
Anakku, aku tidak menyekolahkan saudara perempuanmu karena aku adalah ayah bodoh seperti banyak orang lainnya yang berpikir bahwa anak perempuan tidak akan bisa jadi penerus keluarga. Kumohon, jangan pernah membuat kesalahan sepertiku dulu. Wanita zaman sekarang yang aku lihat banyak yang sebenarnya lebih mampu dari lelaki.
Anakku, ibumu pernah menarik baju yang aku kenakan dan hampir merobeknya karena dia marah. Aku tidak mengangkat tangan untuk memukulinya karena ia memperlakukanku seperti itu. Sehingga aku bisa dengan bangga memberitahumu bahwa aku tidak pernah sekali pun memukulnya.
Anakku, ibumu dan aku tidak tertarik pada apa yang terjadi dalam pernikahanmu, cobalah untuk menangani masalah tanpa selalu bertanya pada kami.
Anakku, ingat bahwa aku yang pertama kali membeli mesin jahit untuk ibumu, bantu istrimu mewujudkan mimpinya sama seperti kamu mengejar impianmu.
__ADS_1
Anakku, jangan berhenti merawatku dan ibumu, kami perlahan memang menua. Semoga kelak anakmu juga menjaga dirimu.
Anakku, berdoalah bersama keluargamu, ada hari esok yang tidak kamu ketahui, bicaralah dengan Tuhan yang tahu segalanya setiap hari
Setelah meminta doa restu, mereka berdua langsung berganti baju, setelah berganti baju mereka berdua masuk ke dalam mobil untuk ke hotel dimana tempat resepsi pernikahan mereka berdua, mobil pengantin itu di ikuti dengan rombongan mobil pengantin, Setelah sampai pengantin baru itu berjalan di atas karpet merah berjalan ke pelaminan melanjutkan acara resepsi, satu per satu tamu datang silih berganti, acara demi acara telah di lalui, para tamu masih ada yang menikmati hidangan yang telah di sediakan, dan ada pula yang sudah memberikan ucapan selamat lalu pulang, semua teman-teman Lian dan Bianca turut hadir dalam kebahagian mereka berdua, tiba-tiba
" Aunty, Uncle,." Panggil anak kecil yang bergandengan tangan dengan sahabatnya Lian
" Cio." Ucap Lian dan Bianca
" Selamat Uncle dan Aunty, sebentar lagi ayah dan bunda juga menikah loh, Cio juga akan punya bunda." Ucap Cio
__ADS_1
" Iya sayang, terima kasih, Cio pasti bahagia ya kalau punya bunda?." Tanya Bianca
" Pasti dong Aunty, karena Cio sayang ayah dan bunda, 40:60 ." Jawab Cio
" Kok 40:60?." Tanya Bianca
" Iya dong, ayah 40 dan bunda 60, karena setiap hari Cio selalu berantem sama ayah, kalau sama bunda tidak, ya udah ya Aunty Uncle, Cio mau makan dulu, tadi sudah di tunggu sama bunda di bawah." Ucap Cio seperti orang dewasa
" Baik Cio, makan yang banyak ya." Ucap Bianca
" Yan eh keliru, abang Lian, selamat ya, semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawadah dan Warohmah," Ucap Sandi
" Terima kasih Calon adik ipar." Jawab Lian sambil menekankan kata Calon adik ipar
" Resek lo, oiya, hati-hati ya jangan gas terus yan, kasihan Bianca nangis nanti dia." Ucap Sandi sambil berbisik
" Lo yang resek, gue yang seharusnya bilang begitu sama lo, lo kan bule, pasti lo yang akan bikin adik gue gak kuat nahan, awas aja kalau bulan depan saat Malam pertama, gue denger kalau lo bikin adik gue sakit dan gak bisa jalan awas aja." Ancam Lian pada Sandi
" Oh iya ya, pasti besaran punya gue ya tombaknya. hahahahhaha." Ejek Sandi
" Dasar kamu."Ucap Lian
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...