
Setelah makanan mereka tiba, mereka memakan makanan itu penuh dengan hikmad, tidak ada yang berani berbicara disaat mereka berada di meja makan,
" Bang." panggil Daddy
" Iya Dad."
" Ada yang mau Daddy sama Mommy bicarakan dari kemarin nak." Sambunh Tika
" Apa Mom?."
" Begini nak, Mommy ingin bertanya sama kalian, apa kalian bertengkar? karena sejak tadi pagi Mommy dan Daddy lihat kalian berbicara seperlunya saja, Mommy kasih saran ya nak, bukannya Mommy dan Daddy untuk menggurui kalian, Kami juga masih belajar dalam rumah tangga, kami tahu usia pernikahan kalian baru hitungan hari, dan kalian menikah pun dengan cara yang kurang pas itu menurut kami, tapi kami yakin kalah kalian itu saling menyayangi dengan seiringnya waktu pasti kalian akan saling mencintai nak, memang sulit untuk menyatukan 2 kepribadian yang hampir sama, Abang yang pendiam, sedangkan Ais yang juga pendiam, kalau yang satu lagu jadi api satunya jadi air nak, kalau sama-sama jadi api apa akan selesai masalah kalian, dulu Daddy dan Mommy juga di jodohkan sama Omma Oppa dan kakek tapi kami mencoba untuk saling menerima meskipun di awal rumah tangga kami tidam ada Cinta, tapi kami selalu memasrahkan diri kepada Allah untuk memantapkan hati kami yang bimbang, hanya Allah tempat kita memohon, Hanya kepadanyalah kami berserah diri, dan di dalam rumah tangga pasti akan ada cobaan yang silih berganti, tapi kami yakin kalau Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kekuatan hambanya, jadi tolong kalian bicarakan baik-baik ya, sepulang dari sini Mommy dan Daddy tidak mau melihat kalian seperti ini, kalau memang kalian butuh untuk teman curhat, jangan malu sama kami nak, kami adalah orang tua kalian, kami akan selalu ada buat kalian, meskipun kalian sudah menikah selamanya kami akan menganggap kalian adalah putra putri kecil kami." Ucap Tika panjang lebar
__ADS_1
" Terima kasih Mommy Daddy," Juna langsung memeluk kedua orang tuanya, sedangkan Ais meneteskan air matanya, dia merasa memiliki keluarga yang sangat menyayanginya
Juna melepas pelukannya. " Mom, Dad, sebenarnya kami tidak bertengkar, cuma ada kesalah pahamannya aja, ya mungkin bener apa yang di ucapkan sama Mommy tadi, kalau kita harus menyatukan 2 sifat kami ini." Jelas Juna
" Baguslah kalau begitu, terus untuk momongan bagaimana Son." Tanya Bagas pada putra itu
" Iiiiiitu Dad." Jawab Juna gugup karena dia tidak mungkin bilang kalau dia belum menyentuh Ais
Bug, Tika memukul bahu Bagas
" Mas sudah, kasihan mereka, kayak mas gak pernah muda aja." Tika menengahinya, karena Tika melihat wajah Juna dan Ais memerah
__ADS_1
" Sudah sayang, jangan dengerin ucapan Daddy kalian, Daddy kalian kalau bicara tidak pakai rem."
" 😀😀😀. Pasti kalia belum melakukannya ya. Ah son kenapa kamu lemah sekali." Ejek Daddy pada Juna
" Abang tidak lemah Dad, tapi Abang masih bisa menahannya, apalagi Ais masih sekolah juga, sekolahnya kan juga masih kurang beberapa bulan lagi, Abang juga tidak mau mengganggu konsentrasi Ais," Jelas Juna yang tidak terima di ejek oleh Daddynya, tapi Juna tahu kalau Daddynya hanya bercanda
" Apa kamu kuat Son, dulu Daddy juga begitu sama persis seperti kamu, sok-sok an kuat untuk menahannya, tapi kalau sudah di kamar berdua terus Mommy mu ini membuka hijabnya dan menganggi baju tidurnya wah, tegangan Voltase Daddy langsung naik 1000 Voll, ehhh bakan lebih, kalau kamu son sudah tahu rasanya pasti kamu tidak akan membiarkan Ais kemana-mana."
🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalin jejak ya kak, terima kasih, Happy Reading ❤
__ADS_1