CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Myesa


__ADS_3

" Tindakan yang sayang tadi lakukan sudah benar kok sayang, tapi kita juga tidak bisa melarang mereka untuk bertemu, biar bagaimana pun juga mereka menyelesaikan masalah mereka berdua, seperti nya abang melihat Alvin orang nya tulus." Ucap Ray sambil memegang tangan istri nya.


" Maaf ya sayang, tadi abang hampir salah paham, hati abang tiba tiba panas dengar orang lain lebih kenal sayang dari pada abang." lanjut Ray yang menatap mata sang istri dengan rasa bersalah nya.


" Bang, hati Syasya hanya untuk abang seorang, jadi jangan pernah ragukan cinta Syasya pada abang." jawab Mesya sambil membelai rahang suami nya.


Hari ini jadwal Ray dan Mesya untuk belanja barang barang perabotan rumah, mulai dari sofa, tempat tidir, almari dan kawan kawan nya, aktifitas belanja ini di mulai dari pagi hari, sebelum nya menghubungi Adit terlebih dahulu untuk meminta bantuan.


Pukul 14.00 siang hari, Ray dan Mesya telah selesai membeli semua perabotan rumah mereka dan alat elektronik untuk keperluan mereka pun sudah siap, butuh 2 kontainer untuk mengangkut barang barang milik mereka ber dua.


Bagaimana tidak, tempat tidur saja Ray membeli sampai 8 buah, yang 2 untuk kamar pelayan dengan ukuran yang tidak terlalu besar, sengaja Ray menyiapkan 2 kamar untuk kelak anak nya, ia sendiri yang akan membuat kan kamar impian nya, ketika memiliki anak, Mesya bertugas hanya memilih mana yang istri nya suka, Ray hampir memborong semua barang barang yang ada di dalam toko tersebut, Mesya sempat merasa kalau Ray terlalu berlebihan, tapi nama nya juga Ray, semua nya harus sempurna.


Kegiatan belanja pun selesai, barang barang mereka sudah sampai di rumah, di sana sudah ada Adit dan seorang desainer interior rumah yang akan membantu mereka untuk menata isi rumah mereka.

__ADS_1


Semua nya selesai hampir menjelang magrib, Mesya, Ray dan Adit merasa lega, karena sudah selesai dan Mesya merasa puas dengan apa yang ia pilih di toko tadi, padahal tadi ia sempat tidak percaya, kira kira cocok apa tidak dan ternyata setelah selesai merasa kepuasan tersendiri.


Ray dan Mesya pulang ke rumah ibu dan ayah sedangkan Adit kembali ke apartemen, ia sudah janji pada Wildan untuk membantu menata apartemen yang akan ia tinggali dengan ibu nya kelak.


" Assalamualaikum. ucap Ray dan Mesya setelah membuka pintu ruang tamu.


"Waalaikumsalam." Jawab semua orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


" Iya bu, baru saja." Jawab Ray.


" Bagaimana, kalian sudah beli semua nya kan Ray, jangan sampai ada yang tertinggal lho Ray." Ucap ibu.


" Beres bu, semua sesuai arahan ibu." jawab Ray.

__ADS_1


" Ibu tidak usah khawatir, abang sudah borong semua isi toko, mungkin sebentar lagi bakalan buka usaha furniture." Sahut Mesya yang sedikit kesal dengan suami nya, karena membeli begitu banyak barang, karena menurut Mesya itu terlalu menghambur hamburkan uang, bagi Mesya lebih baik uang nya di gunakan yang lebih bermanfaat lagi, seperti ke panti asuhan atau di salurkan kepada yang lebih membutuhkan.


" Ha ha ha sayang lucu deh." Ucap Ray mencubit gemes hidung istri nya.


" Ih abang, sakit tahu." ucap Mesya sambil mengelus ulus hidung nya yang merah.


" Kamu tenang saja nak, Ray memang begitu orang nya, ia ingin orang yang ia sayangi tidak merasakan kekurangan apa pun." jawab ayah


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2