CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 91


__ADS_3

Sepulang dari taman bunga, Sindi dan Irsyad terlihat semakin dekat, Sindi juga terkadang membuatkan bekal untuk makan siang suami nya


Sampai suatu hari jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00 suami nya belum juga tiba di rumah, malam itu hujan turun dengan deras nya membuat Sindi gelisah menunggu kepulangan suami nya, yang biasa nya tidak pernah pulang sampai larut malam begini, berulang kali Sindi menghubungi ponsel suami nya tapi tidak ada jawaban dan membuat perasaan Sindi semakin kalut


Sindi terus mondar-mondir seperti seterikaan yang tidak henti-henti nya membuka korden ruang tamu yang sudah ia tutul sejak pukul 20.00


Setelah mondar-mandir Sindi menuju kamar nya karena ia capek, lebih baik menunggu di dalam kamar saja fikir Sindi, biasa nya suami nya pulang kerja pukul 19.00 sudah sampai di rumah, suami nya tidak pernah pulang telat bahkan selarut ini


" Apa terjadi sesuatu sama bang Irsyad ya, Ya Allah tolong lindungi bang Irsyad dimana oun ia berada." Sindi terus mengucapkan doa untum suami nya

__ADS_1


Karena terlalu malam menunggu suami nya, Sindi akhir nya tertidur dengan posisi miring dan memeluk bantal, sekitar pukul 00.30 dini hari Irsyad baru sampai di rumah, ia segera masuk ke kamar dan mengambil baju yang sudah di siapkan oleh Sindi di atas temlat tidur


Irsyad pulang terlambat karena saat hendak pulang dari klinik, ada seseorang pasien korban tabrak lari yang di bawa ke sana, karena posisi hujan deras juga, di sana tidak ada ambulan Irsyad berinisiatif untuk menolong pasien membawa ke RS yang lebih memadai alat-alat nya, karena posisi pasien saat di bawa sudah tidak sadarkan diri dan terlihat banyak mengeluarkan darah, Irsyad membantu mengangkat pasien masuk ke dalam mobil jya dan membawa ke RS, saat mengangkat pasien Irsyad tidak menggunakan payung membuat tubuh Irsyad basah kuyup


Dengan tubuh bayas kuyub Irsyad mulai merasakan tubuh nya kedinginan, Irsyad terus melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, saat sampai di RS, Irsyad tidak segera pulang, ia memastikan bahwa pasien di tangani dengan baik terlebih dahulu, saat pasien di rasa sudah mendapat perawatan yang baik dan keluarg nua juga sudah tiba di sana Irsyad berpamitan pulang kepada keluarga korban


" Entah kenapa cuaca dingin seperti ini Sindi malah menggunakan pakaian yang terbuka seperti ini, apa Sindi tidak kedinginan." Ucap Irsyad saat melihat Sindi hanya menggunakan piyama tidur tanpa lengan dengan belahan dada yang cukup lebar, membuat jiwa seorang lelaki Irsyad menjadi bergelora


" Aghhh sial-sial, kenapa kamu menyiksaku di saat seperti ini Sin?." Irsyad berdecak kesal pada Sindi yang nampak begitu nyenyak dalam tidur nya

__ADS_1


" Seperti nya Sindi tidur sangat nyenyak, jika aku menyentuh sedikit saja tidak akan terbnagun kan, he...he...he...." Fikir Irsyad sambil tersenyum menyeringai di wajah Irsyad


Entah keberanian datang dari mana, pertama Irsyad menyentuh pipi nya yang mulus, nampak tidak ada respon dari Sindi, membuat Irsyad semakin berani mendekat ke arah Sindi yang masih tidur dalam nyenyak nya


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


__ADS_2