
" Bang Ais mau pulang sekarang ya!, Pinta Ais pada Juna
" Baiklah, kita pulang ya sayang," Juna menuruti keingingnan Ais
Disepanjang jalan pulang menuju ke Villa, tangan keduanya saling bergandengan,Juna dan Ais terus menunjukkan wajahnya penuh senyuman, berkali-kali Juna menncium kening Ais, Juna tidak memperdulikan semua orang yang melihatnya, begitu pun dengan Ais, mereka berdua hanya berfikir dunia milik beruda yang lainnya Ngekos dulu, hahahaha
Setibanya didalam kamar, Juna langsung memeluk Ais dari belakang,
" Sayang,"
" Iya bang."
" Apa boleh abang meminta hak abang sebagai suami?." Tanya Juna pada Ais, Juna tidak mau egois kalau memang Ais masih belum bersedia, Juna tidak akan memulainya
Deg
" Bang, jantung Ais Dag Dig Dug." Ucap Ais dengan polosnya
" Abang juga sayang,"
Juna mengarahkan tangan Ais kedadanya,
" Sama kan sayang, apa abang boleh?." Tanya Juna lagi
Ais menganggukan kepalanya," Tapi Ais ganti baju dulu ya bang."
" Iya, jangan lupa sekalian ambil air wudhu dulu sayang, kita sholat dulu ya."
Ais menganggukan kepalanya,
Ais menuju ke kamar ganti, Ais teringat kalau sampai disini setiap malam harus memakai hadiah yang dari Mommy," Isinya apa ya?."
Ais membuka paper bag matanya melotot dengan mulut yang terbuka juga
" Ini baju apa? tipis seperti tidak memakai baju, tapi Ais harus menghargai pemberian Mommy." Akhirnya Ais memakai pemberian sang mertua
__ADS_1
Selama dikamar mandi Ais menatap pantulan dari cermin, seperti wanita penggoda, tapi Ais tidak ingin membuat suaminya kecewa, mau tidak mau Ais harus memakainya, tapi Ais menutupinya dengan baju lapisan luarnya hingga tak terlihat kalau dalamnya penuh dengan kejutan.
Ais mengambil air wudhu untuk sholat sunnah
Sedangkan Juna juga teringat sama kado yang diberikan oleh Daddy, Juna membuka diam-diam selama Ais berada di kamar mandi.
" Apa-apaan Daddy ini, apa Daddy fikir Juna tidak kuat apa, ah akan Juna buktikan kalau Juna bisa tanpa menggunakan ini.
Cekrek
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka
Jantung Ais dan Juna berdebar begitu hebat
" Abang kenapa ya, kenapa melihatku seperti itu, apa aku seperti wanita penggoda." Ais berbicara dalam hati
Juna berdiri lalu menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu juga
Setelah selesai sholat berjamaah mereka beruda merapikan perlengkapan sholat mereka, Juna memandang Ais, Juna mendekat wajahnya pada Ais yang masih setia duduk di pangkuan Juna.
" Bang, abang mau apa?." Tanya Ais
" Aba...."
Ais berbicara terpotong karena Juna langsung membungkam bibir Ais, Juna mulai menyentuh tubuh Ais dengan mengecupnya dan memberikan sentuhan-sentuhan yang semakin membuat Ais kehilangan kendali, Juna begitu intens mengecup tubuhnya di bawah sana, hal itu membuat mabuk, danntak dapat menahan hasratnya,
" Bang, abang bener-bener membuat adik gila,,." Ucap Ais reflek menjambak pelan rambut Juna, hal itu membuat Juna lebih memperdalam sentuhannya.
" Babby, You're so delisious," Desis Juna Juna sambil perlahan menaikkan sentuhannya semakin ke atas menyentuh kulit halus Ais dengan sangat lembut.
" Hmm... Bang." Desah Ais yang sudah merasa sangat tergoda
Juna menyeringai saat sentuhannya sudah bergerak memainkan tubuh Ais yang menggantung membuatnya semakin menggila.
Ais yang awal-awalnya hanya diam akhirnya mengikuti gerakan bibir yang diberikan oleh Juna, bibir mereka saling bertautan, tangan Juna bergerak kemana-mana, baju seksi Ais sudah terlepas dan tergeletak di lantai.
