
Beberapa kali perawat perempuan itu mengetuk pintu kamar kecil yang Sindi gunakan, tapi tidak kunjung mendapatkan jawaban dari dalam, perawat sedikit panik, akhir nya memutuskan untuk memberitahukan sang dokter.
Sang dokter kandungan akhir nya memberitahukan itu kepada dokter Irsyad kalau istri nya berada di dalam toilet sudah cukup lama tidak berada di dalam. Dengan langkah terburu buru Irsyad melangkah menuju toilet dimana istri nya berada.
"Sayang, abang mohon buka pintu nya." Pinta Irsyad dengan sangat lembut. Dokter dan perawat melihat cara bicara pemilik RS ini merasa iri dengan perlakuan dokter Irsyad kepada istri nya.
"Sayang tolong jawab abang, jika kamu mendengar suara abang." Lanjut ucap Irsyad, tapi Irsyad tidak kunjung mendapatkan jawaban dari balik pintu.
"Sayang percayalah abang akan tanggung jawab jika memang kamu saat ini...." Ucapan Irsyad berhenti setelah mendengar suara pintu terbuka.
"Ceklek."
Pintu terbuka. Sindi memegang alat tes itu di tangannya dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Banggg" ucapnya lirih sebelum akhirnya menumpahkan pelukannya di dada bidang suaminya itu. "Terima kasih bang untuk hadiah hari ini, aku cuman sedikit kaget saja ternyata Allah begitu murah hati padaku, aku baru saja mendapatkan Omar dan sekarang Allah melimpahkan aku dengan Rejeki yang lain nya aku sangat bersyukur bang." ucap Sindi yang masih menangis di dekapan sang suami
"Syukurlah jika kamu ternyata tidak bersedih, abang fikir kamu akan kecewa jika mengetahui nya." Ucap Irsyad.
Sebenar nya Irsyad sudah merasakan jika beberapa minggu ini Sindi menjadi sedikit berbeda, Sindi yang biasa nya tidak pernah suka makanan japanese food, tapi minggu minggu ini selalu minta pergi ke restoran yang menjual menu japanese food, siapa sangka ternyata Sindi sedang mengandung buah cinta mereka berdua.
Sepulang dari RS, kedatangan kedua nya sudah di tunggu tunggu oleh mommy dan juga daddy, yang menunggu nya sejak tadi dengan perasaan cemas.
Setiba nya di rumah Sindi bermaksud untuk mencari jagoan kecil nya tapi mommy menghalangi langkah nya.
"Mommy, Sindi baik baik saja." Sindi tersenyum dengan memperlihatkan raut wajah bahagia.
Mommy dan daddy di buat bingung oleh nya, tapi melihat wajah menantu nya mommy merasa lega, tapi ia juga sangat penasaran dengan penyebab Sindi yang tiba tiba saja tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Mommy dan daddy tenang saja, bukan kan mommy dan daddy menginginkan rumah ini menjadi sedikit lebih ramai dengan adanya lebih banyak anak anak." Irsyad berkata dengan penuh makna.
Dengan sekejap mommy dan daddy merasa sangat bahagia dan bersyukur atas kehamilan Sindi yang kedua kali nya.
"Sindi katakan papa mommy dan daddy apa yang di ucapkan oleh bang Irsyad itu benar nak, apa kamu akan memberi cucu lagi untuk kami nak???." Tanya mommy
Dengan mata berkaca kaca mommy tidak bisa menahan lagi kebahagian yang begitu mengharukan untuk nya saat ini. "Semua yang di katakan sama bang Irsyad benar mom dad, bahkan dia sudah bersama kita sejak delapan minggu yang laku." Jawab Sindi.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...