CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 18


__ADS_3

" Bang jangan begitu sama adiknya ah, dan kamu kak, adek, kalian masih bisa bermanja sama abang Juna, abang Juna pasti senang kalau adik-adiknya bermanja sama abangnya sendiri, tapi memang ada benarnya apa yang di ucap abang Irsyad kalau abang kalian sudah menikah pasti disaat bermanja tidak seperti dulu, tapi Daddy yakin kalau istri abangmu itu paham, dan Daddy pesan, kalau memang nanti istri abang kalian membolehkan, kalian harus tetap ijin pada istrinya, dan untuk kalian ber 4 kalau masuk ke kamar abang kalian, kalian jangan langsung masuk ya, ingat abang kalian itu sudah Menikah, paham." Tegas Daddy dan menekankan kata-kata menikah


" Paham Dad." jawab mereka serempak


🌹🌹🌹


Setelah menyelesaikan urusan kepindahan sekolah Ais, Juna, Ais dan Pak Adam bersiap-siap untuk pulang ke Surabaya, karena pekerjaan Juna tidak bisa di tinggalkan.


" Den, sebaiknya bapak disini saja." Ucap Pak Adam


" Lho kenapa pak, pak mulai sekarang jangan panggil aden lagi ya. panggil saja Juna, saya kan anak bapak juga."


" Jangan Den, aden kan anak majikan saya."


" Pak, sejak dulu kan di keluarga Oppa tidak ada mana pelayan mana majikan, semua sudah di anggap seperti keluarga."

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu saya panggil nak Juna aja ya?."


" Ya sudah tidak apa-apa yang penting bukan aden lagi, dan bapak juga harus ikut kita."


" Nak bapak malu, bapak merasa tidak sepadan dengan keluarga nak Juna lebih baik bapak disini aja, bapak bisa berkebun disini."


" Tidak pak, bapak tadi kan sudah mendengar penjelasan dari saya, kalau bapak disini tidak ada temannya, kalau terjadi apa-apa siapa yang akan membantu bapak, sedangkan kalau bapak ikut kita disana bapak punya teman, ada Oppa, Kakek, dan Daddy, apalagi bapak kan juga akrab sama mereka."


" Baiklah nak." Jawab Pak Adam final


3 jam kemudian rombongan dari Juna sampai


" Wa'alaikumsalam," Jawab semua orang yang berada didalam rumah


" Kak Ais," Ucap Mesya berlari sambil memeluk Ais, lalu di ikuti Kayla dibelakangnya, mereka bertiga berpelukan

__ADS_1


" Selamat datang dirumah kami nak." Ucap Omma


" Terima kasih Omma," Jawab Ais


" Tuan, Nyonya, Den Nona, terima kasih, dan saya minta maaf kalau saya akan merepotkan kalian," Ucap Pak Adam


" Pak Adam berbicara apa, Pak Adam dari dulu sudah kami anggap seperti keluarga, begitu pun dengan Ais, sudah kami anggap seperti cucu kami sendiri, lihat lah Pak, Mesya dan Kayla sungguh bahagia setelah Ais datang." Ucap Oppa


Mereka semua sekarang berkumpul di ruang keluarga, Mesya dan Kalyla tidak mau lepas dari Ais, mereka bertiga duduk berdampingan, sampai Juna harus duduk dengan Irsyad dan Lian.


" Ekhem, coba kemarin siapa yang bilang gini ya, Adik kangen sama abang." Lian menirukan cara berbicara Mesya serta bibirnya yang komat kamit


" Iya ya, biasanya setiap abang pulang kalau adik-adik abang yang cantik ini dirumah pasti langsung peluk abang, tapi sekarang posisi abang sudah tergantikan." Ucap Juna seakan-akan kecewa dengan kedua adik perempuannya


Mesya dan Kayla berdiri dan menghampiri Juna, Irsyad dan Lian mendengus kesal karena posisi duduk mereka langsung digeser oleh 2 princes dirumah ini,

__ADS_1


🌷🌷🌷


Saya meminta maaf kalau ada tulisan yang masih Typo ya kak, jangan lupa untuk tinggalin jejak, Happy Reading ❤


__ADS_2