk membahagiakan Sindi, kami akan mencari cara lain untuk mencari solusi dari masalah ini." Ucap Angga yang merasa senang sekaligus sedih, karena lagi-lagi sahabatnya berkorban demi dia dan apalagi sekarang anaknya juga ikut membantu malah mengorbankan masa depannya


" Ma pa, ini bukan mengenai amanah yang Irsyad terima, tapi Irsyad dengan tulus menerima Sindi sebagai istri Irsyad, Irsyad juga sudah melakukan sholat Istiqarah bermimpi sedang menggendong bayi, dengan petunjuk itu, Allah memberitahukan Irsyad untuk segera melaksanakan amanah Almarhum dan semoga saja Sindi mau menerima Irsyad ini."


" Irsyad juga sudah di kasih ijin sama mommy daddy dan oma opa, jadi mama dan papa tidak usah bingung lagi, apa boleh Irsyad bertemu dengan Sindi ma pa?." Lanjut Irsyad


" Yang di katakan oleh Irsyad benar Ngga, kami memang sudah memberikan ijin pada Irsyad untuk menikah dengan Sindi, jadi kamu sama Citra jangan memandang ini gara-gara kamu adalah sabahatku,." Ucap Bagas


" Boleh nak, sebentar ya mama panggilkan." Jawab Citra


" Terima kasih bro, loe selalu ada buat keluarga gue, Irsyad lebih baik kamu bertemu dengan Sindi di taman belakang saja ya nak, papa yakin kalau sekarang Sindi lebih banyak diam, bukan Sindi yang dulu


" Baik pa."


...🌷🌷🌷...


Sindi yang sedang duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya, Sindi membuka lebar-lebar jendela kamarnya, ia menghirup udara segar setelah turun hujan selamam


Sindi sudah tidak lagi berangkat kerja, karena mamanya memintanya untuk diam di rumah, dan tidak boleh kemana-mana, karena suatu hari nanti perut rata Sindi akan semakin membesar, mamanya tidak ingin kalau Sindi menjadi bahan gunjingan para tetangganya yang melihay perut anaknya membesar tanpa suami

__ADS_1


Hampir setiap hari Naya dan Fikri datang untuk sekedar menghibur Sindi, agar Sibdi tidak merasa kesepian di rumahnya, betapa beruntungnya Sindi memeliki sahabat yang selalu memberinya semangat, dan tidak meninggalkan Sindi di saat seperti ini justru mereka lebih memperhatikan Sindi


***Sahabat sejati....adalah orang yang akan selaku menemani kita di situasi apapun dan selalu mendengar tanpa mengeluh dan merasa bosan dengan cerita sahabatnya yang sebenarnya tentang rasa itu terus


Tok Tok Tok***


" Sin....Sindi...mama masuk ya nak." Ucap mama Citra


" Iya ma, masuk saja." Jawab Sindi


" Sindi."


" Kenapa jendela kamu buka lebar sekali nak, nanti kamu sakit." Ucap mama Citra sambil menutup jendela kamar Sindi


" Sini nak,." mama Citra menepuk tempat tidur di sebelahmya, mama minta Sindi untuk duduk di sana


" Ada apa ma?."


Setelah Sindi duduk di samping mama Citra, mama Citra mengusap rambut anaknya, mama Citra merapikan rambut Sindi yang terkena angin dengan lembut

__ADS_1


" Emmmm ada yang ingin mama bicarakan nak."


" Mama ada apa? bicaralah Sindi akan mendengarnya." Jawab Sindi


" Nak ada seorang laki-laki yang melamarmu." Ucap mama Citra


Dengan senyum kecut Sindi menjawab perkataan mamanya


" Ma, apa mama tidak lihat aku ini sedang hamil, bagaimana bisa aku menikah?." Tanya Sindi pada mamanya


Maaf ya kaka, hari ini hanya bisa 2 bab, Insya Allah besok banyak kembali, karena hari ini habis ada kegiatan di luar jadi capek sekali, selamat Malam semunya, semoga mimpi indah


...🌷🌷🌷...


...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


__ADS_2