
" Masya Allah non, saat kemarin bibik lihat non cantik sekali tapi ternyata masih cantik asli ny." ucap bik Ida
" Terima kasih bik, bik tolong bantu Mesya kalau Mesya tidak tahu ya." ucap Mesya dengan suara lembut nya.
" Iya non, rebes deh kalau sama bibik." ucap bik Ida
" Ih, bibik ternyata seru, malah bikin Mesya betah deh." ucap Mesya sambil memeluk bik Ida.
" Non, bibik bau, jangan peluk seperti ini, bibik juga seorang pelayan non. " ucap bik Ida
" Tidak apa apa bik, Mesya malah suka bisa dekat, bibik jangan buat batasan dong, kenapa bik, kita sama sama umat Allah, Allah tidak suka kalau umat nya melihat seseorang dari kasta nya, kalau bibik melihat harta ayah Rio itu salah bik, ayah Rio nanti juga di mintai pertanggung jawaban sama Allah di hari akhir, bagaimana ayah Rio menggunakan harta nya dan masih banyak lagi, jadi bibik jangan seperti ini lagi ya." ucap Mesya panjang lebar.
__ADS_1
Semua orang yang disana memperhatikan Mesya dengan bik Ida merasa bangga, baik dari keluarga Alfarezi atau pun pelayan yang lain nya, karena menantu perempuan disini sangat baik dan tidak memandang kalau pelayan semua nya sama, Almarhumah Fina dulu juga baik tapi lebih banyak diam, kalau Mesya tidak.
Setelah berkenalan dengan semua pelayan di sana, mereka menuju ruang kelaurga, kakak dari Ray dan kakak ipar nya juga duduk disana dan sambil berbicara.
" Dek, nanti kamu jangan pusing ya kalau nurutin kemauan ibu." ucap kakak sulung perempuan Ray
Mesya menatap kakak ipar nya itu dengan pandangan seolah olah bertanya, memang nya kenapa?, Ray yang tahu langsung menjawab apa yang membuat bingung istri nya itu.
"Sayang, ibu sudah lama menunggu moment ini, untuk ajang memperkenal kan sayang pada semua orang yang ibu kenal, bahkan abang yakin kalau besok besok sayang bakalan di ajak ke perkumpulan ibu ibu sosialita nya ibu." Jawab Ray berbisik di telinga Mesya, Ray melirik ibu nya yang juga masih bisa mendengar nya.
" Iya bu, Ray cuma bercanda." Jawab Ray sambil nyengir.
__ADS_1
" Ya sudah kalian istirahat saja dulu, ini kan juga sudah sore pasti kalian capek, Ray ajak istri kamu ke kamar nya ya." Ucap ibu untuk anak anak nya.
" Iya bu." Ucap ke 2 pasang anak anak nya, sedangkan Ray hanya menganggukan kepala nya saja.
" Ya sudah ayo sayang." Ucap Ray sambil meraih tangan istri nya.
" Ibu dan ayah juga istirahat ya kan bu yah, ibu dan ayah juga pasti capek." ucap Mesya sambil ikut dengan suami nya, Ray dan Mesya pun naik ke kamar Ray.
" Ceklek." Pintu kamar terbuka, nampak lah Kamar yang sangat luas dengan tempat tidur yang sangat luas, ada meja rias, kamar mandi juga ada ruangan khusus ganti pakaian dan tempat sepatu Ray terpisah dengan tempat tidur, kamar nuasa abu abu dan putih, dengan wangi maskulin, wangi kesukaan Mesya sekarang, yaitu wangi tubuh Ray, bagai candu untuk Mesya saat ini, berdekatan dengan suami sungguh.....
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...