
" Dasar Adit, sayang mau makan apa???. " Tanya Ray yang menawarkan sesuatu pada istri nya.
" Em, ada rawon bang di sini, Syasya may rawon saja ya, abang mau makan apa." Tanya Mesya kembali pada suami nya.
" Samain saja ya sayang, abang mau itu juga." Jawab Ray.
" Ya sudah." Jawab Mesya lalu memanggil pelayan dan segera memesan dua porsi rawon dan jeruk nipis hangat, untuk nya dan untuk suami nya.
" Sayang nanti pulang kerja jam berapa?." Tanya Ray sambil mengeratkan sebelah tangan nya di pinggang istri nya.
" Jam 4 sore, Syasya sudah pulang kok bang, abang sendiri pulang jam berapa?." Tanya balik Mesya pada Ray.
" Nanti abang jemput ya, abang juga pulang nya jam segitu, oh iya sayang nanti abang mau ajakkin sayang ke rumah kita, biar besok saat hari sabtu kita bisa beli perlengkapan apa saja yang di butuh kan untuk mengisi rumah kita." Ucap Ray.
__ADS_1
" Kok cepet banget bang, emang nya kita sudah mau pindah." Tanya Mesya kembali.
" Iya sayang lusa kakak dan kakka ipar serta keponakan kita sudah balik ke Indonesia lagu, jadi minggu depan kita sudah bisa pindah ke rumah kita." Jawab Ray.
Mesya hanya mengangguk tanda setuju karena Mesya pun merasa ingin hidup mandiri menjadi istri yang mengurus semua keperluan suami nya dan kebutuhan rumah nya, itu lah impian Mesya dulu menjadi ibu rumah tangga seutuh bya, meski kini dia berprofesi sebagai dokter, tapi sekarang ada suami nya yang akan menjadi prioritas nya.
Setelah menghabiskan makan siang nya, Mesya kembali ke RS untuk menyelesaikan pekerjaan nya dan Ray juga kembali ke kantor.
Ray pun kini metting dengan Adit, dan beberapa investor yang akan segera membuka tambang baru di daerah Kalimantan setelah metting selesai.
Wildan adalah sekretaris Ray di kantor, tapi kalau di luar baru
Memang sedari kemarin Wildan tidak bekerja karena mama nya sedang sakit dan di rawar di RS mikik keluarga Ray.
__ADS_1
" Alhamdulilah sudah baikan kok Ray, tadi gue sempet kesana untuk melihat kondisi nya mama Wildan, sorry kalau gue tidak kabarin loe, karena saat itu gue habis dari rumah mama, jadi mampir sekalian." Jawab Adit yang merasa tidak enak.
" Tidak masalah, malah gue seneng setidak nya di antara kita masih ada yang jenguk mama nya Wildan, tapi sebenar nya mama nya Wildan itu sakit apa Dit?." tanya Ray.
" Biasa jantun nya Ray, selama ini yang di keluhkan sama mama nya Wildan kan jantung, mungkin kecapean jadi langsung kambuh, tapi untung nya Wildan masih ada di rumah saat jantung mama nya kambuh." jawab Adit
" Iya Dit, Insya Allah besok gue akan kesana sama istri gue, apa loe mau bareng sama kita?." tanya Ray sambil menggoda.
" Ogah gue bareng loe sama istri loe, bisa bisa jadi obat nyamuk abadi gue, lebih baik gue berangkat sendiri saja, siapa tahu di jalan nanti ada bidadari yang mau gue ajak kenalan, syukur syukur bisa gue nikahin saat itu juga." jawab Adit sambil terkekeh mengingat kata kata yang telah keluar dari mulut nya.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...