
dengan kaki yang malas melangkah tapi demi kesembuhan istrinya Arman rela pergi dari ruangan istrinya
" kita duduk disini aja ya bro, biar kalau nanti istriku butuh apa-apa aku ada, kasihan istrimu yang hamil besar ? (ajak Arman pada Bagas)
" ok, tapi aku cari minum dulu ya, kamu disini aja
Bagas melangkahkan kakinya menuju kantin utnuk mencari Air mineral, sedangkan Arman masih setia duduk di depan ruangan istrinya
didalam ruangan Vika
__ADS_1
" Vik, ini aku Tika sahabat kamu, (Tika berbicara setelah melihat Vika sudah mulai tenang sehabis menangis tadi)
" Tik, bagaimana keadaan kamu?
" Alhamdulilah, aku baik Vik, sepeerti yang kamu lihat (sambil tersenyum)
" Tik, aku butuh kamu!!!
" Vik... apa aku seorang wanita yang tidak berguna kalau aku belum bisa memberikan seorang anak? apa aku tidak bisa menjadi wanita yang sempurna, dimana bisa memberi keturunan pada suamiku Tik? (Vika berbicara sambil teruraikan air mata)
__ADS_1
" Vik, kamu tenang dulu, tarik nafas, (Tika mengambilkan Vika air putih), ini minum dulu
Vika mengambil air ditangan Tika
" (Tika melihat Vika sudah tenang jadi mulai mengajak bicara Vika dari hati ke hati, Tika memegang tangan Vika), kamu cerita ke aku Vik dari awal ya?
Vika menganggukan kepalanya
" saat itu mama menyuruh kita kerumah Tik, dan mama bilang kalau sampai 2 bulan aku tidak bisa memberikan anak buar mas Arman aku disuruh tinggalin mas Arman atau menyetujui mas Arman nikah lagi, mas Arman marah sama mamanya dan itu membuat mamanya malah tidak suak denganku Tik, mama menuduhku meracuni, merubah dan menjauhkan mas Arman pada keluarganya, padahal aku tidak pernah Tika, Demi Allah Tik aku tidak pernah begitu sama mas Arman, kamu tahu sendiri kan Tik, kegiatan suami kita bagaimana, apalagi sejak Kak Bagas sakit mas Arman dan kak Angga yang menkafer semua kegiatan Kak Bagas, aku sering bicara dan mengajak mas Arman untuk kerumah tapi mas Arman yang masih sibuk Tik, setelah kita pulang beberapa hari kemudian mama menelponku berkata dengan hal yang sama, setiap hari mama menelponku, aku takut dan akhirnya telp dari mama gak aku angkat tapi mama tidak berhenti begitu saja, mama mengirim pesan dan paling yang membuat sesak dadaku adalah mama mengirimkan foto seorang wanita dan mama berkata kalau itu calon istri mas Arman, hatiku sakit Tika, sakit banget, disaat mas Arman latihan mama mengajak aku ketemuan, mama berkata juga hal yang sama, aku istri yang tidak berguna, aku istri yang tidak sempurna, mama tidak pernah menyetujui pernikahanku, mama bilang kalau mas Arman itu memilih menjadi anak durhaka untuk menikah denganku, disaat mama bicara datang seorang perempuan dan mama memperkenalkan kalau dia calon istri mas Arman, aku mau menangis Tik, mama memperlakukan perepmpuan itu sangat baik tidak seperti saat sama aku, mama bilang kalau dia jauh lebih cock sama mas Arman dari segi apapun, mama memberi aku pilihan lagi, dan pilihan kedua kalau aku tidak meninggalkan mas Arman dan tidak mengijinkan mas Arman menikah lagi, mama akan mengajukan perceraian dengan papa Tik, aku harus bagaimana?
__ADS_1
------------------------------
tet tet tet tet, stay terus ya kak