
Sopirnya sudah cukup ahli dan hafal betul dengan kondisi lalu lintas yang ada disana, sehingga tidak perlu was-was lagi untuk cepat sampai di hotel
Sebentar lagi adzan magrib dan perjalanan masih lumayan setengah lagi, Sandi meminta untuk berhenti di masjid melaksanakan sholat magrib
Sandi dan Riko turun dari mobil dan masuk kedalam masjid untuk melaksanakan kewajibannya sedangkan pak sopir yang asli orang Bali dan beragama non muslim menunggu mereka di dalam mobil
Setelah selesai Sandi langsung meminta melajutkan perjalanannya, karena tadi perginya juga sudah terisi, waktu pertemuan dengan investor jadi masih lumayan kenyang nanti makan malam saja bersama sang istri
Di dalam mobil, Sandi mengambil ponselnya untuk menghubungi sang istri, dan memberitahukan jika dia masih dalam perjalanan
" Assalamualaikum,. mas sampai mana? kok belum sampai hotel juga."
" Wa'alaikumsalam sayang, mas tadi berhenti dulu untuk sholat magrib, sebentar lagi mas sampai, adik mau apa, nanti mas bawakan."
" Mas, Kayla ingin martabak telur boleh ya, dan bawanya minta di banyakin."
" Hehehehe ,, siap, istri mas lagi ngidam."
" Lagi pengen aja mas, kayaknya gurih-gurih enak gitu di lidah mas."
" Oke sayang, mas akan belikan."
__ADS_1
" Terima kasih ya suamiku sayang."
" Oke, sama-sama sayang, sampai ketemu di hotel ya. Assalamualaikum."
" Wa'alaikumsalam mas, hati-hati ya di jalan."
Sandi menutup telpnya kemudian memandang Riko yang terlihat aneh melihat Sandi
" Ada apa Rik, kamu menatap saya seperti itu."
" Hehehehe,,, tidak apa-apa pak, Bu Kayla lagi ngidam ya pak?."
" Sepertinya ibu hamil pak."
" Dari mana kamu tahu."
" Kakak perempuan saya waktu hamil keponakan saya juga seperti bu Kayla pak, suka minta yang aneh-aneh sama suaminya terus makannya yang tidak biasa dia makan yang dia suka malah yang di sukai tidak di sukai lagi." Sandi hanya menganggukan kepalanya dia memang belum punya pengalaman tentang istri hamil
" Coba di tes saja pak." lanjut Riko
" Tes kehamilan."
__ADS_1
" Iya pak, masa bapak tidam tahu?." decak Riko
" Kenapa saya tidak kepikiran sampai sana ya, pak kalau ada apotik kita berhenti dan juga kalau ada penjual martabal telur kita beli dulu." ucap Sandi kepada sang sopir
" Baik pak, kebetulan di depan sana ada apotik yang berdekatan dengan penjual martabak telur yang yerkenal enak disini."
" Oke."
Tak lama kemudian telah sampai di sebuah apotik dan benar saja di sekitar situ ada penjual martabak yang lumayan banyak pembeli, Sandi meminta kepada Riko untuk turun membelikan martabak sedangkan dirinya memilih ke apotik untuk membeli tespek kehamilan
Setelah selesai Sandi telah kembali ke dalam mobil namun Riko masih terlihat mengantri di wsrung martabak itu dan terlihat di kerumuni oleh cewek-cewek cantik
Setelah menunggu beberapa menit, Riko telah kembali ke dalam mobil dengan membawa 3 dus martabak telur, satu untuk dirinya dan satu untuk Sandi yang sangat spesial di sendirikan dan satunya untuk sopir.
Pak sopir setelah melanjutkan perjalanan tinggal beberapa menit lagi, mereka telah sampai di hotel
Sandi telah sampai di hotel dan segera menekan tombol lift untuk menuju kamar dimana istrinya sedang .......
...🌷🌷🌷...
...**To be continued ❤...
__ADS_1