
" Bang, Sindi tahu mamanya mas Ikbal memang sedikit keras nada bicaranya, tapi mas Ikbal selalu bilang kalau mamanya adalah wanita yang lembut dan penyayang, jadi dia tidak akan melakukan apa yang abang pikirkan." Jawab Sindi agar apa yang di pikirkan oleh suaminya itu tidak akan terjadi
" Emmm, baiklah." Akhirnya Irsyad bersedia lalu melajukan mobilnya membelah kita menuju rumah kediaman almarhum sahabatnya itu
Di dalam mobil, Sindi lebih sering membuang pandangannya ke arah luar jendela di sampingnya, entah apa yang di fikirkan, sedangkan Irsyad sesekali memperhatikan wajah cantik yang terlihat cemas itu, membuatnya tidak nyaman dan menanyakan apa yang sedang di fikirkan oleh Sindi
Mobil Irsyad sudat terparkir di halaman rumah yang luas, Sindi yang audah tidak sabar segera turun dan meninggalkan Irsyad yang masih di dalam mobil
Ting tong (anggap saja bel rumah ya😁)
Ceklek pintu terbuka terlihat seorang pelayan membukakan pintu
" Selamat malam nona, ada yang busa saya bantu?." Tanya pelayan sambil membukakan pintu
" Assalamualaikum bik, saya mau bertemu dengan Nyonya besar di rumah ini? apa ada bik." Tanya Sindi
" Nyonya ada di rumah, maaf ini dengan siapa?." Tanya bibik
" Saya Sindi." Jawab singkat Sindi
" Baik non Sindi tunggu di ruang tamu ya, mari masuk non,." bibik mempersilahkan Sindi masuk dan Irsyad di belakang Sindi
" Lho tuan Irsyad juga." Irsyad memberikan senyum pada bibik yang memang ia kenal itu
__ADS_1
" Silahkan duduk dulu tuan nona, mau minum apa?." Tanya bibik
" Tidak usah repot bik, air putih saja untuk kita,." Jawab Irsyad
" Baik tuan."
Bibik itu pergi untuk memanggil nyonya rumahnya dan memberitahukan tamu yang datang.
Mama Ikbal saat itu sedang membaca di atas tempat tidur, mendengar apa yang di sampaikan oleh bibik, raut wajah murka tampak di wajah cantiknya
" Untuk apa lagi dia kemari, dasar gadis miskin murahan, bukankah semua yang dia inginkan sudah dia dapat, sudah mengambil harta anak saya, juga mengambil nyawa anak saya, berani sekali dia datang ke rumah ini, apa dia masih belum puas telah menyakiti hati isi orang di rumah ini." Ucap mama Ikbal sambil berjalan ke ruang tamu untuk menemui gadis yang sudah mengambil semuanya
Tap tap tap
" Apa yang membuat kamu kesini? apa masih kurang harta yang sudah kamu miliki dari anak saya." Ucap mama Ikbal dengan wajah sinisnya
" Semuanya kan sudah kamu ambil bahkan nyawa putraku saja sudah kamu ambi, masih kurang apa hingga kamu datang ke sini, bilang saja, uang ya uang, apa masih kurang uang yang telah di berikan Ikbal ke kamu hingga kamu masih tidak tahu malu untuk menginjakkan kaki ke rumah ini."
Suara mama Ikbal memecah keheningan di rumah tersebut
Sindi segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah mama Ikbal
" Ini." Sindi memberikan map cokelat itu pada mama Ikbal,
__ADS_1
" Saya datang ke sini untuk mengembalikan apa yang sudah seharusnya tidak untuk saya, maaf mengganggu waktu tante
" Saya pamit, permisi."
" Tuan nona, silahkan di minum minumannya." Bibik yang baru saja tiba membawa dua gelas jus jeruk
" Maaf bik sudah merepotkam, tapi kami sudah mau pulang, terima kasih ya." Sindi segera berlalu meninggalkan ruangan itu dan di susul oleh Irsyad
" Permisi tante, Assalamulaikum." Ucap Irsyad
" Irsyad tunggu,,"
" Ada apa tante."
" Apa kamu mengenal wanita sombong ini?."
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk Giveaway akan saya umumkan akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1