
Kamu dengar baik-baik, sampai kapan pun saya tidak sudi menerima anak yang kamu kandung, saya tidak may wanita murahan seperti kamu yang melahirkan cucuku."
" Tapi tante ini benar anak mas Ikbal."
" Saya berani bersumpah, saya hanya berhubungan dengan mas Ikbal."
" Apa kamu bilang Tante, panggil saya dengan Nyonya karena kamu tidak lebih baik dari seorang pelayan." mama Ikbal berucap sambil menekankan kata Tante
" Kamu hanya wanita murahan yang tidak sengaja di pakai jasanya oleh anakku, kamu itu..."
" Cukup Nyonya..." Sindi menghentikan ucapan mama Ikbal dengan menekankan kata-kata Nyonya
" Sudah selesai Nyonya, kalau sudah selesai saya akan mengajak putri saya untuk pergi dari sini, tapi ingat suatu saat kalian akan bersujud di hadapan kaki putriku, aku yakin kalian akan menyesal telah memperlakukan putriku dengan begitu keji, ingat itu."
__ADS_1
Sindi, mama Citra dan tante Fitri berlalu pergi meninggalkan makam Ikbal, Sindi berjalan dengan kaki yang begitu lemas karena kondisinya yang belum pulih, Sindi, mama Citra dan tante Fitri sudah keluar dadi area pemakaman
" Tunggu Sindi." Panggil mama Ikbal sambil berlari
" Saya belum selesai berbicara sama kamu Sindi, kamu memang wanita murahan yang pernah saya temui." lanjut ucapan mama Ikbal, tapi baru beberapa langkah Irsyad sudah menghadang maman Ikbal
Sedangkan Sindi tidak mau menghiraukan panggilan dari mamanya Ikbal, dia berjalan dengan langkah cepat agar mama Ikbal tidak bisa mengejarnya, dia sudah terlalu sakit dengan semua cacian yang telah di ucapkan mama Ikbal kepadanya
" Iya dia Sindi, kekasihnya Ikbal, yang mengaku kalau anak yang di kandung adalah anaknya Ikbal, tapi saya yakin kalau anak yang di kandungnya itu bukan anak Ikbal, dasar wanita murahan Sindi, tapi tante sudah lega, kemarin mamanya dan hari ini anaknya yang sudah tante caci, sungguh puas tante telah membuat dua benalu itu pergi dari makam Ikbal, tabte tidak sudi benalu itu hadir dalam kehidupan tante, tante juga tidak mau menganggap anak yang di kandung Sindi adalah cucu tante dan om." Ucap mama Ikbal dengan wajah yang sangat merendahkan
" Ya Allah, selama ini aku tidak tahu kalau sikap mamanya Ikbal seperti ini, tidak seperti biasanya, aku tahu kenapa sampai Ikbal anfal kemarin, sudah pasti sikap om dan tante yang telah membuat Ikbal sakit, sungguh kejam kalian berdua om tante, aku tidak tega dengan keadaan Ikbal selama ini, Ya Allah tempatkan Ikbal di tempat terindahmu, aku semakin yakin kalau aku akan memenuhi janjiku pada mu Ikbal, semoga Sindi mau menerima aku ya Bal, doakan aku disana, kasih tahu Sindi agar dia juga mau menerima aku, tapi aku tidak tahu Sindi wajahnya bagaimana, aku lama tadi saat akan masuk ke makam, gara-gara aku angkat telp dari RS, andai saja aku masuk bersama dengan tante dan Dita." Ucap Irsyad dalam hati
" Biar saya yang kejar Sindi ya tante." Ucap Irsyad
__ADS_1
" Buat apa kakak kejar wanita itu?." Ucap Dita adik Ikbal
" Ya tadi kan tante memanggil Sindi Dit." Jawab Irsyad
" Apa kakak tidak dengar apa yang di ucapkan oleh mama tadi, biarkan benalu itu pergi dan tidak mengganggu keluarga Abraham lagi." Ucap Dita yang membela mamanya....
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1