
Memang Nindi sangat tidak suka melihat Siska sering kali mengganggu laki laki yang ada di kantor, pakai baju saja seperti orang kurang bahan, Nindi sangat tidak suka, jadi tadi adalah moment yang pas bagi Nindi untuk mengingatkan dan pasti nya mwnjatuh kan harga diri Siska.
" Loe ya songong banget sih, mendingan gue lah walaupun tebar pesona yang penting gue laku aja tuh, tidak seperti loe jomblo akut yeee." Jawab Siska pun tidak mau kalah.
" Serah loe deh mau bilanv apa, gue tidak mau urus, gue jomblo itu bukan karena tidak laku atau tidak mau sama gue, tapi itu piluhan gue sendiri, puas loe hmmm." Sanggah Nindi.
" Sudah sudah kok jadi ribut nanti di dengae sama pak Adit bisa di pecat kita, ayo sekarang kita kerja." ucap Teman satu nya pun akhir nya angkat bicara dan memperingatkan Siska dan Nindi.
Akhir nya mereka bubar dan kembali ke meja kerja mereka masing masing.
🥀🥀🥀
Ray kini sudah masuk ke dalam ruangan nya, setelah itu di ikuti oleh Adit.
" Wes bos seger amat pagi ini, bahagia nya yang pengantin baru." Adit menggoda Ray yang nampak sedari tadi senyum senyum.
__ADS_1
" Loe ya, apaan sih, emang kenapa muka gue, ada yang beda." Tanya Ray menyanggah nya.
" Jelas beda banget bos, beda nya nih bibir loe lebih lebar tida cm tau tidak sekarang, biasa nga suduh bibir loe jangan kan untuk senyum bergerak saja males." Jawab Adit.
" Masa gue tidak ngerasa tuh." Jawab Ray dengan cuek.
" Tahu ah, ngomong sama bos yang lagi bucin mah mana peka kalau bahas kaya gitu." Jawab Adit dan Adit pun beralih sambil melihat tab yang ia pegang.
"Oh iya, jadwal gue gimana dengan pak Surya. Tanya Ray.
" Ok." Jawab Ray.
" Gue tahu maksud pak Surya kali ini karena dia sudah terang terangan mengatakan bakalan mendekat kan gue dengan putri nya, meskipun dia tahu gue sudah nikah dan gue harus ambil sikap tegas kali ini. " Lanjut Ray.
" Tapi bagaimana kalau nanti pak Surya marah dan membatalkan kerjasana nya dengan perusahaan kita." Tanya Adit.
__ADS_1
" Sejak kapan loe jadi pengecut seperti gini, dan sejak kapan gue takut dengan hal seperti ini, gue malah semakin tidak berminat melakukan kerja sama dengan perusahaan mereka, gue tidak takut kalau mereka bakalan batalin kerja sama ini, malah gue seneng, sebenar nya gue tidak terlalu suka dengan cara pak Surya untuk memperlancar bisnis nya dengan memanfaatkan anak nya, gue jujur risih Dit." Ucap Ray secara gamblang.
" Ya gue ngerti sih, kalau gue jadi loe, gue pasti bakalan ngelakuin hal yang sama, jadi apa rencana loe nanti disana?." tanya Adit pada Ray
" Kita lihat dulu situasi nya nanti di sana, dan gue harap dia tidak banyak tingkah ketika bertemu dengan Mesya nanti, kalau sampai dia macam macan dengan istri gue, gue pastikan perusahaan yang dia miliki saat itu juga bakalan jadi debu tanpa sisa." Jawab Ray.
" Ya sudah kalau gitu entar jam 11.00 kita berangkat kalau gitu gue keluar dulu." Jawab Adit.
" Ok." Jawab Ray.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1