
" Kenapa aku menjaga nya dengan begitu baik, bayi itu bukan anak ku, tapi Sindi adalah istri ku, wanita yang aku nikahi dengan sah di mata agama dan negara, tapi anak itu????." Perasaan Irsyad sangat kacau saat ini, Irsyad menjauh memilih duduk di pojok dekat meja kerja sang dokter
Dokter kandungan bahkan mencetak photo janin milik Sindi, terlihat Sindi sangat antusias, seperti nya ingin segera melahirkan
...🌷🌷🌷...
Setelah hari itu, Irsyad mulai menyadari perasaan nya pada Sindi, rasa ingin memiliki seutuh nya tanpa harus membagi Sindi untuk siapa pun, bahkan Irsyad sering cemburu pada janin dalam kandungan Sindi, tapi dengan pandai Irsyad menyembunyikan perasaan nya itu dari Sindi
Mereka ber dua sudah berada di sana hampir 2 bulan, dan sudah di pastikan kalau Irsyad dan Sindi akan kembali ke kota Surabaya beberapa hari ke depan, karena Irsyad di sini sudah mulai mencintai istri nya, dan di sini mereka seperti pasangan suami istri yang utuh, yang kehidupan nya sangat bahagia dengan kehadiran bayi di dalam rahim Sindi
__ADS_1
Di sini juga tempat yang membuat Irsyad dan Sindi mengenal sifat masing-masing lebih dalam lagi, meskipun tidak terjadi hubungan suami istri di dalam kamar, tapi posisi tidur mereka saling berpelukan memberikan kehangatan satu sama lain, di sinilah pertama kali nya Irsyad memberanikan diri memberikan ciuman di kening Sindi dan di pipi nya yang putih mulus itu.
Menurut Irsyad ini adalah tempat bersejarah untuk hubungan mereka berdua
Setelah Irsyad memberitahukan ide nya kepada Sindi, ternyata Sindi menolak keinginan dari Irsyad untuk bermalam beberapa hati lagi di sini, Sindi begitu merindukan keluarga nya dan sahabat nya, ia ingin segera kembali ke kota tempat kelahiran nya, kota dimana banyak cerita dalam kehidupan Sindi yang begitu ia banggakan, menurut Sindi di sini sudah sangat bosan, ia ingin kembali ke kota di mana mall berlantai tinggi menjulang terdapat di kota nya
Dengan berat hati, Irsyad menuruti keinginan Sindi, lusa mereka akan kembali ke kota dengan antusias Sindi merapikan barang bawaan mereka dengan di bantu oleh bik Sumi
Sindi juga mengatakan pada bik Sumi kau suatu saat ia akan berkunjunh lagi ke sana, sontak membuat bik Sumi begitu berbinar senang mendengar nya, setelah sebelum nya bik Sumi begitu sedih karena merasa sudah begitu dekat dengan Sindi yang sudah di anggap seperti anak nya sendiri, sebab bik Sumi meski usia nya sudah tidak muda lagi tapi ia belum menikah karena itu lah ia tidak memiliki anak, dengan kedatangan Sindi membuat bik Sumi senang seperti menemukan sosok seorang anak yang tidak ia miliki
__ADS_1
Pagi hari di hari minggu, Sindi dan Irsyad pergi meninggalkan kota Malang untuk kembali ke kota Surabaya karena pekerjaan Irsyad sudah selesai di sana
Sindi masih meneteskan air mata nya, ia terus terisak karena saat ini ia berpamitan dengan bik Sumi, nampak wanita paruh baya itu tidak mau di tinggalkan oleh nya, meski Sindi berjanji akan mengunjungi nya lagi tapi bik Sumi begitu nampak tidak ingin berpisah dengan Sindi saat berpamitan tadi
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1