
Mereka sekarang sudah sampai di rumah, Irsyad menuju kamar untuk menganti baju sedangkan Sindi masih menata belanja yang di beli tadi pada tempatnya
" Bang ini uang yang tadi buat beli baju." Ucap Sindi setelah berada di dalam kamar sambil memberikan uang ke Irsyad
" Sin, duduk sini." Ucap Irsyad
" Sekarang kamu istri abang, semua kebutuhan kamu dan anak kamu abang yang cukupi, jangan merasa tidak enak sama abang, itu sudah kewajiban abang, abang tahu kamu sebelumnya sudah bekerja tapi untuk saat ini kamu jangan kerja dulu ya, tunggu sampai kamu lahiran dan satu pesan abang jangan minta uang sama papa dan mama lagi karena kamu sudah menjadi tanggung jawab Abang sekarang, uang yang kamu punya simpan saja, kalau butuh apa pun jangan sungkan untuk bilang ke abangnya, ini kartu kamu pakai untuk kebutuhan kamu dan rumah ya, setiap bulan abang akan mentransfer uang ke kartu itu,." Ucap Irsyad
" Tapi bang, ini kan bukan anak abang." Ucap Sindi yang sedikit takut
" Sekarang kamu sudah menikah dengan abang, apa yang ada di kamu adalah tanggung jawab abang, jadi anak yang kamu kandung itu juga anak abang, dan sudah menjadi tanggung jawab abang, mulai sekarang tidak ada lagi anak kamu atau bukan anak abang, sampai kapan pun dia menjadi anak kita berdua Oke."
" Terima kasih ya mas."
" Kita istirahat dulu ya, katanya kemarin kamu mau abang antar, jadi istirahat dulu baru kita keluar lagi." Ucap Irsyad dan di jawab anggukan oleh Sindi
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
Mereka sekarang sudah ada di dalam mobil, Irsyad menyalakan mobilnya
" Kita mau kemana Sin?." tanya Irsyad pada Sindi
" Kita kerumah mas Ikbal bang." Jawab Sindi
" APA?????, untuk apa kamu menemui mereka, mereka tidak ada yang menginginkan mamu di sana Sin, lebih baik kita tidak usah kesana." Ucap Irsyad yang takut kalau Sindi akan kecewa sedih dan pastinya akan menangis di saat Sindi di caci oleh mereka
" Sindi tidak mau mereka membenci anak ini selamanya, bagaimana pun juga Sindi mengandung cucu mereka, Sindi mohon bang." Suara Sindi melemas dia benar-benar memohon pada suaminya, dia mengharapkan suaminya akan memenuhi permintaannya
" Sindi mohon bang, kali ini saja biarkan aku....." Sindi belum meneruskan ucapannya sudah di potong oleh Irsyad
" Sin, bukannya abang tidak mau mengantarkan kamu ke rumah Ikbal, abang takut, abang tidak bisa melindungi kamu jika mereka berbuat hal yang akan membahayakan kalian."
__ADS_1
" Kalau sampai terjadi apa-apa pada kalian, abang adalah orang pertama akan merasa menyesa, karena tidak bisa menjaga kalian.
" Bang, Sindi tahu mamanya mas Ikbal memang sedikit keras nada bicaranya, tapi mas Ikbal selalu bilang kalau mamanya adalah wanita yang lembut dan penyayang, jadi dia tidak akan melakukan apa yang abang fikirkan." Jawab Sindi agar apa yang di fikirkan oleh suaminya itu tidak akan terjadi
" Emmm, baiklah." Akhirnya Irsyad bersedia lalu melajukan mobilnya membelah kita menuju rumah kediaman almarhum sahabatnya itu
Di dalam mobil, Sindi lebih sering membuang pandangannya ke arah luar jendela di sampingnya, entah apa yang di fikirkan, sedangkan Irsyad sesekali memperhatikan wajah cantik yang terlihat cemas itu, membuatnya tidak nyaman dan menanyakan apa yang sedang di fikirkan oleh Sindi...
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk Giveaway akan saya umumkan akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1