
Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah memasuki jam makan siang. Seluruh karyawan pabrik berbondong-bondong berjalan ke kantin untuk makan siang. Begitu pula lia yang saat ini tengah berjalan ke kantin bersama dengan viona. Mereka berdua sudah seperti sepasang sepatu yang selalu bersama, di mana ada lia maka di situ juga ada viona.
"Lia, tunggu!." Teriak seseorang hingga reflek membuat lia membalikkan badannya.
Saat melihat siapa yang berteriak memanggilnya, seketika itu pula wajahnya langsung cemberut menahan kesal.
'Astaga, kenapa itu mister black forest selalu saja mengangguku. Apa dia tidak ada kerjaan lain apa selain mengangguku.' Batin lia jengkel.
Jevin tersenyum cerah saat lia membalikkan badannya hingga dia bisa melihatnya. Kemudian dia berjalan ke arahnya hingga dia sudah berada tepat di depannya.
"Emm.. Lia, ini ada makanan untukmu. Tolong di makan ya, tenang saja ini sehat dan tidak ada racunnya kok." Ucap jevin sembari memberikkan kotak makanan yang berbentuk kucing kepadanya.
'Kucing.. Masa dia tahu kalau gue suka kucing, apa kebetulan saja.' Batin lia.⁵
Lia menghela nafasnya dan mencoba tersenyum meski terasa kaku dan aneh baginya.
"Tidak perlu pak, buat bapak saja. Lagi pula saya membawa bekal sendiri kok pak." Lia mencoba menolak secara halus.
Jevin terdiam sebentar, dia mencoba mencari alasan agar lia mau menerima bekal darinya.
"Benarkah? Saya tidak melihat kotak bekalnya." Ucap jevin.
Lia mencoba untuk menahan emosinya saat melihat wajah sombong jevin.
'Dia ini apaan sih. Kadang manis, kadang songong. Dasar boss aneh.' Batin lia kesal.
"Ada di loker kok pak." Ucap lia, masih dengan senyum terpaksanya.
Jevin mencoba menahan tawa gelinya saat melihat wajah lia yang kaku. Terlihat sekali jika lia terpaksa menanggapi dirinya.
'Ternyata benar dengan apa yang di katakan oleh karyawan tadi. Dia terpaksa menanggapiku karena aku bossnya, dia takut aku pecat. Tapi dia terlihat sangat lucu jika seperti ini.' Batin jevin.
Sammy yang melihat kelakuan bossnya pun hanya bisa mengaruk dahinya yang tidak gatal. Jujur saja dirinya sedikut malu karena mereka saat ini tengah menjadi sorotan seluruh karyawan.
'Jevin bodoh, bikin malu saja. Dasar bucin..' Umpat sammy.
Sedangkan viona sendiri hanya bisa terkikik geli saat melihat hal tersebut.
'Astaga, mereka berdua lucu sekali.' Batin viona geli sendiri dengan pemandangan yang ada di depannya itu..
__ADS_1
"Coba saya ingin melihat kotak bekalnya! Sebelum saya melihatnya saya tidak akan percaya." Ucap jevin dengan tegas. Wajahnya terlihat datar agar lia semakin yakin, dan semakin kesal.
'Boss sialan.' Umpat lia.
Lia memejamkan matanya dan mencoba untuk tetap tersenyum manis. "Baiklah, mari ikuti saya! Saya akan memperlihatkan kepada anda." Ucap lia.
'Hahaha.. Dia sangat menggemaskan.' Batin jevin tertawa sendiri saat berhasil membuat lia menjadi semakin kesal.
"Emm.. Boss, saya tunggu di mobil saja ya." Ucap sammy, dari pada merasa tambah malu sammy lebih memilih menunggu bossnya di dalam mobil.
"Hmm.."
Sammy mendengus kesal saat hanya mendapat respon berupa deheman dari jevin.
'Sok cool, biasanya juga slengean.' Rutuk sammy.
Sammy pun berjalan pergi meninggalkan mereka yang sudah berjalan ke kantin.
Lia berjalan ke loker tempat dia menyimpan barangnya. Setelah sampai dia langsung membuka lokernya, kemudian dia menaruh bunga yang di berikan oleh jevin, setelah itu baru mengambil tasnya dan mengeluarkan kotak bekalnya.
"Nih lihat! Saya sudah membawa bekal sendiri pak. Jadi tidak perlu repot-repot memberi saya bekal." Ucap lia sambil menunjukkan kotak bekalnya.
"Kamu makan punya saya dan saya akan makan punya kamu. Jangan menolaknya! Itu saya sendiri lho yang masak." Ucap jevin, lalu dia berjalan pergi meninggalkan lia yang bengong karena terkejut.
Jevin berhenti sesaat dan menengok ke arah lia. "Dan terimakasih karena kamu sudah menyimpan bunga pemberian saya."
Baru setelah itu dia benar-benar pergi meninggalkan kantin tersebut dengan membawa bekal milik lia.
'Aku akan memiliki banyak cara untuk membuatmu memakan makanan buatan saya. It's my lucky.' Batin jevin senang.
