
" Eee jangan di majukan begitu bibir nya nanti abang kelepasan lagi apa sayang akan tanggung jawab he he he." ucap Ray sambil becanda.
" Abang ihhh yang di pikirin itu terus deh, abang tidak mikirin perut Mesya yang sudah keroncongan ini." Ucap Mesya sambil menggerutu.
" Maafin abang ya sayang." Ucap Ray merasa berslah sampai mengabaikan kondisi perut istri nya
" Makan dimana sayang." Tanya Ray.
" Hmmm, makan di bawah saja deh bang, tapi nanti pasti nanti mereka meledek kita deh." ucap Mesya.
" Tenang saja sayang kan ada abang, tapi emang sayang sudah tidak sakit lagi, dan yakin mau jalan ke bawah." Tanya Ray.
" Sudah tidak terlalu kok bang, ini tadi Mesya sudah minum pereda nyeri." Jawab Mesya.
" Lho kok minum obat? dari mana obat nya kan abang belum keluar." Tanya Ray.
" Abang lupa ya Mesya ini kan dokter, semua sudah Mesya siapin di tas Mesya, kan jaga jaga kalau nanti ngerasain ah, sudah lah tidak usah di bahas lagi, kan pasti nya abang juga sudah mengerti." Ucap Mesya yang bangkit dan memakai hijab nya.
__ADS_1
" Oh iya ya sayang, abang lupa kalau istri abang ini seorang dokter ya sudah yuk kita turun." Ajak Ray.
10 menit kemudian akhir nya mereka sampai di restoran hotel, terlihat semua keluarga sedang berkumpul di satu meja panjang, karena bertepatan waktu nya jam makan Siang, Ray dan Mesya pun di sambut dengan tepuk tangan saat mereka turun.
" Gila pengantin baru, siang aja baru turn, lembur bro..." Ucap Adit yang mulai menggoda.
" Ya iya lah loe gak lihat apa apa rambut Ray masih basah berartu itu baru kelar bro. Ha ha ha ha." Ucap Irsyad yang ikut membuat suasana semakin riuh.
Mesya hanya bisa tersenyum sambil bersembunyi di belakang bahu Ray.
" Iya padahal sudah berhenti lho jalan nya. Bianca ikut juga. Dek tuh ada kursi kenapa masih berdiri saja, Ray tidak akan hilang kok." Ucap Khayla.
" Wih coba kita lihat yuk rambut nya adik, ikut basah juga tidak." Sahut Sindi.
" Berapa kali dek main nya, dari malam sampai siang pasti nya ya." Tanya Lian.
" Tidak lupa sholat subuh kan." Tanya Juna.
__ADS_1
" Dek gimana rasa nya, beda tidak." Tanya Sandi berikut nya.
Semua orang di sana menggoda ke dua pengantin itu.
" Hus kalian ini apa tidak kasihan sama adik adik kalian, kalian seperti tidak pernah saja. Jangan coba coba tanya tanya." Ucap mommy dan ibu bersamaan.
" Untuk bang Lian, maaf ya, aku tidak bisa menjawab, kalau mengenai sholat subuh kita berdua tidak lupa kok bang, Rasa enak bang, kan baru kali Ray merasakan nya untuk loe Dit, apa mau gue pecat." jawab Ray yang menjawab pertanyaan ke tiga abang nya dan sahabat nya.
Mesya bertanya tanya kenapa suami nya bilang baru ini, maksud nya apa gitu, tapi Mesya memilih lebih baik bertanya nanti saat bersama dengan Ray saja.
" Plak, abang jangan gitu kak Adit kan juga teman abang, lagian yang di omongin mereka benar kok, tidak boleh bohong, bohong dosa." Jawab Mesya sambil menepuk pelan lengan Ray.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1