
" Ya Allah Cio kamu kok pintar sekali sih, iya nih, padahal Cio belum berangkat saja omma sudah kangen banget sama Cio." Ucap Tika yang menirukan ucapan Cio
" Jangan rindu omma, rindu itu berat." Ucap Cio dan sukses membuat semua matanya melotot tidak percaya atas ucapan Cio barusan, karena ucapan Cio itu ada di Fiom Dillan
" Cio tahu dari mana kata-kata itu?." Tanya kay
" Dari bibik Siti bun, setiap bibik Siti dapat telp dari suaminya pasti bilang begitu." Ucap Cio sambil menirukan ucapan Siti saat di telp suaminya
" Hahahahhaha, sayang jangan dengerin ucapan orang dewasa ya, Cio kan masih kecil jadi Cio berkata apa yang sesuai dengan usia Cio ya." Ucap Kay
" Siap bunda, yuk bunda berangkat, Assalamualaikum." Ucap Cio sambil mencium tangan dan pipi, Tika, Bagas, omma dan oppa
" Wa'aliakumsalam sayang, hati-hati ya." Ucap mereka semua
" Ya sudah kita berangkat dulu ya om tante omma dan oppa." Ucap Sandi yang ingin segera keluar karena sudah sangat malu sekali sama tingkah Cio
Mereka bertiga keluar dari rumah Pamungkas menuju Mall yang menyediakan cicin pernikahan
Tiba di toko perhiasan
__ADS_1
" Selamat datang, mas dan mbaj, ada yang bisa saya bantu?." Sapa pelayan toki dengan wajah ramah
" Mau cari cincin nikah mbsk?." Jawab Sandi langsung mewakili Kayla yang lagi sibuk dengan Cio
Kayla tampak sedang melihat-lihat isi etalase yang mempelihatkan semua koleksi isi dari toko perhiasan cantik-cantik mulai dari emas, perak sampai berlian
" Adik, adik suka yang mana?." tanya Sandi
" Suka semuanya mas." Jawab Kayla asal sambil terrtawa
" Apa Adik mau kalau mas beralih profesi jualan perhiasan atau apa?." Tanya Sandi menimpali ucapan Kayla
Kayla melirik Sandi bertanta dengan serius namun bercanda, kemudiab mata gadis itu melirik ke arah cincin yang menarik perhatiannya, Kayla mencari cincin yang tidak banyak bentuk agar Sandi bisa memakainya juga namun bukan bahan dari emas melainkan perak
" Yang ini?." pelayan toki menunjukkan pilihan Kayla, gadis otu hanya mengangguk saja
" Untuk laki-lakinya ada kan mbak?." Tanya Kay lagi
" Ada mbak." Jawab pelayan toko
__ADS_1
" Dek aku tidak perly memakai cincin." Tolak Sandi karena dia memang tidak terbiasa memakai barang seperti itu
" Kenapa?." Tanya Kayla heran
" Karena mas nggak suka pakai perhiasan kecuali jangan tangan dek." Jelas Sandi
" Inibkan untuk tanda kalau mas udah ada yang punya." guman Kayla pelan namun Sandi masih bisa mendengarkannya, sudut bibis laki-laki itu terangkat kebatas mendengarkan ucapan Kayla itu
" Ya sudah, mbak cincin yang untuk perempuannya aja." tegas Kayla dengan raut wajah kecewa
" Dek carilah tempat makan dulu, nanti mas akan menyusul kalian, mas selesaikan pembayaran terlebih dahulu." Saran Sandi
" Iya, ayo Cio udah lapar belum?." Tanya Kay pada Cio
" Sudah bunda." jawab Cio
Kayla dan Cio pun mencari tempat makan yang tidak juah dari toko perhiasan itu, Sandi membayar perhiasana yang dia beli, tak hanya cincin, dia juga membeli kalung dan gelang yang sudah di pilih oelh Kayla sebagai mas kawinnya nanti
Sandi kemudian menyusul Kyla dan Cio yang sudah berada di salah satu food court yang ada di Malm tersebut.
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...