
"Darah." Mata nya membulat melihat darah segar mengalir melewati kaki nya hingga berceceran di lantai kamar nya.
"Auww ini sakit sekali, mama tolong Sindi ma." Dengan sekuat tenaga yang ia miliki Sindi mencoba melangkahkan kaki nya tapi terasa seperti ada yang mengganggu langkah nya, ia kembali terduduk
"Mommy."
"Mommy."
"Mommy." Sindi berteriak sekeras keras nya meski fakta nya suara tidak lah terlalu keras untuk di dengar, dengan susah payah Sindi mencoba untuk merangkak keluar kamar nya, "Hiks...hiks..hiks... aku kenapa." air mata Sindi sudah mengalir bercampur keringat dingin yang mengalir deras di dahi nya
"Sayang kamu baik baik saja kan?." Sindi mengusap perut nya yang terasa sakit, ia lebih takut terjadi hal buruk pada bayi nya saat ibu melebihi rasa sakit yang ia rasakan.
"Hiks...hiks...hiks... mommy dimana mommy, tolong Sindi mom, Sindi takut bayi Sindi kesakitan di dalam sana." Sindi sudah berhasil membuka pintu kamar nya, kini ia terduduk di depan pintu kamar nya, mata nya mencari cari siapa tahu ada orang di sekitar nya, tapu ternyata nihil semua orang seperti nya berada di lantai bawah rumah nya.
"Siapa saja ku mohon tolong aku, tolong selamatkan anak ku." Ucap Sindi lirih, Sindi mulai merasa tubuh nya melemas, tangan mya sudah tidak mampu menopang tubuh nya, kesadaran nya mulai menurun, pandangan nya melihat sekeliling menjadi kabur.
__ADS_1
"Bang Irsyad."
"Bang,." Akhir nya Sindi terjatuh tersungkur dan tanpa sengaja tubuh nya jatuh menyenggol sebuah guci besar di dekat nya sampai membuat guci besar itu jatuh dan bergulir melewati anak tangga hingga akhir guci besar itu pecah menjadi serpihan serpihan kecil.
Pyarrrr
Suara guci besar itu sangat nyaring dengan cepat para pelayan mencari sumber suara itu, bibik dengan cepat melihat ke atas, betapa terkejut nya bibik mendapati Sindi berlumuran darah di kaki nya.
"Non...non Sindi bangun non, tolong tolong tolong non Sindi pingsan." Bibik berteriak histeris, mendengar suara bibik yabg berteriak teriak para pelayan bergegas menuju ke atas tempat Sindi tidak sadarkan diri.
"Astagfirullah non, non kenapa bisa sampai seperti ini, non." mommy mendengar suara teriak bibik yang menyebut nama Sindi, mommy langsung menuju sumber suara bibik
"Apa yang kalian lakukan cepat bawa menantu ku ke RS." Ucap mommy dengan menahan air mata nya
"Cepat kalian siapkan mobil untuk membawa nya, apa kalian patung tidak bisa berfikir dengan cepat, Ya Allah selamatkan cucu dan menantu ku, sayang bertahan lah." Lanjut mommy
__ADS_1
"Kenapa kalian tetap di sini, cepat hubungi suami nya, beritahu putra ku, kalau istri nya akan melahirkan, apa kalian begitu tidak berguna hah." Ucap mommy yang begitu kecewa dengan para pekerja nya yang hanya mematung bahkan mommy tidak kuasa dan ikut menangis.
Salah seorang pelayan bertanya pada pelayan yang lain. "Apa nona muda akan meninggal?."
"Jaga ucapan kamu, cepat siapkan mobil." Jawab pelayan yang lain nya
Pak Bejo datang setelah menyiapkan mobil, dengan tubuh nya yang kekar ia dapat dengan mudah mengangkat Sindi seorang diri.
"Ayo Bejo cepat menantuku harus baik-baik saja, hiks...hiks...hiks...
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...