CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 245


__ADS_3

"Mas benar, adik saja baru menyadari nya jika wajah Omar memang sangat mirip dengan Ikbal, Ikbal anak yang baik hanya saja Allah lebih bermurah hati pada kita, jika saja Ikbal masih hidup mungkin kebahagiaan Irsyad tidak akan sebahagia seperti sekarang.


"Adik benar, mas pun tidka bisa berfikir bagaimana Irsyad akan kembali menemukan kebahagiaan nya setelah pernikahan Mela. Dulu ia sangat hancur mendengar kabar pernikahan Mela, tapi Sindi hadir dengan memberikan Omar dalam kandungan nya, mereka memberikan apa yang saat ini Irsyad miliki." ucap Bagas yang teringat masa Irsyad dimana ia di tinggal menikah dengan Mela, padahal di antara Mela dan Irsyad tidak pernah ada kata pacaran tapi mereka saling mengagumi saja. Mas berharap mereka akan selalu bahagia.


"Adik juga berharap seperti itu mas, adik ingin menghabiskan sisa hidup adik untuk melihat tumbuh besar, masih kurang 1 tanggung jawab kita. Menikah kan Mesya." Jawab Sindi


"Iya ya sayang, putri bungsu kita masih terus fokus dengan belajar nya, dia itu beda dengan saudara saudara nya, yang lain anak anak nya sudah besar, tapi Mesya masih nyaman dengan kesendirian nya."Bagas ikut menimpali ucapan sang istri.


"Baik lah, siap kan apa yang ingin adik bawa untuk ke dua cucu kita, mas akan mengajak adik menemui mereka." Ucap Bagas tiba tiba.


Mendengar ucapan sang suami yang akan menemui Omar dan Zhifa membuat Tika tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia nya, Tika langsung bergegas pergi dari hadapan sang suami dan mengambil sebuah koper besar.


Rasa nya Tika sangat tidak sabaran setelah mendengar bahwa suami nya akan membawa ke rumah sang putra, Tika segera berkemas menyiapkan barang kebutuhan nya juga, kebutuhan suami nya selama mereka akan berada di rumah putra nya nanti.


Di tempat lain, terlihat Ajeng sedang duduk berdampingan dengan suami nya di atas tempat tidur nya yang luas.

__ADS_1


"Apa mereka tidak mengangkat nya lagi." Tanya Ajeng pada Danu suami nya.


"Seperti nya mereka tahu maksud tujuan kita menghubungi nya." Jawab Danu.


"Mungkin mereka sengaja untuk tidak mengangkat panggilan dari papa." Kata Danu.


"Papa akan bersiap siap pergi ke rumah Fitri, dia pasti tahu dimana Sindi tinggal." Ajeng bergegas untuk membersihkan diri.


Dan di susul sama Danu yang juga pergi untuk mandi. Sesuai dengan perkataan Ajeng, mereka pergi pagi pagi sekali ke rumah Fitri untuk mendapatkan informasi nya tempat tinggal cucu nya.


"Fit, apa benar ini rumah Sindi?." Tanya Ajeng yang tidak percaya, wanita yang dulu ia hina menjual diri demi mendapatkan harta dari sang putra ternyata sekarang wanita itu jauh ada di atas nya dari segi kekayaan.


"Iya mbak ini rumah orang tua Sindi." Jawab Fitri sambil mengetuk pintu gerbang rumah orang tua Sindi.


"Selamat pagi, ada perlu apa ya tuan dan nyonya." ucap satpam yang membuka pagar rumah tersebut.

__ADS_1


"Apa nyonya Citra dan Tuan Angga ada di rumah?." tanya Fitri.


"Ada nyonya, tuan dan nyonya sedang ada di dalam, silahkan masuk." jawab nya


Setelah di persilahkan masuk ke tiga orang paru baya itu masuk ke dalam halaman rumah tersebut.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2