CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 312


__ADS_3

" Mas, Irsyad mana? tadi kan bersama kita di RS ini." Tanya Tika saat mereka ber tiga sudah duduk di meja kantin


" Tadi Irsyad ke UGD sayang, katanya ada yang lagi butuh bantuan Irsyad." Jawab Bagas


" Bukannya lagi libur Irsyad mas?."


" Iya sayang, tapi namanya panggilan darurat, seperti kamu tidak tahu putra kita yang satu itu sayang." Jawab Bagas


" Iya ya mas, tapi mudah-mudahan jangan Ikbal yang sakit ya mas,"


" Iya sayang, mudah-mudahan ya."


Mereka segera makan setelah makanan makanan mereka telah tersaji di atas meja


...🌷🌷🌷...


Ruang UGD terbuka


" Dok bagaimana dengan kondisi anak saya?." Tanya Kasih mama Ikbal

__ADS_1


" Pasien masih dalam kondisi kritis pak bu." Jawab dokter jaga saat itu


" Mari kita berdoa semoga Allah memberijab keajaiban pada kita." Ucap dokter yang membuat kedua orang tua Ikbal lemas dan terduduk


" Saya permisi dulu ibu bapak." Ucap lanjut sang dokter sambil berlalu


Mama Ikbal terus menangis di dalam pelukan suaminya, dia tidak mampu membayangkan kalau dia akan kehilangan putranya itu


Mama dan papa selalu memberikan semua yang anaknya minta, apapun selalu ia turuti, hanya ini saja dia dan sang suami tidak setuju untuk melihat Ikbal hidup bersama dengan wanita pilihannya, dia harus membayar dengan amat sakit melihat anaknya tidak berdaya di dalam ruangan berkaca


Di tempat lain, Sindi tidak bisa tidur, entah kenapa dia selalu terbayang senyuman Ikbal yang di sertai lesung pipinya, sejak sore tadi Sindi memghubungi Ikbal tapi tidak ada balasan dari pesan-pesan Sindi kirimkan, sudah dini hari Sindi belum juga bisa memejamkan matanya untuk tidur, Sindi melihat lihat foto Ikbal di ponsel miliknya sampai akhirnya bisa membawanya tidur.


Ikbal berpesan bahwa anak dalam kandungannya harus Sindi jaga, Ikbal juga mengatakan anak itu yang akan membawanya kebahagian untuk Ikbal, saat Sindi ingin mengejar Ikbal, tapi seolah-olah tangan Ikbal terlalu jauh untuk di raihnya, Sindi hanya mampu berteriak-teriak memanggil nama Ikbal


" Ikbal...." Panggil Sindi


" Ikbal jangan tinggalin aku...." Lanjut Sindi


" Ikbal..." Teriak Sindi kembali

__ADS_1


Teriakan Sindi berhasil membuat mamanya menghampiri Sindi, di goyang-goyangkan tubuh Sindi karena sudah pukul sembilan pagi, Sindi mengerutkan dahinya matanya mengercapnya


" Mama....." Sindi memanggil mamanya


Sindi melihat mamanya sedang duduk di sebelahnya, mamanya dengan sedikit kesal melihat putrinya yang susah di bangunkan pagi ini tidak seperti hari-hari biasanya...


" Apa kamu tidak pergi kuliah nak? mau jadi apa kamu tidak kuliah?." Ucap mamanya dengan menarik selimut yang menutupi tubuh putrinya itu


Sindi yang bangun segera memeluk mamanya


" Mama, maafkan Sindi ya, mama Sindi sangat takut." Ucap Sindi yang masih di dalam pelukan mamanya


Sindi memeluk mamanya dengan sangat erat seolah-olah Sindi tidak mau melepaskan ibunya, dalam fikiran mamanya ada apa dengan anak gadisnya ini, kenapa pagi hari sudah bersikap sangat aneh


" Apa yang kamu makan semalam hm? sampai sikapmu sungguh aneh sekaki." Ucap mama melepas pelukan putrinya sambil pergi meninggalkan Sindi


Hari itu Sindi benar-bensr tidak ada niat untuk pergi kuliah, dia lebih memilih untuk bermalas-malasan di rumah, beberapa kali ia melihat ke layar ponsel miliknya, tapi......


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


__ADS_2