Lia masih terpaku menatap kepergian jevin, setelah dia tersadar dari keterkejutannya pun sontak saja dia menjadi sangat kesal. Wajahnya memerah karena rasa kesal yang menumpuk.
"What.. Bagaimana bisa gue punya boss macam dia." Rutuk lia.
"Neng lia, jangan kesal gitu atuhh.. Harusnya senang karena mendapatkan perhatian dari pak jevin. Keberuntungan seperti itu tidak akan datang dua kali, sok gass keun jangan di sia-siakan."
"Iya tuh benar, gasa poll rem poll neng lia."
Mata lia melotot, menatap mereka semua dengan tajam.
__ADS_1
"Kenapa kalian malah bilang seperti itu, pak jevin itu malah seperti ******* tau. Neror mulu kerjaannya, pusing ini ngadepinnya." Omel lia.
"Lii.. Loe harus ikhlas dapet jodoh kayak pak jevin. Loe itu sudah di takdirkan untuk menjadi cinderella di dunia nyatahh.." Ucap viona dengan lebaynya. Kedua tangannya terangkat seakan mengamini ucapannya sendiri.
Lia menatap viona dengan tatapan skeptisnya. "Hehe, vionahh.. Gue kagak punya mak tiri sama kakak tiri ya. Plus gue juga tidak di paksa jadi babu. Loe aja sono yang jadi cinderella, biar ngrasain gimana enaknya punya mak tiri dan saudara tiri yang kejem. Di tambah jadi babu teraniaya, gue nambah jadi backsoundnya aja. Ogah gue jadi cinderella, capek hati, capek badan plus makan hati setiap hari. Mbk art aja jauh lebih baik karena mereka di bayar dan di hormati, tidak di siksa." Crocos lia panjang kali lebar.
"Sue loe, gue juga kagak mau kali. Cukup denger ceritanya aja gue udah nyesek apa lagi harus ngerasain. Bisa stress gue lama-lama kalo harus ngladenin mak tiri sama kakak tiri yang durjana macam itu. Ogahhh.." Ucap viona bergidik, badannya langsung merinding saat mendengar perkataan lia.
'Iihh.. Cinderella sabar baget sihh.. Tapi bener juga sih, tidak ada yang mau yang punya mak tiri sama kakak tiri macem itu.' Batin viona bergidik sendiri.
Lia memutar bola matanya malas. "Makanya jagan aneh-aneh kalau ngomong." Ucap lia kesal, dia berjalan ke arah meja yang masih kosong dan duduk.
"Gue baru sadar kalau cinderella itu ternyata setangguh itu. Yang gue pikir sih cuma happy endingnya." Ucap viona.
"End yang sesungguhnya itu akhirat viona. Orang kalau meninggal itu masuk ke akhirat, itu pun kalau benar-benar end. Kita saat ini masih hidup, terus harus bertanggung jawab di akhirat nanti. Jadi kalau tidak mau menyesal kita harus selalu introspeksi diri. Kita memang tidak akan luput dari kesalahan, tapi bukan berarti kita sengaja melakukan kesalahan. Akan ada konsekuensi yang harus kita tanggung nantinya. Entah baik atau buruk, tergantung dari kesalahan itu sendiri. Jadi jangan sengaja melakukan hal buruk tapi ujung-ujungnya bilang maaf, terus khilaf. Itu bukan hal yang bertanggung jawab." Ucap lia.
"Iya sih, sekarang mah musimnya ngehujat orang. Tetapi sekali orang yang di hujat ngak terima terus nglaporin ke polisi. Baru deh ciut terus bilang maaf dan khilaf. Manusia itu terkadang sudah di kasih enak tapi milih sengsara." Ucap viona menyetujui dengan apa yang di katajan oleh lia barusan.
'Dia sangat kritis sekali.'
'Dia sangat dewasa sekali.'
Lia membuka bekal milik jevin, namun saat membuka bekal tersebut dia melihat sebuah origami berwarna hijau terselip di salah satu space yang ada di dalam kota bekal tersebut.
'Apa ini? Sempat-sempatnya dia membuat origami berbentuk hati begini. Sudah niat banget kayaknya, sweet juga ternyata.' Batin lia tersenyum tipis saat melihat hal manis tersebut.
Lia lalu mengambil origami tersebut dan menyelipkannya ke dalam tas.
"Apa itu lii?." Tanya viona yang di buat penasaran saat melihat lia memasukkan sesuatu ke dalam tasnya.
"Bukan apa-apa, makan saja tidak usah banyak komentar! Loe kalo udah komentar bisa besok kelarnya. Tar gue kagak jadi makan nanti." Jawab lia.
Viona mencebikkan bibirnya dan kembali memakan makanannya. "Penasaran dikit aja. Lagian situ juga kerjaannya ngomel mulu." Gumam viona kesal.
Lia yang mendengar gumaman viona pun hanya diam tak bergeming. Dia memilih makan makanan yang ada di dalam kotak bekal tersebut, terdapat udang kecap manis serta nasi yang ada di dalam kotak bekal tersebut.
'Hmm.. Enak juga makanan buatan pak boss. Tapi beneran buatan pak boss tidak ya. Ahh.. Masa bodo, yang penting makan enak, perut kenyang, hati pun senang.' Ucap lia dalam hati.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