
"Entah mengapa hati ini selalu berdebar hebat meski hanya melihat mu dari jarak jauh kak."Gumam Dita yang masih setia di posisi tersebut.
"Sekarang kamu terlihat semakin gagah, aku tidak bisa membohongi perasaan aku, kalau sampai saat ini aku masih sangat menyukai mu kak." Dita menggelengkan kepala nya seolah olah ia tidak ingin lagi di hantui oleh bayangan cinta yang menjerat nya bertahun tahun lama nya itu.
Dita menarik dalam nafas nya dan menyakinkan diri nya, semua sudah berakhir sekarang, aku akan menikah, dia juga sudah menikah, aku harus bisa melupakan nya, bagaimana pun juga ini tidak baik, setidak nya aku masih bisa melihat nya, itu sudah cukup buat mengobati kerinduan yang selama ini, kak Irsyad kamu memang selalu yang terbaik." Lanjut Dita.
"Tante om, datang lah ke alamat ini, ini adalah tempat tinggal ku sekarang." Ucap Irsyad dengan memberikan kartu nama milik nya.
"Irsyad tante tidak tahu harus berkata apa, tapi tante sangat berterima kasih pada kamu, karena kamu sudah merawat nya dengan baik, tante tidak akan mengecewakan kalian." Ucap Ajeng pada Irsyad.
"Apa yang istri saya katakan benar Irsyad, kami hanya ingin bertemu dengan nya untuk sedikit mengobati kerinduan kamu pada Ikbal." Ucap Danu.
"Sama tante om, kalau begitu saya mohon pamit karena harus pergi bekerja, saya harap om dan tante menepati janji." Ucap Irsyad.
Ajeng dan Danu mengantarkan Irsyad sampai pintu rumah nya, beberapa kali Ajeng maupun Danu mengucapkan terima kasih pada Irsyad yang sudah menjaga dan menyayangi Omar
__ADS_1
Malam hari nya Irsyad baru saja pulang bekerja, dan di sambut oleh ke dua anak nya sangat ceria.
"Wow anak anak papi yang cantik dan tampan." Irsyad mendaratkan ciuman di wajah kedua anak nya itu.
"Papi tahu tidak, kakak tadi nangis, ha...ha...ha..ha. kakak cengeng pi, laki laki payah." Ucap Zhifa mengolok olok kakak nya dan mengadukan nya pada Irsyad.
Membuat Irsyad sebenar nya sangat ingin tertawa tapi sebisa mungkin ia tahan karena tidak ingin membuat anak laki laki sedih.
"Oh iya, coba ceritakan apa yang membuat kakak menangis." Tanya Irsyad pada ke dua anak nya.
"Kakak menangis karena mendapat nilai delapan dari mami saat kita belajar siang tadi." Zhifa mencoba menjelaskan pada papi nya dengan suara khas nya cerewet nya.
"Omar hanya ingin nilai sempurna, Omar tidak suka jika nilai Omar tidak serarus." Omar mengerucutkan bibir nya pertanda ketidak suka nya, karena gagal pada nilai sempurna.
"Jika kakak mau mendapatkan nilai sempurna, kakak harus lebih giat lagi untuk belajar sayang, jangan buat waktu hanya untuk bermain, jika kakak ingin mendapatkan nilai yang sempurna oke." Irsyad memberi semangat putra nya.
__ADS_1
"Oke papi, Omar akan lebih rajin belajar agar tidak ada pertanyaan yang Omar jawab dengan salah pi." Jawab Omar.
Omar kembali terlihat bersemangat sekali.
"Ini baru anak nya papi, pinter dan tidak cengeng." Ucap Irsyad.
"Ha...ha...ha..." Zhifa kembali menertawakan kakak nya.
"Adik kenapa adik masih memperolok kakak? Memang nya berapa nilai yang mami beri untuk Zhifa?." Tanya Irsyad pada si adik
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...