
Lia memejamkan matanya untuk menikmati alunan indah yang keluar dari kotak musik yang ada di gengamannya. Hingga alunan musik tersebut terhenti, lia menatap kota musik tersebut dengan tatapan teduhnya. Dia tidak menyangka jika Jevin akan memberikan barang yang tak terduga seperti ini.
'Kamu membuat saya semakin bimbang pak. Saya harus bersikap bagaiman? Kenapa kamu sangat manis seperti ini?.' Batin Lia bergejolak.
Bantinnya justu malah semakin berkecamuk setelah mendapatkan kotak musik tersebut. Lia kemudian meletakkan kotak musik tersebut dan mengambil dua kertas origami yang di berikan oleh Jevin.
Dia menatap origami tersebut sejenak, lalu dia mengurai kertas origaminya hingga terlihatlah deretan tulisan tangan yang sangat rapi.
'Jadi ini adalah surat.' Batin Lia, dia lalu membacanya.
For My Future Wife
...Memang terlihat aneh, saya baru pertama kali melihat kamu. Tapi saya sudah dengan lantangnya ingin meminang mu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui. Saya sangat serius dengan apa yang saya katakan saat itu. Pertama kali melihat kamu, jantungku langsung bergemuruh. Hal yang tidak pernah saya rasakan meski sudah ke sekian kali saya menjalin sebuh hubungan. Dan ini adalah pertama kali saya merasakan itu, jantungku rasanya bergemuruh dengan kencang. Saat berada di dekatmu rasanya seketika langsung blank hingga membuat saya seketika itu juga langsung bodoh dan tidak bisa berpikir dengan jernih....
...Saya Mohon, saya harap anda akan memberi kesempatan bagi saya untuk mendekati kamu. Saya akan berusaha untuk tidak agresif, meski susah sekali melakukannya. Tapi saya akan berusaha. Beri saya Kesempatan, saya sangat yakin jika kamu adalah jodoh yang di berikan tuhan untuk saya....
From Your Future Husband
Jevin Rinaldy Utomo
Lia terkekeh kecil saat membaca surat yang di berikan oleh Jevin. "Kamu memang sangat agresif pak. Hingga membuat saya risih dan ilfil. Tapi apalah daya ku kamu adalah boss saya. Saya hanya bisa menahannya pak." Gumam Lia.
"Di tambah kamu terlalu pede juga pak, makin ilfil saya." Lanjut Lia.
Lia meletakkan surat tersebut di samping kotak musik dan mengambil origami yang berbentuk angsa, dia mengurai origami tersebut hingga terlihat tulisan tangan yang juga rapi sama persis seperti origami yang berbentuk hati.
For My Futur Wife
Dear Sayangku Khadijah ku
...Terima kasih sudah membuatka saya makanan yang sangat lezat. Meski saya harus meminum satu kotak susu karena ternyata sambalnya sangat pedas. Tapi saya sangat menikmatinya dan bisa menghabiskannya hingga tandas....
__ADS_1
...Bagaimana rasa dari makanan buatan saya? Apakah lezat juga seperti buatan kamu. Saya harap dengan kita melakukan hal-hal kecil seperti ini bisa mendekatkan kita. Meski kita tidak berbincang dengan intens, tapi dengan kita berbincang kecil setiap hari maka kita akan semakin dekat. Tidak perlu buru-buru, pelan-pelan saja....
...Kamu selalu ada di dalam doa dan sujud saya. Memang tidak menyebutkan nama, tapi Allah maha tahu. Allah tahu dengan apa yang saya rasakan jauh lebih baik dari pada diri saya sendiri. Saya berdoa kepada-Nya, tolong jaga jodoh saya. Pertemukan dan persatukan kita dalam keadaan terbaik. Saya berdoa, tolong beri saya restu di setiap jalan saya untuk mendekati calon jodoh saya....
Amelia Cahya Geni Ana Uhibbuka Fillah
From Your Future Husband
Deg
Lia langsung tertegun setelah membaca surat yang kedua. Jantungnya serasa berpacu dengan cepat. Dia sangat tidak menyangka dengan isi dari surat tersebut. Dia bahkan membacanya berulang-ulang hanya untuk memastikan bahwa yang di tulis oleh Jevin tidak hanya halusinasinya.
"Iii- Ini.. Bagimana bisa apa yang di doakan olehnya sama persis seperti doa ku. Bahkan apa yang dia lakukan sama persis seperti yang aku lakukan. Ini kebetulan takdir atau petunjuk." Ucap Lia.
