
" Iya sayang, sakitnya akan berubah nikmat... adik tenang saja ya." Ucap Sandi
Sandi melakukan dengan perlahan tapi sulit untuk menerobosnya karena terlalu sempit dan itu membuat Sandi jadi kesel karena Sandi sudah tidak kuat menahan hasratnya,, dan akhirnya sambil menutup mulut Kay dengan tangannya, Sandi memaksa dengan dua kali hentakan dan keluarlah cairan berwarna merah dan itu membuat Kay berteriak dan menangis sambil menggigit tangan Sandi..
Suara-suara rintihan Kay terdengar seperti nyanyian bagi Sandi yang membuat naluri kelakian Sandi bangkit, saat penyatuan seutuhnya berhasil dan hampir dua jam mereka bertempur akhirnya Sandi tumbang juga, NAfas keduanya terengah-engah bersamaan dengan bergetarnya dengan irama cinta antara keduanya.
Sandi membelai lembut Kay, lalu mencium kening istrinya dengan penuh perasaan cinta begitu dalam.
" Bagaimana rasanya, hmmm?." Tanya Sandi sambil mengecupi bibir Kay yang masih basah, Kay tertawa kecil sambil menepuk-nepuk dada Sandi saat laki-laki itu menggila, malah membuatnya sesak. akhirnya mereka tertidur dengan saling berpelukan dengan selimut yang menutupinya
🌹🌹🌹
" Sayang, bangun udah Ashar." Sandi mengusap pipi Kayla dan beberapa kali menciuminya
" Ehh..... capek mas badannya." Kayla masih memeluk suaminya tanpa membuka mata
" Maafin mas ya, minta tambah terus adik gemesin." Sandi memeluk istrinya
" Mas tanggung jawab, badan Kay capek semua
" Mas sudah tanggung jawab sayang, mas sudah jadi suami adik." kelekar Sandi
" Bukan itu mas, badan Kay rasanya remuk semua."
__ADS_1
" Iya nanti mas panggilin refleksi ya, sekarang mandi sholat Ashar." Sandi membuka selimut yang menutup badan mereka dan duduk di tepi ranjang
Kayla mulau menggeliatkan badannya
" A....aaa." Kayla meringis
" Masih sakit sayang?." Tanya Sandi , dan membuat Sandi tidak tega
" Iya mas , kok tidak bilang sih kalsu bikin sakit begini."
" Mas juga tidak tahu sayang, kalau bakal sakit gitu." Sandi membantu Kayla untuk duduk
" Mas jahat." Kayla memukul pelan lengan Sandi
Sandi mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi." Kayla bisa sendiri mas."
" Mas tidak yakin adik sekarang bisa jalan." Sandi mengisi bath up dengan air hangat untuk Kayla mandi
" Mas mandi di shower aja, adik berendam dulu sebentar biar kembali segar badannya."
" Iya....mas." Kayla masih menguap
Selesai aktivitas mandi, mereka keluar kamar mandi dengan rambut basah, kemudian melaksanakan sholat Ashar berjamaah, selesai sholat Kayla masih nampak malas-malasan dan tersungkur di sajadahnya
__ADS_1
"Kenapa sayang masih nagtuk?." Tanya Sandi, Sandi mengusap kepala istrinya
" Badan Kay pegal semua mas." Kayla memiringkan kepalanua dan menatap malas ke Sandi
" Adik ngegemesin kalau kayak gitu." Sandi nencubit hidung Kayla
" Hem.... mas sakit." Jawab Kayla dengan suara manja
" Beresib dulu mukenahnya, mas panggilib terapis." Sandi mengangkat tubuh Kayla
" Kayla bisa sendiri mas." Kayla melepas mukenahnya dan membereskannya. Sandi hanya memandangnya sambik tersenyum. Sandi mengingat permintaanya tadu hingga membuat Kayla jadi lemas
" Mas kenapa senyum-senyum." Tanya Kayla yang duduk di samping Sandi
" Sini mas pijitin." Kayla langsung membelakangi suaminya dan duduk bersila di sofa
Tapi bukan Sandu kalau tidak jahil, bukan memijitnys malah memeluk dari belakang dan meletakkan kepalanya di pundak Kayla
" Mas gimana sih katanya mau mijitin." Kayla cemberut
" Maafin mas ya, dah buat adik capek begini." memeluk erat Kayla
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...