
"Adik kenapa adik masih memperolok kakak? Memang nya berapa nilai yang mami beri untuk Zhifa?." Tanya Irsyad pada si adik
"Zhifa dapat nilai enam dong, tapi kan Zhifa tidak menangis seperti kakak, wek.wek.wek." menjulurkan lidah nya.
Irsyad tidak bisa menahan tawa nya, mendengar cerita anak perempuan nya itu, yang sangat narsis dan percaya diri meski mendapat nilai lebih rendah.
"Okey kalian memang anak anak papi yang pintar, ayo kita cari mami dulu ya." Ucap Irsyad sambil menggandeng tangan ke dua anak nya.
Irsyad membawa ke dua anak nya pada Sindi, tapi setiba nya di dapur Irsyad melihat istri nya masih sibuk memasak, bahkan sampai kelewatan untuk menyambut nya.
"Sayang aku sudah pulang loh." Irsyad berjalan mendekati istri nya, Irsyad melingkarkan tangan nya di pinggang istri nya.
"Bang aku masih masak." Ucap Sindi.
"Memang nya kenapa, abang hanya memeluk istri abang saja, apa tidak boleh??." Tanya Irsyad.
Mendapat serangan ciuman bertubi tubi dari suami nya, membuat Sindi tidak bisa melanjutkan pekerjaan nya dan meminta bibi untuk melanjutkan.
Sedangkan Sindi membawa suami nya dalam kamar, dan mulai membuka kemeja suami nya satu per s
"Adik kenapa adik masih memperolok kakak? Memang nya berapa nilai yang mami beri untuk Zhifa?." Tanya Irsyad pada si adik
"Zhifa dapat nilai enam dong, tapi kan Zhifa tidak menangis seperti kakak, wek.wek.wek." menjulurkan lidah nya.
__ADS_1
Irsyad tidak bisa menahan tawa nya, mendengar cerita anak perempuan nya itu, yang sangat narsis dan percaya diri meski mendapat nilai lebih rendah.
"Okey kalian memang anak anak papi yang pintar, ayo kita cari mami dulu ya." Ucap Irsyad sambil menggandeng tangan ke dua anak nya.
Irsyad membawa ke dua anak nya pada Sindi, tapi setiba nya di dapur Irsyad melihat istri nya masih sibuk memasak, bahkan sampai kelewatan untuk menyambut nya.
"Sayang aku sudah pulang loh." Irsyad berjalan mendekati istri nya, Irsyad melingkarkan tangan nya di pinggang istri nya.
"Bang aku masih masak." Ucap Sindi.
"Memang nya kenapa, abang hanya memeluk istri abang saja, apa tidak boleh??." Tanya Irsyad.
Mendapat serangan ciuman bertubi tubi dari suami nya, membuat Sindi tidak bisa melanjutkan pekerjaan nya dan meminta bibi untuk melanjutkan.
Sedangkan Sindi membawa suami nya dalam kamar, dan mulai membuka kemeja suami nya satu per satu dan akhir nya semua kancing kemeja nya terbuka dan menampakkan dada bidang suami nya.
Selesai membuka kemeja suami nya, Sindi dengan selesai membuka kemeja nya.
Sindi dengan sigap mendorong suami nya menuju kamar mandi..
"Abang cepatlah mandi aku akan menyiapkan baju ganti abang." Ucap Sindi
Setelah mengantarkan anak anak nya ke kamar nya, barulah Sindi kembali ke kamar nya, di lihat nya Irsyad masih duduk di atas tempat tidur, dengan sebuah buku di tangan nya.
__ADS_1
"Iya bang, baru saja kembali dari kamar mereka. "Buku apa yang abang baca??." Tanya Sindi dengan sedikit melirik ke arah buku yang sedang suami nya baca.
"Bukan buku yang penting, tapi ada hal penting yang harus kita bicarakan." Jawab Irsyad. "Soal apa bang?." Tampak Sindi sudah memasang wajah serius baru mendengar pertanyaan suami nya itu. Sejenak Irsyad terdiam memikirkan kata kata yang pas yang harus di ucap kan terlebih dahulu
Pada istri nya, untuk menjelas kan niat nya mempertemukan Omar dengan keluarga dari ayah biologis nya, Irsyad terdiam cukup lama.
Membuat Sindi semakin bertanya tanya kira kira hal apakan yang membuat suami nya begitu ragu untuk berbagi cerita dengan nya.
"Kemari duduk lah." Irsyad menepuk nepuk tempat tidur, tanpa menunggu lagi Sindi sudah duduk di samping suami nya dan siap mendengarkan apa yang akan suami nya sampaikan.
"Sayang abang mohon, kamu jangan salah paham terhadap abang dulu, abang melakukan ini untuk kebaikan kita semua, abang tidak bermaksud sedikit pun untuk tidak menghargai mu." Ucap Irsyad.
Sindi semakin di buat bingung dengan perkataan suami nya itu, ia menatap dalam dan dengan sorot mata yang tajam milik suami nya.
"Ada apa bang, tolong katakan saja, jika itu baik aku akan menurut saja dengan abang." Ucap Sindi dengan hati hati, padahal ia sendiri masih takut, ia sangat penasaran apa yang ingin ia ketahui nya
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...