
" Bang."
" Iya Sin, ada apa?."
" Maaf bukannya ini cafe milik bang Juna ya, apa benar."
" Kamu kok tahu."
" Sindi menebak saja, karena interiornya seperti idenya kak Ais."
" Kamu benar Sin, ini milik bang Juna, hebat ya dia, punya hotel, resot bahkan cafe." Ucap Irsyad dengan memuji abang sulungnya itu
Setelah membuat lelucon mereka diam, diamnya mereka adalah saling mengagumi
" Sin." Panggil Irsyad memecah keheningan
" Iya bang."
" Kapan jadwal kamu kontrol ke dokter kandungan?." Tanya Irsyad
__ADS_1
Uhuk uhuk uhuk, mendengar pertanyaan Irsyad, Sindi sampai tersedak minum es krimnya, pasalnya usia kandungannya sudah memasuki bulan ke tiga tapi ia tidak oernah sekalipun datang ke dokter untuk memeriksakan kondisi janinnya
" Abang kan sudah bilang, pelan-pelan saat makan." Irsyad mengusap punggung Sindi
" Iya Sindi akan pelan-pelan makan es krimnya." Jawab Sindi
" Sejak pertama Sindi mengecekkan kehamilan Sindi, Sindi belum pernah datang lagi untum kontrol atau konsultasi dengan dokter bang." Jawab Sindi
" Ya sudah, nanti abang carikan dokter kandungan yang bagus, di tempat abangkerja ya, agar bisa memantau kondisi kamu serta baby yang selalu baik kondisinya.
" Terima kasih bang, maaf kan Sindi banyak merepotkan abang."
" Ya Allah bang, kenapa kamu baik baget sama aku, anak ini bukan anak kandung kamu saja, kamu sangat antusias dan selalu ada buay kita, bagaimana kalau anak kandung kamu sendiri bang, pasti sangat, ah aku tidak bisa membayangkan bang, kamu adalah malaikat yang di kirim Allah untuk aku dan anak yang ada di dalam kandungan ku." Ucap Sindi di dalam hati
" Jangan sungkan Sin, kamu bisa menganggap abang, sebagai kakak, sahabat meskipun status suami, agar kamu lebih nyaman sama kehadiran abang di sisi kamu, kalau kamu nyaman pasti baby akam juga nyaman Sin." Ucap Irsyad
" Iya bang, sekali lagi terima kasih, Sindi tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas budi kepada abang."
" Tidak perlu Sin, abang cuma ingin kamu menajga diri juga baby saja, berpakaianlah yang tertutup agar tidak mengundang maksiat mata ya, kejadian akan datang kalau ada kesempatan Sin," Jawab Irsyad
__ADS_1
Beberapa hari berlalu, hubungan mereka semakin membaik, layaknya pasangan romantis di hadapan orang, namun perasaan mereka layaknya seperti sahabat atau saudara, Sindi mulai memakai pakaian yang tertutup, kalau di luar sudah memakai Hijab meskipun kalau di dalam rumah masih di buka, beda kalau ada tamu pasti akan ber hijab lagi.
Setiap hari Sindi di ajari mulai dari sholat wajib, sholat sunnah serta mengaji, kalau Sindi mampu dia akan ikut Irsyad berpuasa, Sindi juga sudah pandai masak meskipun belum mahir, Irsyad pernah bilang kalau akan mencari bibik agar membantu Sindi bersih-bersih rumah, tapi Sindi menolaknya dengan alasan Sindi ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya.
Irsyad mengajak Sindi ke RS untuk memeriksakan kandungan Sindi setelah mendapatkan dokter terbaik di RS tersebut, dan setelah membuat janji dengan dokter Fina spesialis kandungan
" Selamat sore dokter Irsyad dan ibu Sindi, silahkan duduk." Seorang dokter wanita paruh bays meminta mereka berdua duduk
" Selamat sore Dok." Irsyad menjawab sedangkan Sindi hanya menundukkan kepalanya dan memberi senyuman tanda salam dan dokter Fina pun mengerti senyuman dari Sindi
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk Giveaway akan saya umumkan akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1