CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 253


__ADS_3

"Percayalah, kita hanya perlu mencoba untuk mempertemukan mereka, jika mereka melakukan hal yang tidak kita inginkan dan membawa nya pergi, abang janji akan membawa kasus nya ke pengadilan dan akan membawa kembali anak kita sayang, di mata hukum hanya kita yang akan menjadi orang tua nya, dan tidak akan asa hal buruk terjadi pada kalian selama abang masih hidup." Ucap Irsyad yang meyakinkan Sindi.


"Emmm". Sindu mengangguk pelan tanda setuju, bagaimana juga mereka adalah kakek dan nenek nya Omar, mereka juga ada hak untuk menyayangi putra ku, Aku juga busa merasakan bagaimana jika aku harus berpisah dari anak anak ku, mungkin aku tidak akan pernah sanggup, hanya membayangkan nya saja sudah membuat aku takut...


"Karena kamu sudah menyetujui nya, mungkin besok malam abang akan meminta nya datang untuk bertemu dengan Omar, abang sudah mengatakan lada mereka jika hanya bisa bertemu dengan Omar di rumah kita dan saat ada kita sayang." Ucap Irsyad.


"Iya bang, Sindi setuju." Jawab Sindi.


"Sayang karena kamu memeluk abang begitu erat, kamu tanpa sadar membangunkan sesuatu yang sejak tadi tertidur lho." Ucap Irsyad dengan senyum nakal menyeringai di wajah nya.


"Apa isi kepala abang hanya ke mesum man saja Saja tah bang? Aku tidak tahu sejak hari itu abang menjadi begitu cabuk pada ku." Ketus Sindi, Sindi dengan segera menarik selimut untuk menutupi bagian tubuh nya sampai dada.

__ADS_1


"Dasar laki laki tetap saja tidak peduli." meskipun Sindi sudah membalut tubuh nya dengan pakaian tertutup sekalipun, jika Irsyad sudah menginginkan nya, dia akan terus menggoda bahkan merengek agar Sindi melakukan nya.


"Abang jangan kotori otak kita dengan apa yang di lakukan bang Irsyad kamu.


Seperti hari hari bisa nya, selalu saja terjadi drama di pagu hari nya, siapa lagu pelaku nya jika bukan drama queen Zhifa yang bermalas untuk memulai aktifitas di pagi hari, ada saja alasan yang di berikan nya, entah pada Sindi atau Irsysd yang bertugas membangunkan ke dua anak anak nya.


Pagi ini Sindi di buat harus bolak balik ke kamar anak nya, Zhifa beralasan jika ia sakit perut dan harus kembali ber istirahat, tapi setelah Irsyad memeriksa nya, ia hanya mengelabuhi mami nya agr bisa melanjutkan tidur nya yang terganggu.


Setelah mengetahui jika Zhifa anak nya itu, Sindi menjadi lebih tegas untuk membangunkan dan memaksa anak nya untuk bersiap siap, seperti yang sudah setiap hari Sindi lakukan, Sindi dengan paksa membangunkan nya jika gadis kecil nya itu akan menangis dengan suara yang melengking memecah keheningan di pagi hari.


Sedangkan Irsyad sudah siap dengan kemeja kerja nya, sedang duduk di meja makam dan di temani oleh Omar yang memang selesai bersiap siap untuk pergi ke sekolah nya.

__ADS_1


Ke dua laki laki tampan itu sedang duduk manis menunggu sang Queen Zhifa tiba untuk sarapan pagi bersama, bagaimana pun juga sibuk nya Irsyad selalu ingin memulai hari dengan sarapan bersama dengan anak anak dan istri nya, tapi setiap hari juga ia harus menunggu cukup lama untuk datangan putri kecil nya yang manja


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2