
"Waalaikumsalam bang, mereka pergi ke taman di temani sama bibi, apa ada sesuatu yang tertinggal jadi abang menghubungi aku?." Tanya Sindi. "Abang merindukan kalian, itulah kenapa abang menghubungi kamu sayang." Jawab Irsyad sambil terus terusan menggoda istri nya, itu adalah salah satu keunikan Irsyad yang suka menggoda istri nya, karena saat di goda pasti pipi istri nya akan merah merona.
"Abang gombal saja, kita kan setiap hari selalu bertemu." Ucap Irsyad.
"Sayang, anak anak sekarang sudah mulai tumbuh besar, ke depan nya mereka akan sering di luar untuk sekolah, bagaimana jika kita membuatkan adik bayi untuk Zhifa?." Tanya Irsyad.
"Apa abang sudah tidak waras, kehadiran mereka saja sudah membuat rumah sangat bising, bagaimana akan hadir bayi lagi, aku tidak mau." Jawab Sindi dengan mengerucutkan bibir nya.
Mendengar jawaban istri nya membuat Irsyad terkekeh karena sudah berhasil membuat istri nya kesal.
Mereka berdua terus berbicara dengan banyak hal dan itu hanya candaan saja, setelah merasa sudah cukup Sindi memutuskan telp nya.
"Sudah hampir tiga jam kenapa bibi belum juga kembali membawa anak anak, kemana mereka sebenar nya pergi, apa anak anak membuat ulah, aku sangat khawatir, aku akan pergi mencari nya saja sekarang." Sindi.
Bergegas pergi dengan sepeda motor nya untuk mencari anak anak nya di sekitar komplek yang sering mereka datangi. Setiba nya di taman komplek Sindi mendapati pemandangan yang membuat nya kembali teringat pada masa lalu nya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa seperti." Ucap nya lirih.
"Apa mereka juga akan menyakiti anak anak ku, aku tidak bisa membiarkan mereka melakukan nya."
Sindi ber lari untuk segera sampai dan membawa anak anak nya.
"Omar apa yang kamu lakukan nak, kenapa kamu bersama orang asing, ayo cepat pulang, mami tidak mau kamu bersikap seperti itu lagi." Ucap Sindi berapi api dan segera menarik tangan putra nya untuk pergi dari sana.
"Dimana bibi, kenapa dia membiarkan Omar bersama orang asing." Ucap Sindi dalam hati nya.
"Tunggu nak." Ucap laki laki tua itu yang tidak lain adalah ayah dari almarhum Ikbal kekasih nya.
"Nak tunggu apa dia anak kamu? Apa dia adalah cucu ku?? Apa dia anak yang kamu kandung saat itu nak??." Jawab pak Danu.
"Maaf saya rasa saya tidak mempunyai kewajiban untuk menjelaskan ini pada anda tuan, dan ke depan nya tolong jangan mengganggu anak anak saya." Sindi berucap ketus sambil beranjak pergi sama Omar.
__ADS_1
Omar hanya bisa diam dan tidak berani berkomentar, ia tidak pernah melihat mami nya begitu cemas pada nya seperti ekspresi yang saat ini mami nya tunjuk kan.
Tapi pak Danu menahan Sindi Pergi dengan menarik tangan mungil Omar. Dengan terpaksa Sindi berhenti karena takut akan menyakiti Omar jika ia terus menarik tangan nya.
"Apa sebenar nya yang tuan inginkan hah?." Ucap Sindi dengan suara sedikit tinggi.
"Nak saya hanya ingin memperbaiki yang terjadi di masa itu." Ucap pak Danu dengan wajah yang mulai lesu.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...