
" Ada apa bang?." Tanya Mesya yang masih malas untuk membuka mata nya.
"Abang dengar Arion nangis." Kata Ray
Mendengar ucapan Ray, Mesya langsung bangkit dari atas tempat tidur, ia baru menyadari bahwa tubuh nya masih polos tanpa selembar kain melapisi tubuh nya.
" Mau kemana?." Tanya Ray.
" Mau lihat Arion bang, kenapa Arion nangis bang, pasti ada yang terjadi, karena Arion tidak pernah menangis." Kata Mesya
" Tidak usah, biar abang saja yang melihat nya, suara tangisan nya dari kandang peliharaan nya, sayang mandi dulu gih, abang keluar ya." Ucap Ray kepada Mesya yang berdiri di atas tempat tidur lalu kemudian keluar dalam kamar.
Mesya melihat tubuh nya, wajah nya memerah, begitu menyadari bahwa tubuh nya masih polos.
" Ih kenapa belakangan ini aku sering lupa menggunakan baju juga tidak menyadari." Guman Mesya dalam hati.
Mesya segera mandi saat suami nya keluar dari kamar. Setelah mandi Mesya mencari cari baju nya, ke tiga putra nya tidak pernah pagi pagi berlari ke dalam kamar ayah dan bunda nya.
Ray bergegas menuju halaman belakang dan melihat Langit ,Arka, Ran dan Arion sedang melihat ke arah satu tempat.
" Ada apa boys?." Tanya Ray begitu sampai di dekat ke empat putra nya.
__ADS_1
" Katak adik mati yah. Ucap Langit dan Arka bersamaan.
" Kenapa bisa mati?." Tanya Ray.
" Di makan." Jawab Arion.
" Di makan? Siapa yang makan?." Tanya Ray lagi. Ray melihat ke dalam kandang dan melihat ular tidur di dalam kandang katak.
" Di makan yah." Jawab Arion sambil menangis. Tidak pernah Ray melihat Arion menangis, Ray memeluk putra bungsu nya tersebut.
" Mamat." Panggil Ray.
Seorang laki laki tanggung berlari, begitu Ray panggil.
" Maaf pak, saya juga tidak tahu, semalam sudah saya kunci semua kandang nya, tidak mungkin ber keliaran." Jawab Mamat yang bertugas menjaga peliharaan ke tiga jagoan nya.
" Sudah, jangan menangis lagu, nanti beli lagi katak nya yang lebih bagus lagi." Bujuk Ray pada Arion.
Ray membawa ketiga nya untuk masuk ke dalam rumah, dan menyuruh ke tiga nga untuk mandi.
Ke tiga nya masuk dalam kamar, Arion berjalan dengan tidak bersemangat. Ray kembali masuk ke dalam kamar dan Mesya sudah selesai mandi.
__ADS_1
" Kenapa Arion nangis bang?." Tanya Mesya pada suami nya.
" Katak nya di makan ular. Jawab Ray.
" Tuh kan bang, kenapa ular nya bisa lepas? Kenapa dulu di kasih ijin pelihara ular, bagaimana kalau ular nya lepas terus masuk ke dalam rumah." Ucap Mesya dengan sedikit geram, karena ia merasa was was saat putra bungsu nya memelihara ular.
" Ular itu tidak berbahaya, ular punya Arion, hanya pemakan katak dan sejenis nya, ular nya tidak berbisa." Jawab Ray.
" Iya bang tidak ber bisa, tapi nama nya ular itu sudah menakut kan." Ucap Mesya dengan bergidik ngeri
" Bujuk Arion untuk melepaskan ular nya bang." Kata Mesya.
" Biarkan saja, mereka laki laki, biarkan mereka menentukan kesukaan mereka." Ray memegang bahu Mesya.
" Jangan khawatir, peliharaan nya masih yang masih wajar wajar saja, kalau Arion minta ular piton baru kita larang." Ucap Ray dengan tertawa.
...Kak, dukung cerita ku yang lain nya ya, yang berjudul JODOH PILIHAN ISTRI dan FRIST LOVE STORY...
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...