__ADS_1
" Mas jangan disini!," Ais berbicara dengan nafas yang ngos-ngosan,
Tapi Juna tidak menjawab sama sekali, Juna menatap dengan tatapan memangsa langsung menganggkat tubuh Ais dan menyandarkan Ais ke dinding kemudian kembali ******* bibir Ais tanpa ampun,
Ais yang takut akan jatuh, akhirnya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Juna dan merangkul kedua tangannya ke leher Juna sambil membalas permainan suaminya yang sudah bertambah buas itu, mereka melakukan itu selama beberapa menit, karena merasa hampir hampir kehabisan nafas Ais langsung memalingkan wajahnya ke samping sambil berkata...
" Bang...nafas adik hampir habis.. abang kenapa seperti kayak gini? permainan abang bikin Ais nggak tahan," Ais terus menggeliat sambil mencengkeram bahu Juna, ketika suaminya itu masih bermain-main di tubuh sensitive Ais
" Ya, abang kan sudah bilang, ini permainan yang panjang, tahan ya... abang keleparan." Tutur Juna yang lansung menghabisi bibir Ais dan keduanya pun saling memeluk.
Juna membalikkan tubuh Ais dengan posisi Ais berada di atas tubuh Juna dengan bibir masih saling menyatu.
Dengan hasrat yang kian membara, keduanya saling memandang," Dasar gebit." Ucap Ais sambil tertawa melihat Juna yang begitu ganas sedang mengincar sebagai mangsa empuk.
" Adik lebih genit tau, Abang sudah tidak tahan sayang, abang sudah menahannya selama ini, setiap hari adik selalu menggoda abang, abang terus menahannya sampai adik lulus sekolah, sekarang adik sudah lulus jadi tidak ada yang perlu di tahan lagi, layani abang ya sayang, abang sudah tidak kuat menahannya," Ucap Juna dengan pandangan memohon.
" Kamu cantik luar dalam sayang," Ucap Juna dengan mata sayunya...
Akhirnya Ais membalas ciuman suaminya, Juna mengangkat pinggul Ais, merenggangkan kedua kaki setelah itu Juna menatap Ais dari ujung kepala sampai ujung kaki dan berkata....
" Adik siap?." Tanya Juna
Ais menganggukan kepalanya
Dan setelah itu dia memulai mengarahkan senjatanya yang sudah siap tempur ke sasarannya tapi dengan wajah yang takut Ais akan menahannya sambil berkata... " Pelan-pelan ya bang...! Adik takut..." Ucap Ais
" Iya sayang, sakitnya akan berubah nikmat... adik tenang saja ya." Ucap Juna
Juna melakukan dengan perlahan tapi sulit untuk menerobosnya karena terlalu sempit dan itu membuat Juna jadi kesel karena Juna sudah tidak kuat menahan hasratnya,, dan akhirnya sambil menutup mulu Ais dengan tangannya, Juna memaksa dengan dua kali hentakan dann keluarlah cairan berwarna merah dan itu membuat Ais berteriak dan menangis sambil menggigit tangan Juna..
Suara-suara rintihan Ais terdengar seperti nyanyian bagi Juna yang membuat naluri kelakian Juna bangkit, saat penyatuan seutuhnya berhasil dan hampir dua jam mereka bertempur akhirnya Juna tumbang juga, NAfas keduanya terengah-engah bersamaan dengan bergetarnya dengan irama cinta antara keduanya.
Juna membelai lembut Ais, lalu mencium kening istrinya dengan penuh perasaan cinta begitu dalam.
" Bagaimana rasanya, hmmm?." Tanya Juna sambil mengecupi bibir Ais yang masih basah, Ais tertawa kecil sambil menepuk-nepuk dada Juna saat laki-laki itu menggila, malah membuatnya sesak. akhirnya mereka tertidur dengan saling berpelukan dengan selimut yang menutupinya
__ADS_1
🌷🌷🌷
Udah saya buatkan cerita ML nya ya kak, jujur buat bab ini badanku panas dingin, silahkan berimajinasi sendiri sesuai dengan versi masing-masing ya, jangan lupa tinggalin jejak ya. Happy Readinh ❤😘