
"Bukan hanya papa yang kehilangan Ikbal pa, mama yang melahirkan nya, mama yang lebih merasa sakit jika mengingat nya, hiks...hiks...hiks..."Ajeng pun menangis tersedu sedu.
Impian nya selama hidup ia ingin melihat Ikbal bisa menikah dan memberi nya beberapa cucu untuk menemani nya di masa tua, kini sirna semua harapan Ajeng pergi dengan kepergian Ikbal kala itu.
"Ma, kamu jangan bersedih Ikbal sangat tidak bisa melihat mu menangis." Danu mencoba untuk menghibur istri nya yang terlihat sangat terpukul jika mengingat kembali kejadian beberapa tahun lalu.
Danu membawa Ajeng dalam peluk kan nya.
"Mama tahu, ternyata Ikbal memberikan kita kesempatan untuk melihat kembali dalam wujud nya saat masih anak anak ma." Ucap Danu masih dengan memeluk sang istri, sedangkan Ajeng yang mendengar ucapan suami nya langsung melonggarkan peluk kan itu.
"Apa maksud papa???." Tanya Ajeng yang bingung dan penasaran dengan ucapan suami nya.
"Mama masih ingat dengan kekasih yang Ikbal perjuangkan hingga kematian nya datang. Wanita itu ternyata benar mengandung cucu kita, anak nya Ikbal." Ucap Danu.
"Tu...tunggu, apa maksud ucapan papa bicara seperti itu?." Tanya Ajeng.
__ADS_1
"Ma, papa sudah bertemu dengan dia pagi tadi di taman komplek, seperti nya mereka tinggal di sana juga." Jawab Danu.
"Tapi papa tidak tahu seburuk dimana mereka pasti nya tinggal, karena saat itu mereka langsung pergi." Lanjut Danu.
Mata sang suami kembali basah oleh cairan bening yang keluar dari mata nya.
"Pa.. mama tidak mengerti maksud papa apa?." Tanya Ajeng.
"Dia cucu kita, anak dalam kandungan Sindi itu cucu kita, Sindi yang kita sia sia kan sudah melahirkan anak nya Ikbal, cucu kita ma." Ucap Danu.
"Lihat ini." Danu memberikan ponsel nya pada Ajeng dan terlihat jelas wajah Omar sangat mirip dengan Ikbal saat kecil di dalam foto itu. Melihat kebenaran itu Ajeng tidak kuasa menaham tangisan nya, ia menangis sejadi jadi nya, ia teringat atas kesalahan nya di masa lalu.
Betapa diri nya begitu jahat pada Sindi, bukan saja memfitnah Sindi yang mengandung anak laki laki lain, ia juga hampir membuat Sindi menjadi janda karena ulah nya yang ia lakukan pada Irsyad.
"Pa bawa mama untuk bertemu dengan nya pa, mama mohon mama ingin melihat nya juga pa." Pinta Ajeng pada suami nya.
__ADS_1
"Dia dia dia cucu ku pa, dia anak nya Ikbal, hiks...hiks...hiks pa ayo kita pergi menemui nya." Ajeng menarik tangan suami nya untuk mengajak pergi.
Tapi Danu tidak bergeming, ia justru menarik istri nya ke dalam peluk kan nya.
"Kita harus sabar ma, saat ini kita tidak ada yang tahu keberadaan diman, tapi mama tenang saja, tadi Fitri memberikan alamat rumah orang tua Sindi pada papa, dan yang membuat papa senang adalah cucu kita terlahir dalam pernikahan ma, jadi kita tidak perlu khawatir kalau ada orang orang yang mengolok olok nya jika tahu dia terlahir dari luar pernikahan." ucap Danu yang masih memberi ketenangan pada sang istri, agar ia tahu kalau putra dari Ikbal telah lahir di dunia ini
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1