
Ceklek pintu terbuka.
" Assalamualaikum." Ucap Ray dan Mesya setelah pintu terbuka.
" Walaikumsalam." jawab 3 orang yang berada di dalam sana
" Mesya." ucap mama Wildan
" Tante, bagaimana kondisi tante sekarang?." tanya Mesya yang mendekati ranjang pasien
" Alhamdulilah Sya, sudah enakan, untung saja saat jantung tante kambuh posisi Wildan masih ada di rumah." jawab mama Wildan
" Alhamdulilah, tante maaf, abang sama Mesya hanya beli ini, tapi abang malah bawa cemilan yang banyak, memang nya tante suka cemilan seperti ini ya, kalau bisa di kurangi ya tante karena tidak baik untuk kesehatan." ucap Mesya yang khawatir.
" Tenang saja Sya, yang makan itu bukan tante, tapi ke tiga laki laki yang duduk di situ, kalau di luar mereka ber 4 tapi yang satu lagi kata nya lagi ke dinas keluar kota, tidak bisa jauh dari cemilan saat ngobrol begitu, bisa bisa nanti ruangan ini akan menjadi tempat sampah." ucap mama Wildan.
Mereka saling berbicara, suara gelak tawa tidak bisa di tahan lagi, saat Mesya memandang ke arah Wildan, di balik senyuman nya terlihat kalau ada yang sedanng ia tutupi, tapi entah lah.
__ADS_1
Ternyata tidak hanya Mesya, Ray dan Adit pun merasakan apa yang di rasakan oleh Mesya.
" Ayo ke kantin yuk." ajak Ray pada Adit dan Wildan
" Tapi mama gimana kalau gue tinggal." ucap Wildan
" Tenang aja loe, kan ada istri gue, biar Syasya yang jagain mama, lama kita gak ngopi." ucap Ray
🥀🥀🥀
Mereka ber tiga sekarang ada di kantin Rs.
" Loe anggap kita apa Wil?." tanya Ray
Wildan yang nama nya di panggil langsung terlonjak kaget, padahal ia sudah bersikap seperti seperti tidak apa apa, tapi ternyata ia salah, sahabat nya ternyata masih bisa menemukan rasa kesedihan nya.
" Apa maksud loe?." tanya balik Wildan
__ADS_1
" Tidak usah loe tutupin, kita dah tahu Wil, kita ingin loe sendiri yang cerita atau kami yang bertindak." ucap Ray
" Ya benar apa yang di kata kan oleh Ray, kita tunggu sampai 5 menit, kalau loe tidak mau kasih tahu jangan salah kan Ray bertindak lebih jauh lagi." ucap Adit yang membenar kan ucapan Ray.
" Maaf." satu kata yang terucap di bibir Wildan
" Kenapa loe harus minta maaf, kita ini sahabatan dari orok Wil, loe yang tega ma kita, loe anggap kita apa?." ucap Ray pelan tapi penuh penekanan.
" Papa tinggalin gue dan mama." ucap Wildan dan langsung membuat Adit dan Ray terkejut, ternyata berita beberapa hari yang lalu itu benar, Adit dan Ray mengira itu hanya gosip belaka tapi ternyata benar.
" Maaf." ucap Ray dan Adit yang tidak enak
" No problem Ray, Dit, gue sama mama kuat kok, gue harus kuat demi mama, apalagi kondisi jantung mama sedikit melemah, sebentar lagi gue titip mama gue dulu ke loe pada ya, gue mau pulang, mau ambil baju gue dan mama, mungkin agak lama, gue tidak mau saat mama pulang semua nya belum selesai, untuk sementara gue sama mama akan tinggal di apartemen gue." ucap Wildan
" Gila loe Wil, apartemen loe itu sempit, lebih bain loe pakai apartemen gue yang bersebelahan dengan Adit, setidak nya masih cocok buat mama, kamu ingat Wil, mama sedang sakit, mama butuh udara yang sehat dan tempat tinggal yang nyaman." ucap Ray
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...