
" Sayang." panggil Ray.
Ray melihat istri yang dengan nafas tersengal sengal bersandar di dinding kamar mandi dengan keringat di dahi nya yang banyak serta wajah yang pucat.
" Sayang, kamu kenapa? apa kamu salah makan?." tanya Ray
Mesya tidak bisa bersuara, ia hanya menjawab dengan gelengan kepala saja, tiba tiba Mesya merasakan mata nya mulai tidak kuat.
Buggg.
Ray langsung menangkap tubuh sang istri sebelum terjatuh ke lantai.
Ray langsung menggendong Mesya dan meletakkan di atas tempat tidur.
Ray membuka hijab dan memberikan minyak kayu putih sang istri agar Mesya segera siuman.
Beberapa saat kemudian Mesya siuman.
" Sayang." panggil Ray pada Mesya.
__ADS_1
" Apa yang sakit sayang." lanjut Ray
" Pusing saja bang, perut Syasya mual." ucap Mesya
" Ya sudah sayang istirahat dulu saja, tidak usah kemana mana lagi, biar semua nya di kerjakan oleh bik Ida dan anak anak di pegang oleh Tia." ucap Ray penuh dengan penekanan.
Mau tidak mau Mesya mengikuti apa yang di minta oleh sang suami.
Beberapa hari kemudian, kondisi Mesya sudah baik kan.
Mesya melihat jam dinding menunjuk kan waktu kepulangan ke empat jagoan nya.
Setelah menjemput ke empat jagoan, Mesya membawa ke empat nya untuk mengunjungi Ray.
Dalam perjalanan di dalam mobil, ke tiga putra kembar nya bernyayi sedangkan sang kakak hanya diam mengamati pemandangan pohon pohon yang berada di pinggir jalan.
Setelah bersekolah, Arka dan Ran semakin aktif dan tidak pendiam lagi, sedangkan Arion masih seperti semula, meskipun begitu ke empat putra Ray dan Mesya tetap tidak mau kalah dengan teman teman nya di sekolah, Langit dan Arka selalu menjadi juara kelas, Ran dan Arion selalu menjadi juara dalam hal olahrga, sudah banyak medali dan pial ke empat putra nya itu.
Begitu sampai di kantor sang ayah, ke tiga nya lari, Langit berjalan di sebelah sang bunda. Untuk naik ke lantai atas, dimana ruangan kerja Ray berada.
__ADS_1
Karena sudah sering ke kantor ayah nya, mereka selalu mendapat sapaan dari karyawan kantor ayah nya, tapi yang membalas hanya Arion saja, sedangkan ke tiga kakak nya hanya diam dan memasang wajah dingin dan datar. Mesya yang berada di belakang mereka juga ikut membalas sapaan dari karyawan suami nya.
" Dad." teriak ke empat nya pada Adit.
" Wah jagoan daddy . mau ketemu ayah ya?." tanya Adit. ke empat nya menganggukkan kepala nya.
" Boleh." tanya Arion.
" Tentu boleh nak." jawab Adit.
" Ayo dad tolong antarkan." ucap Arion yang langsung naik ke gendongan Adit.
Adit menerima saja. Bagi ia dan Yeni, baik anak dari Ray, Wildan, Tio atau pun Adam sudah di anggap seperti anak nya sendiri, karena mereka juga menganggap anak Adit dan Yeni seperti anak mereka sendiri.
" Kan, tidak usah, pasti saat ini kakak sedang sibuk, biar kita saja yang ke ruangan ayah mereka." ucap Mesya yang merasa tidak enak pada Adit.
" Tidak repot kok Sya, tenang saja, Ray pasti senang kalau anak dan istri nya datang ke kantor, dari tadi Ray bilang kalau rindu kalian." Jawab Adit.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...