
" Abang sebagai suami yang tidak becus untuk menjaga kalian berdua, abang sayang sama kalian berdua Sin, abang memang tidak melarang kamu menjadi istri dan melayani abang, tapi abang ingin kalian sehat, tadi pagi perut kamu sempat sakit gara-gara abang, abang merasa bersalah Sin, abang selama olah raga tidak konsen, abang selalu memikirkan kondisi kamu dan baby, mangkanya abang buru-buru ingin segera pulang." Ucap Irsyad
Sindi yang mendengar semua ucapan dari bibir suami nya malah membuat tangisan Sindi semakin kencang, Irsyad sampai bingung harus bagaimana
" Sudah Sin jangan menangis lagi, kasihan baby, dia bisa merasakan apa yang kamu rasakan, apa kamu mau punya anak yabg cengeng, abang tidak mau Sin, abang mau baby tumbuh menjadi anak yang kuat dan bermental baja." Ucap Irsyad pada Sindi
" Terima kasih bang." Jawab Sindi
Irsyad dan Sindi keluar dari kamar untuk sarapan setelah sarapan Sindi mengantar suami nya ke depan untuk berangkat kerja
Malam harinya Irsyad dan Sindi masuk ke dalam kamar karena jam menunjukan waktu jam 21.00 malam
Mereka berdua merebah kan di tempat tidur yang sama
Suara adzan subuh sudah berkumandang, Sindi yang bangun terlebih dahulu langsung membangunkan suami nya.
__ADS_1
" Bang, bangun sudah subuh, ayo kita sholat." Ucap Sindi saat membangunkan suami nya
Arghhhh Irsyad merenggangkan otot-otot ny yang terasa kaku, saat merengganggkan oto-otot nya Irsyad membuka mata melihat posisi nya begitu dekat dengan Sindi
" Maaf." Sindi mendengar kata yang terucap dari bibir suami nya Maaf sebelum suami nya pergi meninggalkan Sindi yang masih mematung melihat sikap Irsyad
" Apa maaf, jadi semalam bang Irsyad memeluk tubuh ku dengan tidak sengaja, tapi kenapa hatiku merasa sakit mendengar nya, kenapa aku ingin bang Irsyad memelukku karena memang bang Irsyad mencintai ku, Sin bangun Sin dari mimpi mu, apa yang kamu fikirkan." Sindi membuang hal yang ada di dalam fikiran nya
Setelah sholat Sindi membantu bibik di dapur setelah membersihkan kamar nya, Sindi tidak mau ada orang lain yang memberishkan kamar nya, sedangkan Irsyad seperti biasa ber olah raga keliling desa tersebut
Setelah sarapan Irsyad mempersiapkan diri pergi ke klinik tempat nya di tugas kan oleh pihak RS pusat temlat dia bekerja, saat hendak berangkat kerja Sindi membantu Irsyad membawakan tas nya dan mengantarkan ke deoan rumah dinas mereka
" Belum tahu Sin, nanti abang kabarin ya kalau mau pulang atau makan di luar." Jawab Irsyad
" Emmm iya bang." Sindi memberikan tas dan jas nya kebesaraan Irsyad lalu mencium tangan suami nya
__ADS_1
" Hati-hati ya bang." Lanjut Sindi
" Cup." tiba-tiba Irsyad memberikan ciuman di kening Sindi
" Jaga diri kamu dan baby baik-baik, jangan kerja berat-berat, abang berangkat kerja dulu ya, Assalamualaikum." Irsyad segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Sindi yang masih mematung
Sindi masuk ke dalam rumah dan menuju kamar saat akan membuka pintu kamar bibi berkata." Wah tuan dan non romantis banget ya, seneng saya lihatnya." Ucap bibi
" Bibi bisa saja." Sindi tersenyum
" Saya ke kamsr dulu ya bi." Lanjut Sindi lalu masuk ke dalam kamar
" Iya non," Jawab bibi
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...