
"Kenapa tidak kamu saja yang pergi membantu nya nak." ucap mommy meledek sang putra
"Aku tidak bisa melihat seperti itu." Jawab Irsyad dan akhir nya Irsyad mengakui nya
"Ha...ha...ha...ha...ha...ha." mommy tertawa puas mendengarkan jawaban putra nya,
"Kenapa mommy tertawa menyebalkan." Jawab Irsyad dingin, kesel karena sang mommy berhasil membuat ia malu setengah mati di hadapan sang mommy.
Sedangan kan mommy masih tertawa setelah sukses membuat sang putra malu, mommy baru pertama kali ini melihat putra nya itu malu setengah mati seperti ini
Sekarang Sindi dan bayi nya sudah di rawat selama 3 hari di RS tersebut dan kini mereka sudah di perbolehkan pulang
Semua keluarga di rumah keluarga pamungkas sudah, baik dari keluarga Irsyad maupun dari keluarga Sindi, Sindi tidak tahu kalau oma opa, papa, mama serta adik nya sudah ada di rumah mertua nya, karena semalam mama nya bilang kalau posisi masih di Jakarta untuk menemani papa nya yang lagi ada kegiatan dinas dan istri harus mengikuti kegiatan suami nya tersebut.
Setelah 30 menit perjalanan Sindi, Irsyad serta bayi mereka sudah sampai di rumah keluarga pamungkas, mobil sudah terparkir cantik, sangat terlihat rumah itu sangat sepi
"Bang, rumah kok sepi ya? semua nya kemana?." Tanya Sindi setelah melihat rumah sepi, bahkan hanya ada satpam saja yang terlihat
"Abang tidak tahu Sin, ayo kita masuk saja kasihan baby nanti kepanasan." Jawab Irsyad, padahal Irsyad sudah tahu kalau di dalam rumah sudah ada kejutan buat Sindi dan baby mereka
__ADS_1
Irsyad membuka pintu dan di dalam sangatlah gelap, bagaimana tidak gelap semua korden jendela di tutup dan lampu tidak ada satu pun yang menyala
"Bang, Sindi takut, kenapa gelap sekali." Ucap Sindi sambil menggenggam tangan suami nya
"Sudah kamu tenang saja ya, sini pegang tangan abang, tidak usah takut nanti malam membuat baby bangun kasihan ia." Jawab Irsyad
Irsyad menggandeng tangan Sindi sampai di ruang tengah, dimana mereka semua sudah berada di sana untuk memberi kejutan, secara perlahan Irsyad melepas genggaman tangan Sindi dari tangan nya
"Bang, kenapa di lepas, Sindi takut bang, jangan tinggalin Sindi sendiri di sini bang." Ucap Sindi setengah berteriak, ia bingung harus bagaimana, di satu sisi ia takut akan kegelapan sedangkan di satu sisi ia sedang menggendong baby nya yang lagi pulas tidur di gendongan nya
"Bang... ayo bang jangan buat Sindi begini, hiks...hiks...hiks..." Sindi mulai menangis karena tidak mendapat jawaban dari suami nya
Lampu satu per satu satu menyala
Suprize.....
Dor..dor...dor
"Selamat datang baby boy"
__ADS_1
Semua orang berteriak sehingga membuat bayi Sindi yang nyenyak dalam gendongan menangis
oek oek oek
"Cup...cup sayang." Mommy mengambil bayi yang berada di gendongan Sindi
"Oma, Opa, daddy, kakak, abang, adik." Ucap Sindi yang melihat para orang tua dan saudara-saudara dari suami nya, Sindi merasa sangat bahagia karena di kelilingi sama orang-orang yang penuh dengan kasih sayang
Satu per satu dari mereka memberikan selamat atas kelahiran putra Sindi dan Irsyad, mereka semua sudah tahu kalau itu bukan anak Irsyad tapi mereka semua tetap menganggap kalau itu adalah putra dari Irsyad. semua orang di sana larut dalam kebahagian.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1