'Ya Allah, hamba harus bersikap seperti apa? Mengapa lagi-lagi hamba harus semakin bimbang seperti ini. Apakah ini petunjuk Mu Ya Allah.' Batin Lia yang semakin bimbang dan bingung setelah mendapat surat dari Jevin.
Lia hanya bisa termangu menatap kedua surat tersebut dengan tatapan nanarnya. Dia sama sekali tidak menyangka jika mereka berdua telah melakukan hal yang sama. Doa yang sama, itu terlalu berlebihan baginya.
Lia melepas mukenanya dan membawa kotak musik serta kedua surat tersebut. Jujur saja dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Hal yang jauh dari keinginannya sekarang sudah ada di depan matanya. Lia hanya ingin membahagiakan kedua orang tuanya, dia tidak ingin menjalin hubungan terlebih dahulu meski banyak pertanyaan kapan dia mau menikah. Tapi Lia memiliki prioritas lain, dan kedatangan Jevin seketika membuat seluruh prioritasnya berantakan. Hatinya di buat bimbang dan penuh tanya, jujur saja dia memang sudah mempersiapkan apa yang harus dia lakukan jika suatu hari akan ada seseorang yang serius dengannya. Tapi dia tidak menyangka akan secepat ini. Apa lagi orang tersebut bukan orang sembarangan, itu benar-benar tidak pernah terpikirkan olehnya.
Ting Ting Ting
Lamunan Lia seketika langsung buyar setelah mendengar notifikasi dari ponselnya. Dia lalu membuka ponselnya, dia hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar setelah mendapat pesan dari seseorang yang telah membuatnya banyak pikiran.
"Kenapa kamu selalu membuat saya kacau pak. Memangnya salah saya apa?." Gumam Lia kesal dengan Jevin.
Mister Black Forest Aneh π
β Assalamualaikum Khadijahku selamat malam. Apakah kamu sudah sholat maghrib. Saya harap kamu selalu mendoakan saya di setiap sujud kamu.
Lia lagi-lagi di buat tertegun oleh isi pesan dari Jevin. "Saya tidak mendoakan anda pak. Saya hanya mendoakan calon jodoh saya. Dan saya tidak ingin punya jodoh yang kelewat pede seperti anda." Sungut Lia.
__ADS_1
My Lovely Future Wife π
β Selamat malam pak. Saya sudah sholat maghrib kok pak, dan saya tentu saja akan selalu mendoakan calon jodoh saya. Dan sudah pasti jodoh saya kelak bukan anda.
Mister Black Forest Anehπ
β Bagaimana kamu bisa kamu seperti itu. Memangnya kamu tahu siapa jodoh kamu kelak. Siapa tahu saya adalah jodoh kamu. Saya yakin seratus persen.
Lia hanya bisa memutar bola matanya dengan malas setelah membaca pesan yang kelewat pede dari Jevin.
Mister Black Foret Aneh π
β Hay bagaiman rasa makanan yang saya buat? Lezat tidak? Dan apakah kamu sudah membaca surat dari saya?
Lia semakin cemberut saat mendapatkan sereteran pertanyaan dari Jevin. Dia lalu membalas pesan dari Jevin dengan emosi.
My Lovely Future Wife π
β Masakan anda rasanya tidak enak sekali pak. Bikin saya ingin muntah rasanya. Memangnya bapak memberi saya surat.
Lia menatap dengan puas setelah berhasil mengirim pesan tersebut dan sudah di baca oleh Jevin.
Mister Black Forest Aneh π
β Ohh.. Makanan buatan saya aneh ya..
Lia melotot saat melihat balasan dari Jevin yang terlihat seperti tersingung tersebut, sontak saja dia langsung panik dan langsung membaca kembali pesan yang baru saja dia kirim kepada Jevin. Seketika itu juga Lia langsung melemparkan ponselnya ke kasur. Dia memejamkan matanya tidak berani memegang ponselnya yang terus berdering.
'Mati gue mati.. Bisa di pecat gue, aih.. Lia bodoh, kok bisa-bisanya elo ngirim pesan seperti itu. Aduhh padahal makanan dia enak banget, aihh kenapa elo nurutin emosi loe sihh..' Rutuk Lia dalam hati.
Lia hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang terbawa emosi oleh Jevin. Seakan melupakan bagaimana dirinya tadi di buat bimbang dan banyak pikiran. Tapi saat berinteraksi langsung malah jadi emosi dan mencak-mencak sendiri.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa dukungannya teman-teman ππ