
Setelah sampai di Bandara Juanda Surabaya, Bian keluar sambil menyeret kopernya, Bian duduk untuk menunggu jemputan, dia mengambil ponselnya dan memperlihatkan tulisan merah, 300 plus di pojok atasnya, terlihat chat grub alumni angkatan SMA nya, yang entah sejak kapan dia terdaftar menjadi anggotanya, serta beberapa chat pribadi yang sudah seperti barisan para mantan, karena dilihat dari foto profilnya itu memang mantan-mantan Bian dan lainnya adalah laki-laki yang pernah menyatakan cinta padanya, bukankah itu bukan hal aneh untuk gadis berparas cantik dan berkepribadian menarik seperti Bian, apabilamemliki banyak cinta dari laki-laki disekelilingnya,
" Bian, udah nyampek man?."
" Maaf banget, karena aku udah masukin nomor kamu di grub alumni angkatan kita, aku udah capek meladeni cowok-cowok gila yang terus menerus nanyain keberadaan kamu bian."
Setelaah membalas pesan dari Ningsih, Bian pun membuka satu persatu chat yang bersamaan masuk ponselnya, karena selama di dalam pesawat Bian mematikan ponselnya.
Dari semua chat, berisikan pertanyaan tentang keberadaannya saat ini, karena malam ini diadakan acara kumpul-kumpul di salah satu rumah teman Bian, dalam rangka pesta perpisahan SMA dan juga pesanpatah hati dari mantan serta cowok yang masih mengharapkannya, karena kepergian Bian yang tanpa pamit
Dan satu lagi nomor yang sangat Bian hafal setiap angka dalam urutannya, itu adalah nomor mantan terindah Bian, satu-satunya mantan yang dapat bertahan sampai satu tahun disampinya, dan satu-sarunya mantan yang berani mengatakan kata putus padanya setahun yang lalu, dia adalah senior Bian di SMA yang membuat Bian bertekad untuk tidak terlibat dalam hubungan pacaran lagi.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Dua minggu sudah Bian berada dirumah, berkumpul dengan kedua orang tuannya, karena Candra sudah berangkat ke Sumatera atas permintaan kakak pertamanya,
Setelah aktifitas pagi seperti hari-hari sebelumnya. Bian menikmati tontonan kegemarannya, kali ini dia temani oleh nenek satu-satunya yang masih ada, sambil tiduran dipangkuan ibu sudah menjadi aktifitas wajib Bian, setelah berada di rumah
" Gambar wayang kok di tonton sih nduk? ganti aja." Protes di nenek Bian yang sedari tadi melihat Bian menonton acara televisi itu.
Bian cukup bersantai dalam menghadapi ujian masuk Universitas, bukan karena dia malas, tapi karena tes penerimaan mahasiswa baru masih satu bulan lagi, selain itu Bian juga sudah berhasil diterima di salah satu Universitas swasta terbesar di kota Surabaya
" Assalamualaikum.." Suara tamu memasuki rumah, karena pintu utama sudah terbuka sedari pagi
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam.." Jawab serempak Bian, ibu dan nenek
Bian bangun dari pangkuan ibu, kaget melihat tamu sudah memasuki ruang tempatnya menonton Tv, terlebih lagi Bian sedamg tidak memakai Hijabnya
" Tante Om.." Sapa Bian sambil mencium punggung om tantenya
Tante mendekati ibu lalu berbicara berbisik tepat disamping telingan ibu. Bian dan nenek penasaran apa yang dibicarakan oleh tante dan ibunya,
Setelah membisikan sesuatu pada telingan ibunya, tante, om dan ibu menuju ke teras rumah untuk mebricarak sesuatu disana, di ruang tamu Bian dan nenek di tinggal begitu saja, karena itu bukan urusan Bian dan nenek, mereka bedua kembali masuk dan menuju kamar untuk istirahat
🌷🌷🌷
__ADS_1
Happy Reading ❤😘