
" kenapa? kenapa, (tantang mama dengan suara sama tingginya seperti suaminya). itu semua benar kan? hahahahahhaha, seorang Danu pernah menyukai seorang perempuan dengan status rendahan, apa kamu tidak ingat kalau kamu tidak menikah dengan aku, pasti kamu dan keluarga sudah sudah menjadi gelandangan dan tidur di bawah jembatan, ingat Danu semua ini punyaku, semua ini warisan dari orang tuaku, dan Arman kenapa dia mewarisi sifat dan perilakumu? kenapa dia tidak mau memilih Gladis yang jelas-jelas jauh lebih terpandang dari istrinya yang tidak berguna itu,
plak plak
__ADS_1
papa menampar pipi istrinya 2x
" iya Dilla, aku memang kamu beli, semua ini kamu yang punya, selama ini aku hanha sebagai boneka hidup buat kamu, semua yang kamu ucapkna harus selalu aku turutin, tapi ini semua sudah cukup buat aku, sudah cukup aku memendam rasa ini, sudah lebih dari 23 tahun, 23 tahun (papa mengulangi lagi) Dilla aku bertahan hidup dengan seorang wanita berhati iblis, yang bisa berbuat apapun untuk mendapatkan semua yang di inginkan, sudah cukup, aku sudah tidak tahan lagi, aku akan tetap mendukung Arman untuk mempertahankan Vika dan rumah tangganya, kamu terserah mau setuju apa tidak aku sudah tidak memperdulikannya lagi, dan kamu ingat Dilla kenapa selama ini Arman lebih memilih hidup dengan keluarga Pamungkas, karena disana papa dan mamanya Bagas tidak pernah melarang putra atau teman putra untuk memilih-milih teman, dan selalu menanamkan sifat rendah hati, itu yang aku lihat selama ini, Arman rajin sholat, ngaji, bersedekah itu adalah ajaran dari mamanya Bagas, apa kamu pernah mengajari anak kamu untuk itu, sejak kecil Arman selalu kamu tinggal tidak pernah memperdulikan dia sama sekali, apa kamu ingat berapa kali Arman sakit dan mencari kamu, tapi apa yang kamu kasih ke Arman? kamu malah pergi ke luar negri berfoya-foya bersama dengan teman sosialitamu itu, akhirnya aku bawa Arman ke rumah Bagas, disana Arman mendapatkan perlakuan yang Arman butuhkan, kasih sayang seorang ibu, mamanya Bagas tidak pernah membedakan itu putranya atau teman dari putranya, siapa saja yang membutuhkan kasih sayangnya mereka (mama dan papa Bagas) akan dengan senang hati dan membuka tangan mereka dengan lebar untuk menyambut siapa saja yang membutuhkannya, dan satu lagi kenapa disaat pertemuan keluarga Arman maah meminta orag tua Bagas untuk menemui orang tua Vika? hahahahaha kamu pasti tidak bisa menjawab kan? ok, aku yang akan memberi tahu kamu, karena Arman lebih peduli, lebih sayang, lebih menghormati orang tua Bagas dari pada kamu, selama ini aku tahu Armna menghormati dan menyayangi hanya kamu perempuan yang sudah mengandung dan melahirkannya, tidak lebih, tapi berhubung kamu sudah melakukan kesalahan terhadap putra kandungmu sendiri jangan harap kamu akan bisa bertemu sama Arman
__ADS_1
" iya, aku dengan langkah tegap keluar dari rumah ini denga nafas yang sangat lega, setidaknya aku meninggalkanmu disaat semua keinginan orang tua kita semua sudah aku laksanakan jadi aku sudah tidak punya hutang lagi
--------
__ADS_1
Authornya saat nulis nyesek banget rasanya, ingi nangis saja,,, kalau kakak semua gimana? apa seperti saya,,, jangan lupa bawa tisu ya kak,