
Setelah kepergian Irsyad dari rumah, Sindi yang masih berada di luar rumah langsung mendapat cibiran dari para tetangga, tapi Sindi tidak sedikit pun melawan mereka, karena saat ini Sindi harus segera mengeluarkan di suami nya dari sana.
Sampai di dalam rumah Sindi bukan segera menghubungi suami nya malah Sindi mengambil baju yang di pakai suami nya semalam di sertai dengan derai air mata
"Mas Ikbal kenapa keluarga kamu begitu jahat terhadap kami mas, apa salah kami, apa gara-gara aku menikah dengan bang Irsyad mama kamu serta adik kesayangan kamu itu tidak setuju, kalau memang ini semua gara-gara aku, aku tidak mau menikah dengan bang Irsyad, lihatlah mas gara-gara aku menikah dengan bang Irsyad, sekarang bang Irsyad harus menanggung semua nya, bang Irsyad harus masuk penjara, kalau boleh aku memilih lebih baik aku yang masuk ke dalam penjara, dari awal memang aku tidak mau menikah dengan bang Irsyad, tapi aku yakin kalau setiap masalah pasti ada jalan keluar nya, dan aku yakin kalau bang Irsyad tidak melakukan hal melebihi batas, karena bang Irsyad sudah di didik sejak kecil oleh mommy dan daddy." Ucap Sindi sambil memeluk pakaian yang di pakai oleh Irsyad tanpa terasa Sindi terlelap dalam tidur nya di bantal yang biasa nya di pakai oleh Irsyad
...🌷🌷🌷...
Di dalam kantor polisi, posisi Irsyad berada di dalam sel tahanan, Irsyad masih duduk di atas sajadah, rasa nya Irsyad ingin sekali memaki hidup nya, yang entah kenapa di saat ia mulai mencintai istri nya justru masalah datang menghampiri.
__ADS_1
"Ya Allah kenapa, kenapa Engkau memberi aku cobaan sesulit ini, apa yang harus aku lakukan sekarang, Sindi maafkan aku, saat ini pasti kamu sangat terluka, maafkan ketidak berdayaan ku." Irsyad berkata dengan mata mulai memerah, tanpa di sadari air mata nya mengalir rasa nya sangat pedih dan panas hati nya saat ini.
Sampai pagi datang, Irsyad tidak terlelap sedikit pun, malam panjang nya di lalui hanya untuk berdoa meminta di berikan jalan menyelesaikan masalah nya pada Allah.
Sekitar pukul 10.00 pagi, mama Ikbal dan Sindi datang membesuk ke sel tahanan, mama Imbal tersenyum penuh arti, namun Irsyad dengan tegas nya berkata.
"Apa mau kalian datang ke sini?." Irsyad sudah tidak ada ucapan sopan sedikit pun kepada mama dari sahabat nya itu, rasa kecewa marah ingin sekali Irsyad mengungkapan itu semua di hadapan ke dua orang yang telah berhasil memasukkan mereka di dalam penjara tapi Irsyad masih bisa menahan nya
"Mari buat kesepakatan kamu menikah dengan Dita dan tante akan mencabut tuntutan ini." Ucap mama Ikbal. Dita juga ikut tersenyum kemenangan, tapi Irsyad justru menolak mentah-mentah
__ADS_1
Senyum Irsyad menyeringai. "Menikah." Kata menikah itu di tekankan oleh Irsyad. "Jangan harap saya mau menikah dengan putri anda." Jawab Irsyad
"Saya lebih baik memilih membusuk di sini dari pada menikah dengan seorang wanita yang sangat Licik." sorot mata Irsyad mengarah pada Dita, membuat Dita seketika itu kehancuran hati nya, usaha yang di lakukan sia-sia
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...