
Pegang tanganku, genggam jariku
Rasakan semua hangat diriku
Mengalir tulus untuk cintamu
Tak ada yang lain di hatiku
Akan kulakukan semua untukmu
Akan kuberikan seluruh cintaku
Janganlah engkau berubah
Dalam menyayangi dan memahamiku
Akan kulakukan semua untukmu
Akan kuberikan seluruh cintaku
Janganlah engkau berubah
Dalam menyayangi dan memahamiku
Inilah cintaku kuberikan untukmu
Setulus hatiku kuberikan untukmu
(Akan kulakukan semua untukmu
__ADS_1
Akan kuberikan seluruh cintaku)
Akan kulakukan untukmu
Akan kuberikan seluruh cintaku
Janganlah engkau berubah
Dalam menyayangi dan memahamiku
(Akan kulakukan untukmu
Akan kuberikan seluruh cintaku)
Janganlah engkau berubah
Dalam menyayangi dan memahami
Dalam menyayangi dan memahami
Dalam menyayangi dan memahamiku
Irsyad di buat terpana mendengar dan melihat Sindi bernyanyi, sampai Irsyad terbengong melihat Sindi bernyanyi tanpa sadar Fikri memperhatikan sahabat nya, dengan bibir menarik ke atas, Fikri terus memperhatikan tingkah laku sahabat nya seperti tidak percaya kalau suara barusan itu adalah suara dari istri nya sendiri
" Sindi memang tidak cuma cantuk tapi keren juga ya, tidak heran kalau kamu sampai terpesona begitu ngeliat nya." Fikri berbicara tepat di samping Irsyad, sampai menyadarkam Irsyad dari lamunan nya yang sedang memandang Sindi
" Hah...ehh." Irsyad sangat gugup dan malu, karena memandang Sindi seperti anak kecil yang melihat makanan manis, air liur nya seakan mau menetes
" Sindi sama Sita itu emang satu pak Syad, kalau bertemu selalu berantem, tapi kalau berpisah saling mencari, mereka berdua itu saling menyayangi, Sindi suka bernyanyi sedangkan Sita suka main musik, Sita sering mengunggah vidio mereka berdua saat bernyanyi." Ucap papa Angga
__ADS_1
" Apa pa, jadi Sita punya chanel?." Tanya Irsyad
" Iya Syad, nanti kamu tanya sendiri sama Sindi atau Sita." Jawab papa Angga
Sekitar satu jam Irsyad, Fikri dan Papa Angga menyelesaikan acara pemanggangan, Sindi dengan cekatan masuk ke dalam rumah dan mengambil beberapa piring, sedangkan Sita membuat teh hangat untuk teman menyantap barbeque yang mereka buat, di taman samping rumah yang sudah di siapkan meja mundar untuk menata hasil panggangan, Sindi, Naya, Sita serta mama Citra menata semua nya di meja bundar tersebut dan di meja juga sudah ada berbagai saos seperti saus cabai, mayonais dan masih banyak lagi
" Mari makan." Ucap Naya dengan tidak sabar nya, Naya langsung menyambar sosis rasa sapi dengan ukuran jumbo yang di olesi dengan saos tomat juga saos cabai sebelum di lahap nya
" Nay, berdoa dulu." tegur mama Citra
" Hehehehehe maaf tan, Naya Khilaf." Jawab Naya sambil cengengesan
" Khilaf kom terus kak, setiap bertemu dengan makanan." Sita ikut menimpali
Semua tertawa mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Sita pada Naya
Fikri mengambil udang dan di olesi mayonais juga dan saos sapi panggang
Sedangkan Irsyad mengambik sosis sapu dengan olesan mayonais dan saos cabai
Sementara Sita sudah mengambil lobster dan di kupas nya udang besar itu, dagin nya yang berwarna putih di celupkan ke saos sapi panggang. tapi ia tidak langsung memaka nys justru membuat lobster itu untuk kakak nys makan, Sita menyuapi Sindu dengan sangat lembut
Sontak membuat mata tertuju pada adik kakak yang begitu romantis
Bahkan Sindi tidak sungkan untuk melahap lobster yang di berikan oleh dari tangan adik nya itu
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...