
" Suntuk gue!."
" Kenapa?." Tanya Juna
" Dari tadi sendirian."
" O." Juna hanya ber o ria
" Aisyah apa kabar?." Tanya Dio yang memandang ke Arah Ais
" Baik bang." Jawab Ais sambik tersenyum
" Udah datang lo." Ucap Juan yang baru datang dari belakang
" Barusan." Jawab Juna
" Oh maaf nih gue nggak bisa nemenin kalian, gue bantuin Sarah masak." Ucap Juan
" Nggak usah bang, biar Ais yang bantuin kak Sarah." Ucap Ais yang berdiri di sebelah Juna.
" Emangnya Ais bisa pandai masak?." Tanya Juan
" Pandai." Jawab Aisyah
" Masak sih?
" Abang Dio nggak percaya kalau Ais pandai memasak." Ucap Dio
" Tanya aja sama bang Juna, Ais sering kok masakin bang Juna." Ucap Ais yang berusaha meyakikan ketiga laki-laki di depannya
Juna nampak ragu untuk menjawabnya.
" Iya adek sering masakin abang, tapi abang nggak tahu, itu beneran adik yang masak atau di bantu pelayan di rumah." Ucap Juna yang sengaja menjahili Aisyah
" Masak abang nggak percaya kalau itu masakan Ais." Ucapnya kesl sambil memajukan bibirnya
__ADS_1
" Abang belun pernah liat adek masak." Ucap Juna
" Iya juga ya." Ucap Ais dengan polosnya
Dio dan Juan hanya senyum-senyum memandang Juna dan Ais
" Ais ke belakang ya bang." Ucapnya permisi
" Beneran nggak apa ni Ais bantuin kak Sarah masak?." Tanya Juan
" Iya bang beneran." Jawab Ais
Aisyah pergi meninggalkan ke tiga laki-laki tersebut. Juna memandang istrinya.
" Gimana rasanya punya calon istri seperti Aisyah?." Tanya Juan, sahabatnya memang belum pada tahu kalau Juna sudah menikah
" Menggemaskan." Jawabnya
" Nggak nyangka gue kalau lo bakalan bucin sama Aisyah." Ucap Dio
" Ternyata Aisyah sungguh pandai buat lo jatuh cinta." Ucap Dio
" Untung aja calon istri lo pintar buat lo jatuh cinta, di balik sifatnya yang manja, centil, tapi dia sangat sabsr ngadepin lo yang seperti gitu." Ucap Dio
" Salut gue sama Aisyah." Ucap Juan
🌹🌹🌹
Aisyah langsung ke dapur, dilihatnya Sarah yang sedang sibuk dengan bahan yang sedang disiapkan.
" Aisyah." Ucap Sarah yang tersenyum begitu senang saat melihat Ais datang
" Kak Sarah." Ucap Ais sambil memeluk Sarah.
" Kakak apa kabar?." Tanya Ais
__ADS_1
" Baik, Ais makin cantik aja, gimana kabarnya." Ucap Sarah
" Ais baik kak, Ais sudah tamat SMA, dan udah lukus juga di kampus kak." Ucap Ais
" Keren, selamat ya Ais," Ucap Saeah yang kembali memeluknya
" Udah berapa bulan kak?." Tanya Ais yang melihat perut Sarah yang sudah membuncit
" 6 bulan." Jawab Sarah sambil tersenyum sambil mengusap perutnya
" Ais boleh pegang?." Tanya Ais
" Boleh."
Aisyah kemudian mengusap perut Sarah
" Cewek apa cowok kak?."
" Cowok." Jawab Sarah
" Kak Sarah duduk aja biar Ais yang masak." Ucap Ais
Sarah nampak tidak percaya saat mendengar ucapan Ais
" Emangnya Ais bisa masak?." Sarah Bertanya
" Bisa kak." Jawab Ais
" Beneran bisa?." Tanya Sarag yang masih tidak percaya
" Kak Sarah cukup kasih tahu aja ini mau dimasak apa aja, Biar Ais yang masak semuanya, hanya saja semua masakan ala Ais ya kak." Ucapnya sambik tersenyum
Sarah tertawa saat mendengar ucapan Ais yang selalu saja menggemaskan, walauoun sekarang Ais sudah lebih dewasa namun sikap manjanya masih tidak hilang.
🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak Typo nya ya kak, ❤😘