
Kayla memilih ke dalam kamar dan membuka pintu samping kamar dan menghirup udara segar dan membiarkan Sandi bekerja bersama Riko
" Rik, nanti setelah penandatangannan ini saya langsung pergi ya, saya mau memeriksakan istri saya." Kata Sandi sambil membaca lembaran yang dia pegang
" Bu Kayla sakit pak."
" Bukan, saya mau melihat kondisi calon anak saya."
" Bu Kayla hamil pak?." Riko terlihat antusias
" Iya....." Sandi menganggukan kepalanya dan masih fokus pada lembaram yang ada di tangannya
" Alhamdulilah." Ucap Riko sambil mengusap kedua tangannya ke muka
Sandi yang melihat hanya mengerutkan dahinya." Kamu kenapa senang begitu, yang hamil kan istri saya."
" Hehehe,,,, saya ikut senang pak, karena bapak sebentar lagi menjadi papa
" Saya sudah menjadi ayah." Ucap Sandi santai, Riki malah bengong
" Masa iya, baru nikah 2 bulan sudah jadi ayah."
" Kenapa tidak percaya?."
__ADS_1
" Hehehe.... iya bapak kan sebantar lagi jadi ayah.
" Saya sudah punya anak satu usianya 3 tahun dan dia ada dirumah sekarang sama ommanya."
" Haaaaa...bapak Duda dapat bu Kaylw." Riko langsung menutup mulutnua karena keceplosan menghina bosnya
" Emang ada yang salah sama status Duda?."
" Ma.....maaf pak."
" Status saya memang Duda Rik, tapi Duda ngenes."
" Maksudnya pak, maaf saya kurang paham."
Riko yang mendengar merasa tidak enak, tadi sudah berani menghina bosnya dan sekarang dia tahu masa lalu bosnya itu
" Maafkan saya pak."
" Santai saja Rik, mangkanya tadi saya bicara sama kamu, kalau pacar kamu dan kamunya sudah berani berkomitmen lebih baik segeralah menikah, dulu saya pacaran dengan mantan istri saya 3 tahun lebih tapi apa kenyataannya Rik, dia meninggalkan saya di malam pengantin kita, dia lebih memilih karirnya dari pada suaminya, tapi saya dengan istri saya yang sekarang, cukup 2 minggu saya sudah berani meminta dia langsung kepada kedu orang tuanya, dan kami menikah bulan depannya, saya sangat bersyukur punya mertua seperti mereka, baik mertua dan saudara istri saya sangat baik sama saya, mereka tidak memandang status saya dan mau menerima saya yang seorang duda, sedangkam anak yang saya maksud tadi adalah keponakan saya, dia anak dari adik saya, adik saya dan suaminya meninggal, mangkanya saya sudah menganggap anak dari adik saya adalah anak saya sendiri." Jelas Sandi panjang
" Sekali lagi maafkan saya ya pak, saya tidak bermaksud membuka luka lama bapak."
" It's oke Rik, sangat panjang kalau mau di ceritakan secara detail, kamu cari tahu sendiri, sudah saya cek semua saya mau bersiap-siap untuk sarapan pagi, kamu tunggu saya nanti di bawah."
__ADS_1
" Baik pak, saya permisi." Riko pergi meninggalkan kamar Sandi dengan membawa dokumen
" Sayang...." Sandi mencari keberadaan istrinya yang ternyata berada di balkon hotel, berdiri menutup mata, menghirup udara segar pagi
" Sayang..."
" Mas.... sudah selesai?."
" Iya... sarapan yuk." Sandi memeluknya dari belakang
" Iya mas, adik udah lapar."
" Adik harus makan yang bergizi ya sayang, sekarang ada buah cinta kita di dalam perut adik, yang butuh asupan gizi dari adik."
" Iya mas ku sayang."
" Ya sudah ayok kita turun untuk sarapan ya."
Mereka berdua berjalan keluar dari hotel menuju restoran yang berada di bawah
...🌷🌷🌷...
...**To be continued ❤...
__ADS_1