CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 83


__ADS_3

" Apa kamu benar-benar tidak keberatan kalau anak yang ada di dalam kandungan ku ini seperti anak kandung abang sendiri?." tanya Sindi pada Irsyad


" Kamu ini bicara apa Sin, tentu saja tidak keberatan, bahkan aku ber angan-angan ingin memiliki anak kandung ku sendiri nanti, setelah kakak nya lahi." Jawab Irsyad yang spontan menjawab pertanyaan dari Sindi barusan


" Maksud bang Irsyad apa bang?." Tanya Sindi yang ingin tahu isi hati suaminya itu, bukannya tadi tidak mendengar tapi Sindi ingin meyakinkan saja


" Ah sudah lupakan saja Sin, jangan kamu fikirkan ucapan abang barusan, terpenting sekarang adalah kamu harus tetap menjaga kesehatan kamu dan baby ok." Ucap Irsyad


" Apa kamu tahu Sin, abang fikir tubuhmu itu kurus makannya tidak akan berat, saat aku menggendong kamu, ternyata walaupun kecil tapi kamu cukup berat saat abang angkat." Ucap Irsyad


" Ha....ha....ha....ha..." Sindi tertawa lepas mendengar pernyataan dari suaminya

__ADS_1


" Siapa suruh abang gendong Sindi, kan abang bisa banguni Sindi tadi saat sudah nyampek." Jawab Sindi sambil tertawa


" Iya ya, harus nya, abang bangunkan kamu ya Sin, tapi abang tadi tidak tega banguni kamu, kamu tidurnya nyenyak banget, sampai-samali mulut kamu itu mengangang saat abang gendong kamu." Jawab Irsyad yang mulai menjahili Sindi


Sindi hanya tertawa saja ada niat membalas ucapan dari suami nya itu


" Yuk pulang dari tadi kita sudah duduk, ini juga sudah mau magrib tidak baik untun ibu hamik keluar jam segini." Ajak Irsyad pada Sindi,


Saat malam tiba, mereka berdua masuk ke dalam kamar dan segera mengganti baju mereka dengan baju tidur


Irsyad yang sudah lelah karena sejak kemarin tidur nya kurang, karena Irsyad masih banyak kegiatan dan selama perjalanan tadi Irsyad tidak istirahat lagi, Irsyad berfikir lebih baik cekap sampai agar Sindi bisa segera istirahat, Irayad tidak mau terjadi apa-apa dengan Sindi dan anak yang berada di dalam kandungan nya yang merasa lelah di perjalanan

__ADS_1


Sindi yang melihat suami nya yang langsung tertidur pulas langsung merebahkan tubuh jya di samping suami nya,


" Betapa sempurnya kamu bang, kamu baik tampan, entah apa aku wanita yang beruntung bisa menikah dengan kamu atau sebaliknya, aku adalah wanita sial yang memiliki fisik mu tapi tidak hati mu bang, apa kamu akan mencintai ku suatu saat ini, seperti apa yang ucapkan mama beberapa hari yang lalu, entah lah aku tidak yakin untuk itu bang, bukan nya aku mau serakah untuk memiliki kamu seutuh nya bang, tapi apa aku salah bang,." Ucap Sindi di dalam hati nya, tanpa berlama lagi mata Sindi mulai terpejam dalam tidur nya.


Saat adzan subuh berkumandang, mata Irsyad terbuka, sayup-sayup mata Irsyad menerima pencahayaan lampu, Irsyad, Irsyad terkejut saat ia membuka mata, Irsyad melihat lengannya yang kekar di jadikan bantal oleh istri nya tidur, nampak wajah cantik istri nya masih terlelap dengan berbantalan tangan nya, mereka tertidur dengan posisi saling berhadapan, tangan Irsyad pun melingkar di pinggang ramping milik istrinya


Setelah benar-benar sadar dari tidur nya. Irsyad menggoyang-goyangkan bahu Sindi untuk membangunkannya, karena sudah masuk waktu subuh


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


__ADS_2