
Sindi yang tidak berselera untuk makan hanya mengaduk-aduk makanan nya saja.
"Kenapa Sin, makan nya cuma di aduk-aduk saja, apa ada yang kamu mau, biar di buatkan sama bibi." Tanya Naya
" Aku tidak selera makan Nay, aku ke kamar duluan ya." Jawab Sindi, berlalu meninggalkan Naya dan Fikri yang masih berada di meja makan, rasa nya benar-benar tidak selera untuk makan, Sindi terbayang-bayang suasana makan malam bersama suami nya, saat Sindi ke dalam kamar....
Bel rumah Naya berbunyi, bibi dengan segera membukakan pintu, sedang berdiri laki-laki bertubuh tegap di depan pintu rumah Naya yang tidak lain adalah Irsyad, setelah memastikan kepada bibi keberadaan Sindi, Irsyad di minta masuk ke dalam dan bertemu dengan Naya dan Fikri, Irsyad yang bertujuan untuk membawa pulang istri nya mendapat penolakan dari Naya, Naya meminta Irsyad untuk tidak membawa pulang Sindi malam ini."Biarin Sindi tidur di sini, besok Sindi akan pulang ke rumah mama Citra." Ucap Naya
"Nay saya mohon, ini urusan rumah tangga saya, biarkan kami menyelesaikan ini." Ucap Irsyad pada Naya
"Saya tidak ingin masalah ini berlarut lama, saya memang salah, tapi saya memiliki alasan untuk itu." Lanjut Irsyad
"Ya tapi apa alasan kak Irsyad, kaka tidak perduliin Sindi, sampai Sindi tidur di sofa padahal ia sedang hamil." Tanya Naya
__ADS_1
"Kalau memang kak Irsyad mempunyai wanita lain kenapa kakak menikahi Sindi, kasihan Sindi kak, ia lagi hamil, Sindi selalu cerita kalau Sindi sangat bahagia menikah sama kakak, tapi kenapa sikap kakak berubah terhadap Sindi." Lanjut Naya
Irsyad yang merasa tidak terima atas tuduhan yang di lontarkan Naya terhadap nya langsung
"Cukup Nay, ini masalah saya dan Sindi, kamu tidak perlu ikut campur." Jawab Irsyad yang sangat geram, terlihat Irsyad menahan emosi nya yang mau meledak karena Irsyad masih paham ia berhadapan sama siapa, sahabat dari istri nya dan calon istri sahabat nya.
"Jelas ini urusan ku kak, karena kakak sudah nyakitin perasaan sahabat ku, apa kakak tahu kalau selama ini Sin..." Naya Belum selesai berbicara namun kata-kata nya terhenti saat melihat Sindi turun dari anak tangga
"Sindi, ayo pulang." Ucap Irsyad dengan sangat lembut dengan menghampiri Sindi, Irsyad meraih tangan Sindi dan meminta Sindi untuk ikut dengan nya pulanv ke rumah.
"Sin, abang masih suami kamu, kamu harus ikut apa yang abang katakan, kamu tahu kan dalam agama bagaimana." Ucap Irsyad dengan nada agak tinggi, dan tidak selembut tadi membuat Sindi semakin merasa tidak mengenali suami nya lagi
Fikri ikut menimpali dan membujuk Sindi untuk ikut pulang bersama suami nya.
__ADS_1
"Sin, kakak tidak tahu kamu dan Irsyad lagi ada masalah apa, tapi memang seharusnya seorang istri mengikuti dimana pun suami berada, kakak harap kamu bisa bersikap dewasa dalam menyikapi setiap masalah." Ucap Fikri
"Abang tunggu sebentar ya, Sindi ambik barang-barang dulu." Sindi kembali ke kamar Naya, saat sampai di kamar Sindi kembali menangis, Naya ikut menyusul ke kamar nya
"Sin, apa kamu yakin mau ikut pulang sama kak Irsyad?." Tanya Naya
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...