
Dimana oleh-oleh nya untuk aku kak." Ucap Sita sambil mencari-cari apa yang di bawakan kakak nya untuk diri nya
" Kakak lupa tidak beli apa-apa untuk kamu." Sindi berkata dengan memasang wajah polos.
Sebenar nya Sindi hanya bergurau dengan adik nya karena sebetulnya Sindi sudah membelikan beberapa makanan yang enak khas kota Malang untuk adik kesayangan nya itu
Sita yang mendengar Sindi tidak menawarkan apapun untuk nya segera pergi dari kamar kakak nya menuju dapur dengan wajah tidak bersahabat, wajah nya di tekuk seperti baju belum di setrika 😁😁😁
Di meja makan nampak beberapa menu makanan yang nikmat, juga ada beberapa makanan khas kota Malang yang di bawakan oleh kakak nya, sudah tersaji rapi di sana, senyum mengembang di tunjukkan oleh Sita, tanpa banyak bicara lagi Sita langsung melahap hidangan di meja makan tersebut
" Oh iya dek, kakak juga beli manisan buah lo, tapi sudah kakak simpan di lemari es biar lebih dingin, kalau kamu mau bisa ambil sendiri di sana ya." Ucap Sindi
Baru selesai bicara Sita sudah hilang dari kursi nya untuk mengambil apa yang kakak nya katakan, meski Sita terlihat kurus tapi porsi makan nya bisa dua kali lipat dari porsi normal
" Anak itu perut nya seperti karung, tidak tau malu dia, baru selesai makan mendengar ada makanan lain langsung di lahap nya juga." Ucap mama Citra melihat tingkah anak bungsu nya tersebut
" Wajar saja ma, karena dia dalam masa pertumbuhan." Irsyad ikut menimpali ucapan sang mertua
__ADS_1
Sindi hanya tersenyum melihat nya
...🌷🌷🌷...
Sita mengajak Sindi pergi ke supermarket, Sita berencana untuk membuat barbeque untuk menyambut kepulangan Sindi, Sita juga sudah menghubungi kedua sahabat kakak nya
Semua orang yang ada di keluarga Wibisono sangat setuju dengan ide yang telah di buat oleh Sita.
Sesampai di supermarket Sindi memasukkan beberapa sosis dengan berbagai macam ukuran dan rasa, Sindi juga tidak lupa membeli udang dan lobster kesukaan adik nya, Sita sangat menyukai lobster bakar dengan di bumbui saus tomat dan mayones, setelah semua bahan yang di butuh kan mereka dapat kan.
Sita memarkirkan motor nya di halaman rumah, terlihat Irsyad, papa Angga dan Fikri sudah menyiapkan tempat untuk mereka berkumpul, untuk oma dan opa hanya duduk saja mereka tidak boleh membantu
" Nay..." Sindi berteriak memanggil nama sahabat nya itu, dengan berjalan begitu cepat menghampiri Naya sahabat nya saat tiba hadapan Naya, Naya langsung memeluk Naya dan di balas pelukan yang sangat erat oleh Naya
" Gue kangen banget sama loe Nay." Ucap Sini di sela pelukan nya tanpa melepas pelukan nya
" Ekhem." Irsyad berdehem untuk mencairkan suasana, Naya yang menyadari segera menyudahi pelukan nya
__ADS_1
" Gimana kabar loe? dan calon ponakan gue." Naya bertanya pada Sindi
" Kita berdua baik, baik banget malahan, bang Irsyad menjaga kita berdua dengan baik." Sindi bercerita dengan melirik melihat Irsyad
" Alhamdulilah, syukur lah kalau begitu, aku ikut senang mendengar nya." Jawab Naya
" Kamu bawa apa itu Nay?." Tanya Sindi yang melihat Naya bawa sesuatu
" Kamu seperti tidak kenal sama Naya aja Sin!!!." Jawab putra
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
Kak mohon maaf ya, mungkin dari NT/MT, Saya sudah up sejak jam 4 Sore tapi sampai sekarang belum lolos juga, mohon maaf yang sebesar-besar nya, sabar menunggu ya kak
__ADS_1